Kenali Imunoterapi sebagai Pilihan Pengobatan Kanker
Kesehatan Tubuh

Kenali Imunoterapi sebagai Pilihan Pengobatan Kanker

26 Mei 2025 5 menit waktu baca
mengenal imunoterapi sebagai pengobatan kanker

Selain kemoterapi dan radioterapi, kini ada imunoterapi yang juga menjadi salah satu pilihan pengobatan kanker. Imunoterapi adalah jenis pengobatan yang bertujuan untuk meningkatkan kerja sistem imun tubuh agar lebih kuat dan efektif dalam melawan berbagai penyakit, termasuk kanker.

 

Pengobatan imunoterapi membantu mengoptimalkan cara kerja sistem tubuh dalam menemukan dan membunuh sel kanker. Melalui imunoterapi, pengidap kanker diharapkan bisa memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Mari pahami lebih lanjut tentang imunoterapi sebagai pengobatan kanker melalui ulasan berikut ini.

 

Apa itu Imunoterapi?

 

Imunoterapi adalah salah satu jenis pengobatan kanker yang berfokus dalam meningkatkan kerja sistem imun atau kekebalan tubuh agar lebih kuat dalam melawan dan membunuh sel penyebab penyakit, seperti kanker. Imunoterapi bisa dilakukan melalui penggunaan krim oles, obat minum, infus, atau injeksi.

 

Pada pasien kanker, imunoterapi akan membantu menghambat dan menghentikan perkembangan dan penyebaran sel kanker ke organ lain. Beberapa jenis kanker yang dapat ditangani melalui imunoterapi adalah kanker paru, ginjal, kandung kemih, limfoma, dan kanker serviks.

 

Cara Kerja Imunoterapi

 

Imunoterapi atau immunotherapy adalah pengobatan kanker yang bekerja dengan mendorong kerja sistem kekebalan tubuh, yaitu sekumpulan sel khusus yang bertugas melindungi tubuh dari serangan infeksi dan berbagai penyakit. Pengobatan ini mampu mendeteksi semua partikel asing yang menginvasi tubuh, seperti sel kanker.

 

Imunoterapi bekerja melalui beberapa mekanisme, yaitu:

 

  • Merangsang pertahanan alami sistem imun tubuh agar bisa bekerja lebih keras dalam mendeteksi keberadaan sel kanker dan melawannya.
  • Membuat kandungan zat yang mirip dengan komponen sistem imun tubuh melalui teknik laboratorium. Zat tersebut bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan dan efektivitas sistem kekebalan tubuh manusia agar bisa mendeteksi dan melawan sel kanker.

 

Tujuan Imunoterapi untuk Kanker

 

Perlu diketahui bahwa salah satu penyebab kanker sulit disembuhkan adalah karena sistem imun tidak bisa mengenali sel kanker sebagai molekul asing. Bahkan, ada beberapa sel kanker yang mirip dengan sel normal sehingga sistem imun tidak bisa menemukan dan menyerangnya.

 

Selain itu, sel kanker bisa berkembang sangat cepat dan tidak terkontrol, sehingga sistem imun tidak cukup kuat untuk menyerang sel-sel tersebut. Jadi, tujuan imunoterapi adalah untuk meningkatkan kekuatan sistem imun dalam mengenali dan melawan sel kanker.

 

Ketika sistem imun lebih peka terhadap adanya sel kanker dalam tubuh dan memiliki respons lebih kuat, maka perkembangan sel kanker yang ganas bisa diperlambat, bahkan dimatikan atau dihentikan. Dengan begitu, peluang kesembuhan kanker akan meningkat.

 

Jenis-Jenis Imunoterapi untuk Kanker

 

Prosedur imunoterapi untuk kanker terdiri dari beberapa jenis, di antaranya adalah:

 

1. Terapi Sel-T

 

Terapi ini dilakukan dengan mengambil sampel sel T dari darah, kemudian dimodifikasi di laboratorium agar sel T bisa mengenali reseptor pada sel kanker. Setelah itu, sel-sel tersebut akan dikembalikan ke tubuh pasien untuk mengenali dan membunuh sel kanker.

 

2. Sitokin

 

Jenis imunoterapi ini menggunakan protein kecil bernama sitokin yang membantu aktivasi, memperbanyak, dan membawa sinyal antar sel imun. Sitokin yang sering digunakan adalah interleukin dan interferon. Tujuannya adalah untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker, merangsang sistem imun melawan sel kanker, dan menstimulasi sel kanker untuk menghasilkan protein yang dapat dikenali sel imun.

 

3. Checkpoint Inhibitors

 

Protein checkpoint adalah bagian dari sistem imun tubuh yang bertugas untuk menentukan waktu bagi sel imun dalam menyelesaikan pekerjaannya. Checkpoint inhibitors akan mengambil alih tugas tersebut dan membuat sel imun terus bekerja melawan kanker sampai sel kanker tidak dapat menghindar dari serangan sistem kekebalan tubuh.

 

4. Antibodi Monoklonal

 

Antibodi monoklonal adalah sistem kekebalan tubuh buatan yang digunakan untuk meningkatkan respons sistem imun dalam menyerang partikel asing seperti sel kanker. Antibodi monoklonal diproduksi di laboratorium dan dirancang sedemikian rupa agar bisa menandai sel-sel kanker secara spesifik, dan menghambat protein yang diperlukan untuk pertumbuhan sel kanker sehingga dapat menekan pembelahan sel kanker.

 

5. Virus Onkolitik

 

Cara kerja virus onkolitik sebagai imunoterapi adalah menggunakan virus yang bersifat infeksius dan telah dimodifikasi dengan tujuan untuk menginfeksi dan membunuh sel kanker dalam tubuh.

 

6. Vaksin Kanker

 

Tujuan vaksin kanker dalam imunoterapi adalah untuk memancing respons imun tertentu yang bertugas melawan sel kanker. Contoh vaksin yang dapat digunakan untuk mengobati kanker adalah sipuleucel-T yang ditujukan untuk kanker prostat.

 

7. Imunomodulator

 

Imunomodulator adalah sekelompok obat yang digunakan untuk merangsang sistem imun tubuh untuk mengatasi jenis kanker tertentu.

 

Kelebihan Imunoterapi sebagai Pengobatan Kanker

 

Jika dibandingkan dengan jenis perawatan kanker lainnya, beberapa kelebihan imunoterapi adalah:

 

  • Mendukung perawatan kanker lain. Pasalnya, kemoterapi akan lebih efektif jika dilakukan bersama dengan imunoterapi.
  • Pengobatan yang efektif ketika pengobatan kanker lainnya tidak membuahkan hasil. Misalnya, kanker kulit yang tidak meresponi pengobatan kemoterapi dan radioterapi, namun sensitif terhadap imunoterapi.
  • Minim efek samping. Imunoterapi adalah pengobatan minim risiko efek samping karena hanya menargetkan sistem imun tubuh.

 

Meski imunoterapi tidak dapat diterapkan pada semua jenis kanker, namun jenis kanker yang bisa merespons pengobatan ini cukup banyak. Imunoterapi adalah pengobatan yang efektif digunakan pada kanker yang tidak merespons radioterapi maupun kemoterapi, seperti melanoma.

 

Efek Samping Imunoterapi

 

Imunoterapi adalah pengobatan kanker yang dapat menimbulkan sejumlah efek samping. Misalnya, pada area kulit yang diinjeksi, dapat muncul efek samping seperti pembengkakan, nyeri, ruam, gatal, dan kemerahan. 

 

Selain itu, pengobatan ini juga bisa menimbulkan efek samping serupa gejala flu, seperti demam, hidung tersumbat, lesu, mual, diare, kelelahan, nyeri otot, dan nyeri kepala.

 

Di samping itu, beberapa efek samping lain imunoterapi adalah:

 

  • Infeksi.

  • Peningkatan berat badan karena penumpukan cairan dalam tubuh.

  • Peradangan pada organ tubuh.

  • Peningkatan atau penurunan tekanan darah.

  • Palpitasi jantung.

 

Penting untuk diketahui bahwa imunoterapi hanya direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis dikonfirmasi. Dokter akan terlebih dahulu mendiskusikan dan mempertimbangkan dengan seluruh tim medis terkait kondisi pasien, untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani tindakan ini.

 

Sebagai informasi, tahap dan jenis imunoterapi yang Anda jalani terkait perawatan kanker dapat berbeda tergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tidak semua rumah sakit mungkin menyediakan layanan tersebut. Sehingga, tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Karena itu, jika memiliki gejala atau keluhan kondisi medis yang berkaitan dengan penyakit kanker, Anda dapat langsung mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Lebih lanjut, guna mengetahui informasi terkait imunoterapi lebih mendalam, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospital Semanggi sebagai pusat unggulan penanganan penyakit kanker di Siloam Hospitals Group.

 

Bila ingin berkonsultasi secara virtual, Anda dapat memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dokter hingga memantau kesehatan secara online.

 

My Siloam App (1)

message

ArticleDetail