Kesehatan Tubuh
Mengenal Endoskopi, Ini Fungsi dan Prosedur Lengkapnya

Table of Contents
Endoskopi adalah prosedur medis untuk memeriksa organ dalam tubuh tanpa melakukan pembedahan besar. Endoskopi biasanya disarankan oleh dokter untuk mengetahui dan memastikan kesehatan saluran pencernaan pasien. Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan alat khusus yang disebut endoskop, yaitu alat berbentuk selang yang dilengkapi dengan senter dan kamera di bagian ujungnya.
Kamera tersebut akan menangkap gambar di dalam tubuh dan terhubung ke layar monitor sehingga dapat membantu dokter memantaunya. Simak penjelasan berikut ini untuk lebih memahami apa itu endoskopi, bagaimana prosedur, serta efek sampingnya.
Apa Itu Endoskopi?
Pemeriksaan endoskopi adalah tindakan medis dengan memasukkan endoskop atau selang tipis dan panjang secara langsung ke dalam tubuh melalui mulut atau dubur ke dalam saluran cerna guna mengamati organ dalam atau jaringan secara detail. Prosedur ini juga dapat digunakan untuk tujuan lain, termasuk operasi kecil. Dokter umum biasanya akan merujuk pasien dengan gejala tertentu untuk menjalani prosedur endoskopi.
Hal tersebut bertujuan untuk membantu dokter mengetahui gangguan kesehatan yang dialami pasien dan menentukan pengobatan yang tepat. Endoskopi modern telah terbukti sangat berguna di banyak bidang kedokteran karena memiliki kecenderungan minim risiko, memberikan gambar yang jelas, dan prosedur yang cepat.

Fungsi Endoskopi
Secara umum, tindakan endoskopi memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:
1. Memeriksa Gejala yang Dialami Pasien
Endoskopi adalah metode yang sangat berguna untuk memeriksa gejala-gejala yang dialami pasien dari suatu penyakit. Sebagai contoh, pemeriksaan endoskopi saluran cerna atas bisa membantu dokter memeriksa penyebab dari gejala mual, muntah, kesulitan menelan, hingga perdarahan saluran cerna.
2. Mendiagnosis Penyakit
Apabila penyebab dari keluhan pasien sudah diketahui, dokter kemudian dapat melakukan pengambilan sampel jaringan pada organ tubuh yang bermasalah atau biopsi dengan penjepit kecil yang terdapat pada endoskop. Sampel tersebut akan diperiksa lebih lanjut guna mengetahui kemungkinan penyakitnya.
3. Mengatasi Penyakit
Pada beberapa kasus, endoskopi adalah metode yang juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi suatu penyakit. Contoh penanganan penyakit yang bisa dilakukan dengan metode ini antara lain terapi laser atau ablasi gelombang mikro guna menghancurkan sel kanker, pembedahan saluran cerna, dan pemberian obat langsung pada organ yang bermasalah.
4. Skrining dan Pencegahan Kanker
Fungsi endoskopi berikutnya adalah sebagai skrining dan pencegahan kanker. Tindakan medis tersebut tidak hanya berguna untuk membantu dokter mendiagnosis suatu penyakit, melainkan juga untuk membantu mencegah penyebaran jaringan kanker jenis tertentu.
Apa Itu Endoskopi Saluran Cerna Atas?
Terdapat berbagai jenis endoskopi sesuai lokasi pemeriksaannya, salah satunya adalah endoskopi saluran cerna atas atau upper gastrointestinal endoscopy. Endoskopi saluran cerna atas adalah prosedur untuk melihat saluran pencernaan bagian atas secara visual, meliputi kerongkongan, perut, hingga usus dua belas jari. Prosedur ini disebut juga dengan esophagogastroduodenoscopy (EGD).
Fungsi Endoskopi Saluran Cerna Atas
Dokter menggunakan endoskopi saluran cerna atas untuk membantu mendiagnosis dan mengobati gejala serta kondisi yang memengaruhi kerongkongan, lambung, dan usus bagian atas atau duodenum. Endoskopi saluran cerna atas dapat membantu menemukan penyebab dari gejala-gejala seperti:
-
Sensasi nyeri ulu hati terus-menerus.
-
Mual dan muntah.
-
Kembung berkepanjangan dan bersendawa.
-
Perdarahan.
-
Nyeri.
-
Masalah saat menelan.
-
Penurunan berat badan yang tak dapat dijelaskan.
Adapun beberapa penyakit yang bisa dideteksi menggunakan prosedur endoskopi adalah:
-
Gastroesophageal reflux disease (GERD).
-
Kanker.
-
Borok.
-
Peradangan atau pembengkakan.
-
Kelainan prakanker seperti Barrett’s esophagus.
-
Penyempitan kerongkongan.
-
Penyumbatan.
Selain itu, dokter juga menggunakan endoskopi saluran cerna atas untuk:
-
Mengobati kondisi seperti varises esofagus dan perdarahan dari bisul.
-
Melebarkan penyempitan kerongkongan.
-
Mengambil benda, termasuk makanan atau lainnya yang mungkin tersangkut di saluran pencernaan bagian atas.
-
Menghilangkan polip atau pertumbuhan lainnya.
-
Menempatkan tabung pengisi atau tabung drainase.
Selain dari fungsi-fungsi di atas, saat ini endoskopi juga diketahui mulai digunakan untuk prosedur penurunan berat badan bagi beberapa orang dengan kondisi obesitas.
Prosedur Endoskopi Saluran Cerna Atas
Prosedur endoskopi dapat berlangsung sekitar 15 sampai 30 menit. Selama tindakan, pasien tidak akan merasakan apa pun. Pasalnya, pasien akan tertidur dengan pulas akibat dari pemberian obat bius. Sebelum menjalani prosedur endoskopi saluran cerna atas di klinik ataupun rumah sakit, pasien perlu menginformasikan kepada dokter terkait riwayat kesehatannya, termasuk alergi, obat, maupun vitamin yang dikonsumsi.
Selanjutnya, dokter akan meminta pasien untuk berpuasa selama 6–8 jam dengan tujuan agar lambung benar-benar kosong. Jika tidak, dokter akan kesulitan memeriksa dengan jelas karena saluran cerna tertutup dengan makanan atau minuman. Kemudian, pasien akan diberikan obat penenang melalui infus supaya lebih nyaman selama tindakan dilakukan.
Pasien juga mungkin diberikan bius cair berbentuk obat kumur atau semprotan guna membuat tenggorokan mati rasa dan mencegah pasien tersedak selama prosedur. Dalam beberapa kasus, endoskopi dapat dilakukan tanpa pembiusan.
Pasien akan diminta berbaring miring di atas meja operasi. Lalu, dokter dengan hati-hati akan memasukkan alat endoskop ke dalam kerongkongan pasien menuju perut dan duodenum (usus dua belas jari). Kamera kecil yang terpasang pada endoskop akan mengirimkan gambar ke monitor yang memungkinkan dokter terus memantau melalui layar. Selama tindakan, dokter mungkin akan:
-
Melakukan biopsi.
-
Menghentikan perdarahan pada saluran pencernaan.
-
Melakukan prosedur lain, seperti melebarkan penyempitan saluran pencernaan.
Setelah Menjalani Endoskopi
Setelah endoskopi dilakukan, pasien akan diminta untuk menunggu 1–2 jam di rumah sakit hingga efek obat biusnya hilang. Dokter juga akan memberikan arahan terkait perawatan pascaendoskopi. Selanjutnya, pasien diperbolehkan untuk pulang pada hari itu juga.
Setelah endoskopi, pasien mungkin akan merasakan kembung atau mual dalam waktu singkat. Sakit tenggorokan pun umum terjadi. Namun, kondisi tersebut akan membaik dengan sendirinya setelah 1 sampai 2 hari. Hasil pemeriksaan endoskopi saluran cerna atas pun bisa diperoleh oleh pasien dalam waktu yang relatif singkat.
Risiko Komplikasi dan Efek Samping Endoskopi
Endoskopi adalah prosedur yang tergolong aman. Namun, seperti prosedur medis lainnya, tetap ada efek samping dari tindakan ini. Pada kasus langka, komplikasi yang dapat terjadi meliputi:
-
Perdarahan, terutama jika melibatkan biopsi atau prosedur lain untuk mengobati masalah sistem pencernaan.
-
Perforasi (lubang atau luka) di lapisan saluran cerna atas.
-
Reaksi abnormal terhadap obat penenang, seperti masalah pernapasan atau jantung.
Perdarahan akibat prosedur endoskopi biasanya berupa perdarahan kecil dan bisa berhenti tanpa pengobatan. Sementara itu, kasus perforasi cukup jarang ditemukan. Namun, jika terjadi, maka dibutuhkan tindakan operasi untuk mengatasinya. Dalam penanganan reaksi abnormal terhadap obat penenang, dokter dapat menggunakan obat-obatan atau cairan IV selama atau pascaprosedur.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan ke dokter apabila mengalami salah satu gejala di bawah ini setelah menjalani endoskopi saluran cerna atas:
-
Nyeri dada.
-
Terdapat masalah pernapasan.
-
Demam.
-
Masalah menelan atau sakit tenggorokan yang semakin parah.
-
Muntah, terutama jika mengandung darah atau seperti bubuk kopi.
-
Sakit pada perut semakin parah.
-
Feses berwarna hitam atau berdarah.
Demikian penjelasan mengenai apa itu endoskopi. Perlu diingat bahwa tindakan medis ini hanya akan direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya. Dokter tentu akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini.
Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai prosedur endoskopi atau mengalami keluhan berupa rasa nyeri pada perut disertai perut kembung yang tak kunjung membaik, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis dan saran penanganan yang tepat.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk memeriksa jadwal dokter, melakukan pemesanan janji temu dengan dokter terkait, dan mengakses hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang untuk pengalaman layanan kesehatan yang lebih mudah dan efisien.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Medan
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Sabtu, 30 Mei 2026
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini






