Ibu dan Anak
Pertolongan Pertama Anak Muntah untuk Meredakan Kondisinya

Table of Contents
Ada sejumlah cara mengatasi anak muntah yang perlu dilakukan oleh orang tua sebagai upaya pertolongan pertama. Utamanya, orang tua harus bersikap tenang sembari menemani si kecil muntah hingga tuntas. Selain itu, cari tahu faktor pemicu anak muntah. Pasalnya, bisa saja kondisi ini menandakan adanya infeksi dan gangguan kesehatan tertentu. Mari simak artikel berikut ini untuk mengetahui pertolongan pertama anak muntah.
Pertolongan Pertama Anak Muntah
Ketika si kecil mengalami muntah, orang tua tentu merasa khawatir. Namun, usahakan untuk bersikap tenang agar tidak menciptakan kepanikan pada si kecil. Berikut adalah beberapa cara mengatasi muntah pada anak yang bisa diterapkan di rumah sebagai langkah pertolongan pertama.
1. Bersikap Tenang
Ketika anak sedang muntah, orang tua diharapkan untuk tetap bersikap tenang agar anak merasa nyaman dan tidak memperburuk keadaan. Rasa panik cenderung membuat seseorang mengambil tindakan yang kurang tepat sehingga berisiko memperparah kondisi anak. Kehadiran orang tua yang tenang akan membantu anak menjadi lebih rileks dan aman.
2. Biarkan Anak Muntah Sampai Selesai
Cara mengatasi anak muntah yang benar adalah membiarkan ia muntah sampai selesai. Jika perlu, orang tua dapat membantu menundukkan kepalanya, mengusap-usap punggungnya, dan mengikat rambutnya agar tidak terkena cairan muntah. Hindari memaksa anak untuk menahan muntah karena hal tersebut dapat membuat perutnya tidak nyaman.
Ketika anak muntah, pastikan tubuhnya berada dalam posisi duduk dengan kepala sedikit menunduk. Langkah ini penting untuk dilakukan agar makanan tidak masuk kembali ke tenggorokan yang dapat menyebabkan anak tersedak hingga kesulitan bernapas.
3. Mencukupi Kebutuhan Cairan Anak
Penanganan anak muntah yang tak kalah penting adalah memastikan anak tidak dehidrasi. Orang tua bisa memberikan air mineral untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat muntah. Jika kondisi anak sudah membaik dan tidak muntah selama 3-4 jam, berikan lebih banyak cairan secara perlahan.
4. Memberikan Oralit
Memberikan cairan oralit merupakan salah satu bentuk pertolongan pertama anak muntah terus-menerus. Cairan oralit membantu si kecil terhindar dari dehidrasi. Cairan oralit dapat dibuat sendiri dengan mencampurkan air dengan gula dan garam atau menggunakan oralit kemasan yang tersedia di apotek.
Larutan ini bermanfaat menggantikan cairan serta elektrolit tubuh yang hilang akibat muntah dan kepekatannya dapat membantu mengurangi frekuensi muntah. Namun, ada baiknya apabila orang tua berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan oralit pada anak.
5. Memberikan Minuman Jahe Hangat
Cara mengatasi anak muntah karena masuk angin bisa dilakukan dengan memberinya minuman jahe hangat. Rempah-rempah ini diketahui telah digunakan sebagai obat tradisional untuk membantu mengatasi muntah sejak dahulu. Orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai cara mengonsumsi jahe untuk anak secara tepat.
6. Biarkan Anak Istirahat
Setelah berhenti muntah, biarkan anak beristirahat dengan cukup karena tidur dapat membantu lambung menyelesaikan proses pencernaan makanan. Alhasil, rasa mual dan muntah pada anak dapat mereda. Selama fase ini, batasi kegiatan bermain anak untuk sementara waktu sampai kesehatan mereka pulih sepenuhnya.
7. Berkonsultasi dengan Dokter Anak
Setelah langkah-langkah di atas diterapkan, pantau kondisi anak selama beberapa waktu untuk melihat apakah anak menunjukkan gejala lain. Orang tua disarankan untuk segera membawa anak ke rumah sakit apabila si kecil mengalami muntah disertai beberapa gejala berikut:
-
Muntah disertai darah. Apabila terdapat darah pada muntahan anak atau muntah berwarna kehitaman, segera periksakan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.
-
Muntah disertai nyeri perut hebat. Kondisi ini bisa menjadi salah satu gejala radang usus buntu, terlebih jika anak merasakan nyeri di perut sebelah kanan.
-
Muntah tidak kunjung berhenti. Jika anak terus memuntahkan setiap makanan atau minuman yang masuk dalam tubuh, anak bisa mengalami dehidrasi berat dan membutuhkan penanganan medis dengan segera.
Penyebab Anak Muntah
Meski dapat disebabkan oleh beberapa kondisi medis dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter, terdapat sejumlah kondisi yang kerap menjadi penyebab anak muntah, di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Alergi Makanan
Muntah bisa menandakan bahwa anak memiliki alergi terhadap makanan tertentu, misalnya makanan laut, kacang-kacangan, telur, atau susu sapi. Gejala alergi dapat juga disertai dengan rasa gatal pada bagian tubuh, bibir bengkak, atau kesulitan bernapas.
2. Keracunan Makanan
Selain alergi makanan, keracunan makanan juga sering kali menyebabkan anak muntah. Keracunan dapat dipicu oleh makanan yang tidak higienis, tidak dimasak sampai matang, ataupun cara penyimpanan yang kurang tepat. Muntah akibat keracunan makanan umumnya terjadi beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut.
3. Radang Usus Buntu
Radang usus buntu atau apendisitis dapat menimbulkan gejala berupa demam, nyeri perut ulu hati, dan muntah. Nyeri akibat apendisitis dapat bertambah parah dan berpindah ke bagian perut sebelah kanan bawah. Apendisitis dikategorikan sebagai kondisi darurat yang harus segera ditangani.
Itulah sejumlah cara mengatasi anak muntah yang bisa orang tua terapkan di rumah. Perlu diingat bahwa informasi ini ditulis dengan tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan saran perawatan dari tenaga medis profesional. Langkah-langkah di atas adalah pertolongan pertama untuk mencegah kondisi anak semakin parah sehingga pemeriksaan oleh dokter untuk mengetahui penyebab pasti muntah tetap diperlukan.
Jika muntah tidak kunjung berhenti, segera konsultasikan kondisi anak dengan Dokter Spesialis Anak di Siloam Hospitals terdekat. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui penyebab anak muntah dan mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi di kecil.
Unduh aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai layanan Siloam Hospitals dengan lebih praktis, seperti pengecekan jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Unduh aplikasi MySiloam sekarang juga untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda dan keluarga.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini







