Mengenal Laparoskopi, Prosedur Pemeriksaan Perut dan Pinggul
Kesehatan Tubuh

Mengenal Laparoskopi, Prosedur Pemeriksaan Perut dan Pinggul

22 Januari 2026 4 menit waktu baca
laparoskopi adalah

Laparoskopi adalah tindakan medis yang bertujuan memeriksa dan mengobati kondisi organ perut dan panggul. Tindakan ini biasanya digunakan untuk memeriksa maupun mengobati sejumlah gangguan di kantung empedu, usus, atau rahim.

 

Laparoskopi disebut juga dengan lubang kunci, yaitu prosedur yang dilakukan dengan memasukkan alat laparoskop. Keunggulan dari laparoskopi adalah bisa menghindari sayatan besar yang biasanya dilakukan pada operasi konvensional. Mari ketahui lebih jauh tentang tindakan laparoskopi melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Laparoskopi?

 

Laparoskopi adalah prosedur untuk memeriksa dan mengobati sejumlah kelainan di organ perut dan panggul, seperti penyakit usus buntu, perlengketan, miom, dan kista. Tindakan ini juga juga bisa dilakukan untuk mengambil sampel jaringan biopsi.

 

Laparoskopi adalah prosedur yang dinilai lebih aman daripada laparotomi atau operasi bedah terbuka. Pasalnya, laparoskopi hanya membutuhkan sayatan yang sangat kecil sehingga luka operasi tidak begitu terlihat dan minim rasa sakit.

 

Apa Itu Tindakan Laparoskopi

 

Tujuan Laparoskopi

 

Dokter melakukan tindakan laparoskopi untuk menangani gangguan ataupun kelainan di organ perut dan panggul. Secara lebih spesifik, tujuan laparoskopi adalah sebagai berikut:

 

  • Memeriksa atau mengangkat tumor dan kista di dalam perut atau panggul.
  • Mengangkat jaringan atau organ tubuh yang mengalami gangguan, seperti rahim, usus buntu, kantung empedu, atau indung telur.
  • Menangani kehamilan ektopik, endometriosis, atau penyakit radang panggul.
  • Melakukan pemeriksaan terhadap kista, miom, perlengketan, atau infeksi pada organ reproduksi yang mengakibatkan wanita sulit hamil.
  • Mendeteksi penyebab rasa nyeri di panggul.
  • Menangani hernia.
  • Mengambil sampel jaringan untuk dilakukan pemeriksaan biopsi.
  • Membantu dokter melakukan operasi steril pada wanita.

 

Kapan Laparoskopi Diperlukan?

 

Laparoskopi adalah tindakan medis yang biasanya direkomendasikan oleh dokter jika pasien merasakan beberapa keluhan, seperti:

 

  • Rasa nyeri pada panggul atau perut, ketidaknyamanan, atau perut kembung yang tak kunjung membaik setelah dilakukan pengobatan.
  • Adanya fibroid yang menimbulkan nyeri menstruasi hebat.
  • Memiliki riwayat infertilitas.
  • Nyeri panggul kronis.
  • Menderita penyakit radang panggul.

 

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Laparoskopi

 

Laparoskopi adalah prosedur yang tidak dianjurkan untuk beberapa pasien dengan kondisi sebagai berikut:

 

  • Menderita kelainan pembekuan darah.
  • Menderita obstruksi (penyumbatan) usus.
  • Menderita obesitas morbid.
  • Dalam masa kehamilan.
  • Menderita penyakit parah atau stadium akhir sehingga tidak dapat menerima bius.
  • Menderita penyakit jantung atau paru yang sudah parah.
  • Menderita kanker stadium lanjut pada organ perut.
  • Menderita aneurisma aorta abdominal.

 

Persiapan Laparoskopi

 

Sebelum menjalani laparoskopi, dokter akan melakukan anamnesis terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien serta pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Dokter juga akan meminta pasien menjalani tes penunjang, seperti tes darah, rontgen, EKG (elektrokardiogram), dan tes fungsi paru.

 

Beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pasien sebelum menjalani laparoskopi adalah sebagai berikut:

 

  • Memberitahukan kepada dokter jika sedang hamil atau merencanakan kehamilan.
  • Memberitahu dokter jika memiliki alergi terhadap obat-obatan tertentu.
  • Menghentikan atau mengganti dosis konsumsi obat-obatan tertentu.
  • Memberitahu dokter apabila mempunyai alergi terhadap lateks.
  • Menghentikan kebiasaan merokok.
  • Berpuasa selama 6–12 jam (atau sesuai anjuran dokter) sebelum tindakan.
  • Mengosongkan kandung kemih sebelum memulai operasi.

 

Tindakan Laparoskopi

 

Operasi laparoskopi umumnya memakan waktu selama 30–60 menit. Berikut adalah beberapa tahapan yang dilakukan dokter dalam bedah laparoskopi:

 

  • Pertama-tama, dokter akan membuat sayatan kecil dengan ukuran 1–1,5 cm di pusar untuk memasukkan laparoskop.
  • Kemudian, dokter memasukkan alat selang kecil yang disebut kanula untuk menggembungkan perut pasien dengan gas karbondioksida untuk melihat kondisi perut secara lebih jelas.
  • Lalu dokter akan memasukkan laparoskop pada bagian pusar dan beberapa peralatan medis lain yang dibutuhkan melalui 1 atau 2 sayatan kecil tambahan pada sisi kanan atau kiri perut.
  • Selama proses berlangsung, dokter akan memantau kondisi organ dalam perut melalui layar monitor.
  • Bedah laparoskopi akan diselesaikan dengan, menutup sayatan menggunakan jahitan, dan membalut luka dengan perban.

 

Perawatan Pasca Laparoskopi

 

Laparoskopi adalah tindakan operasi minimal invasif, sehingga perawatan setelah operasi tidak memerlukan waktu lama, yakni sekitar satu hari saja. Setelahnya, pasien akan diperbolehkan pulang dan bisa beraktivitas seperti biasa. Pemulihan pasien laparoskopi tergolong cukup singkat, selama pasien tidak mengalami komplikasi tertentu ketika operasi.

 

Risiko Komplikasi Laparoskopi

 

Laparoskopi termasuk prosedur yang aman dilakukan. Namun, beberapa pasien biasanya mengalami efek samping ringan setelah operasi, seperti mual, muntah, infeksi, dan memar. Sementara itu, beberapa komplikasi lain yang bisa terjadi selama operasi adalah:

 

  • Reaksi alergi terhadap obat bius.
  • Terjadinya emboli akibat masuknya gas karbondioksida ke dalam pembuluh darah.
  • Terbentuknya gumpalan di dalam pembuluh darah.
  • Kerusakan pembuluh darah.
  • Kerusakan pada organ tertentu, seperti usus dan kandung kemih.

 

Itulah informasi seputar operasi laparoskopi yang perlu Anda ketahui. Apabila Anda merasakan gejala yang tidak biasa di area perut dan panggul, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter kami.


Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait. Atau, download aplikasi MySiloam untuk dapat mengakses semua fitur kesehatan yang Anda butuhkan dengan mudah dan cepat. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 3

Dokter Kami
dr-widjoyo-spb

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Widjoyo, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-roland-octavianus-karema-spb

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Roland Octavianus Karema, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ade-chandra-spb

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ade Chandra, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail