Mioma Uteri: Tumor Jinak pada Rahim yang Perlu Diwaspadai!
Kesehatan Tubuh

Mioma Uteri: Tumor Jinak pada Rahim yang Perlu Diwaspadai!

18 Juni 2025 4 menit waktu baca
Mioma uteri adalah

Miom, leiomyoma, fibroid rahim, atau mioma uteri adalah kondisi medis berupa tumbuhnya jaringan tidak normal atau tumor di bagian dalam maupun luar rahim. Mioma uteri terdiri dari jaringan otot dan fibrosa. Tidak seperti kanker yang ganas, mioma uteri adalah tumor yang bersifat jinak.

 

Walaupun bersifat jinak, mioma uteri tetap perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan komplikasi lain jika tidak segera ditangani. Beberapa komplikasi mioma uteri adalah anemia, gangguan pertumbuhan janin pada ibu hamil, keguguran, terhambatnya sirkulasi darah, dan lain sebagainya. Simak penjelasan lengkap mengenai mioma uteri melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa Itu Mioma Uteri?

 

Mioma uteri, disebut juga sebagai fibroid rahim, adalah salah satu jenis penyakit organ reproduksi wanita berupa tumbuhnya tumor jinak di bagian dalam maupun luar rahim. Mioma uteri sering kali muncul pada bagian dinding dan permukaan rahim. Ukuran tumor jinak yang tumbuh pada organ rahim ini umumnya beragam, mulai dari seukuran kelereng hingga bola tenis.

 

Mioma uteri adalah kondisi medis yang dapat dialami oleh wanita di berbagai kalangan usia. Namun, mioma uteri lebih sering dialami oleh wanita yang telah memasuki masa pra-menopause.

 

Beberapa wanita sering kali tidak menyadari kondisi ini karena mioma uteri jarang menimbulkan gejala spesifik. Sebagian besar kasus mioma uteri bahkan tidak sengaja ditemukan ketika pengidapnya melakukan pemeriksaan melalui tindakan USG (ultrasonografi).

 

Penyebab Mioma Uteri

 

Penyebab mioma uteri hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena mioma uteri, di antaranya:

 

  • Riwayat keluarga dengan kondisi mioma uteri.

  • Berusia lebih dari 40 tahun.

  • Belum pernah hamil.

  • Mendapatkan siklus menstruasi pertama kali di usia yang tergolong muda, yaitu di bawah 12 tahun.

  • Obesitas atau berat badan berlebih.

  • Kebiasaan merokok.

  • Konsumsi alkohol berlebih.

  • Wanita ras kulit hitam. Wanita ras kulit hitam cenderung berisiko tinggi terkena mioma uteri dibandingkan dengan wanita ras lain. Wanita ras kulit hitam kerap mengalami mioma uteri saat berusia muda karena faktor genetik dan hormon.

  • Gangguan hormon reproduksi, yaitu estrogen dan progesteron.

  • Kekurangan vitamin D.

 

Gejala Mioma Uteri

 

Mioma uteri sering tidak menimbulkan gejala spesifik sehingga penderitanya akan kesulitan untuk menyadari kondisi ini. Namun, beberapa gejala umum dari mioma uteri adalah sebagai berikut:

 

  • Perut terasa begah dan membesar.

  • Sering buang air kecil. Gejala ini akan timbul apabila mioma uteri menekan kandung kemih.

  • Sembelit atau konstipasi. Gejala ini akan timbul apabila mioma uteri menekan usus besar.

  • Nyeri haid.

  • Volume darah yang keluar saat haid melebihi batas normal.

  • Siklus menstruasi berlangsung lebih lama dari biasanya.

  • Nyeri panggul yang tidak kunjung sembuh.

 

Diagnosis Mioma Uteri

 

Beberapa tindakan yang dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis mioma uteri adalah:

 

  • Wawancara medis. Dokter akan menanyakan gejala yang dikeluhkan dan riwayat penyakit keluarga.

  • Pemeriksaan fisik. Ini dilakukan dengan memeriksa keadaan perut dan panggul untuk memastikan gejala fisik dari mioma uteri.

  • Pemeriksaan USG (ultrasonografi), yaitu pemeriksaan menggunakan gelombang suara untuk mendapatkan gambar rahim.

  • Magnetic Resonance Imaging (MRI), yaitu pemeriksaan menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk melihat ukuran dan lokasi mioma uteri.

  • Histeroskopi. Ini dilakukan dengan memasukkan selang tipis dan lentur yang dilengkapi oleh kamera melalui vagina untuk memeriksa kondisi rahim.

 

Penanganan Mioma Uteri

 

Penanganan mioma uteri akan dilakukan oleh dokter melalui beberapa tindakan medis, di antaranya:

 

  • Meresepkan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau parasetamol.

  • Pemeriksaan USG, dilakukan secara berkala untuk memantau pertumbuhan mioma uteri.

  • Terapi hormon, terapi ini umumnya menggunakan hormon sintetis progestin atau GnRH (gonadotropin releasing hormone).

  • Miomektomi, yaitu prosedur operasi miom yang dilakukan untuk mengangkat mioma uteri. Dokter biasanya akan memilih tindakan ini untuk menangani pasien dengan ukuran mioma uteri yang besar atau masih berusia muda dan berencana melakukan program hamil.

  • Histerektomi, yaitu prosedur pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat rahim. Tindakan ini dilakukan untuk menangani pasien mioma uteri yang sudah tidak dalam usia subur dan memiliki gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

 

Operasi miom, yakni miomektomi dan histerektomi, juga dapat dilakukan dengan teknik bedah robotik (robotic surgery), yaitu teknik bedah minimal invasif dengan sistem robotik untuk menangani kasus kompleks pada area yang sulit dijangkau. 

 

Sistem robotik ini menerjemahkan gerakan tangan dokter secara real-time untuk menggerakkan instrumen bedah dengan presisi dan fleksibel, sehingga pasien dapat mencapai pemulihan dengan cepat dan minim risiko.

 

Pencegahan Mioma Uteri

 

Pencegahan mioma uteri umumnya dilakukan untuk menghindari faktor pemicunya. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya mioma uteri adalah sebagai berikut:

 

  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur dan berkala. Anda bisa melakukan aktivitas ringan, seperti jalan pagi, berenang, bersepeda, dan lain-lain.

  • Berhenti merokok.

  • Membatasi konsumsi alkohol.

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

  • Menghindari konsumsi makanan tinggi gula dan tinggi lemak.. 

 

Siloam Hospitals kini menghadirkan Da Vinci Xi Robotic Surgery, teknologi robotik terbaru yang digunakan dalam prosedur pembedahan mioma uteri dan berbagai tindakan bedah lainnya. Dengan kamera 3D HD yang mampu memperbesar objek hingga 10x, visualisasi area operasi pun menjadi lebih jelas.

 

Didukung oleh dokter yang terlatih dan bersertifikasi, teknik robotic surgery ini dapat memberikan hasil bedah yang lebih konsisten dan akurat, pemulihan yang lebih cepat, dan risiko komplikasi yang lebih rendah. Pasien juga dapat merasakan pengalaman yang lebih nyaman dan optimal. 

 

Penting untuk diketahui bahwa penyebab dan gejala yang disebutkan di atas tidak selalu menunjukkan adanya mioma uteri. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. 

 

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Anda juga dapat memperoleh informasi mengenai Da Vinci Xi Robotic Surgery di Siloam Hospitals Kebon Jeruk.

 

Sebagai informasi tambahan, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan mioma uteri di setiap rumah sakit dapat bervariasi, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan setiap pasien.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 4

Dokter Kami
dr-ferdhy-suryadi-suwandinata-spog-kfer

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ferdhy Suryadi Suwandinata, SpOG-KFER

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail