Mengenal Hernia, Penyebab, Gejala, hingga Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Hernia, Penyebab, Gejala, hingga Pengobatannya

02 April 2026 6 menit waktu baca
Apa itu Hernia? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Penyakit hernia adalah kondisi medis ketika organ dalam tubuh keluar melalui dinding otot atau jaringan yang membuat bagian tubuh tertentu tampak menonjol, seperti pada paha atau selangkangan. Kondisi ini terjadi ketika otot-otot di sekitar area tersebut melemah.

 

Adapun gejala hernia yang biasanya dialami oleh penderitanya yaitu perut terasa penuh dan nyeri yang dapat disertai dengan demam hingga muntah. Sebagian besar kasus hernia tidak mengancam nyawa, namun tetap memerlukan penanganan medis karena kondisi ini tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Simak penjelasan mengenai apa itu hernia, penyebab, hingga cara mencegahnya melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Hernia?

 

Penyakit hernia atau dikenal juga sebagai turun berok adalah kondisi medis berupa keluarnya organ dalam tubuh melalui dinding otot atau jaringan di sekitarnya yang melemah. Hernia dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, tetapi yang paling umum adalah hernia inguinal (pangkal paha), hernia umbilikalis (pusar), dan hernia insisional (dinding perut).

 

Hernia adalah penyakit yang perlu segera ditangani karena berisiko menyumbat aliran darah dan memicu kematian jaringan (gangrene). Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, kondisi ini dapat terus berkembang dan memperburuk keadaan pasien hingga menyebabkan kematian.

 Apa Itu Hernia

 

Penyebab Hernia

 

Penyebab turun berok adalah karena melemahnya dinding otot atau jaringan ikat di sekitar organ dalam tubuh. Adapun sejumlah faktor yang menyebabkan melemahnya jaringan ikat dan memicu penyakit hernia adalah sebagai berikut:

 

  • Bertambahnya usia.

  • Pernah mengidap penyakit hernia.

  • Mengangkat beban berat berlebih.

  • Berat badan berlebih (obesitas).

  • Sembelit kronis.

  • Pernah menjalani operasi pada bagian perut.

  • Batuk kronis, yang biasanya dialami oleh seseorang dengan kebiasaan merokok.

  • Bayi prematur atau memiliki berat badan lahir rendah (BBLR).

 

Gejala Hernia

 

Gejala hernia pada tahap awal umumnya tidak disertai rasa nyeri. Namun, munculnya gangguan aliran darah akibat adanya organ terjepit turut mengakibatkan rasa nyeri yang termasuk dalam kondisi darurat medis. Di samping itu, gejala hernia cenderung bervariasi sesuai dengan bagian tubuh yang terdampak. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai gejala hernia:

 

1. Hernia Inguinalis

 

Hernia inguinalis adalah jenis hernia yang umum dan terjadi di daerah pangkal paha (inguinal), ketika organ atau jaringan tubuh menonjol melalui otot-otot perut atau dinding perut yang melemah. Jenis penyakit hernia ini sering kali dialami oleh pria. Hernia inguinalis ditandai dengan beberapa gejala berikut:

 

  • Munculnya benjolan pada selangkangan. Namun, benjolan tersebut dapat menghilang saat sedang berbaring.

  • Selangkangan terasa penuh, berat, dan panas.

  • Nyeri dan bengkak pada skrotum atau kantung buah zakar pada pria.

 

2. Hernia Femoralis

 

Hernia femoralis merupakan jenis hernia yang terjadi ketika jaringan atau sebagian usus keluar ke paha atas bagian dalam. Kondisi ini sering dialami oleh wanita dengan berat badan berlebih. Sejumlah gejala hernia femoralis antara lain:

 

  • Munculnya benjolan pada paha atas bagian dalam.

  • Nyeri pada selangkangan saat berdiri, batuk, atau berolahraga.

  • Mual dan muntah.

  • Nyeri pada perut.

 

3. Hernia Umbilikalis

 

Hernia umbilikalis adalah kondisi ketika sebagian usus atau jaringan keluar melalui dinding otot di dekat pusar. Hernia umbilikalis kerap dialami oleh bayi karena lubang pada tali pusatnya belum menutup dengan sempurna. Gejala umum dari hernia umbilikalis antara lain:

 

  • Sembelit.

  • Demam.

  • Muntah.

  • Perut terasa penuh.

  • Pusar menonjol dan berwarna kemerahan.

  • Perut terasa penuh dan nyeri saat ditekan.

 

4. Hernia Insisional

 

Hernia insisional merupakan jenis penyakit hernia yang terjadi ketika sebagian usus atau jaringan lunak lainnya menembus dinding otot yang terdapat bekas luka operasi perut. Hernia insisional dapat menimbulkan gejala berupa:

 

  • Sembelit.

  • Munculnya benjolan di sekitar bekas luka operasi.

  • Nyeri di sekitar benjolan.

  • Demam.

  • Mual dan muntah.

 

5. Hernia Hiatus

 

Hernia hiatus atau hernia diafragma merupakan kondisi ketika sebagian lambung masuk melalui diafragma yang memisahkan rongga dada dengan rongga perut. Penderita hernia hiatus umumnya mengeluhkan beberapa gejala berikut:

 

 

6. Hernia Diafragma Kongenital

 

Hernia diafragma kongenital atau congenital diaphragmatic hernia adalah jenis hernia bawaan lahir karena rusaknya diafragma yang menyebabkan organ abdomen janin masuk ke dalam rongga dada. Sejumlah gejala hernia diafragma kongenital di antaranya:

 

  • Kesulitan bernapas.

  • Laju pernapasan sangat cepat (takipnea).

  • Jantung berdetak sangat cepat (takikardia).

  • Kulit berwarna kebiruan.

 

7. Hernia Epigastrik

 

Hernia epigastrik adalah jenis hernia yang terjadi di daerah epigastrium, yaitu bagian tengah atas perut, di antara tulang dada dan pusar. Hernia ini terjadi ketika organ atau jaringan tubuh menonjol melalui otot-otot perut yang melemah di area tersebut. Berikut adalah gejala umum dari hernia epigastrik.

 

  • Munculnya benjolan di atas pusar.

  • Nyeri dan sensasi seperti terbakar pada benjolan.

  • Nyeri pada perut ketika membungkuk, batuk, atau mengangkat beban.

 

8. Hernia Spigelian

 

Hernia spigelian terjadi ketika sebagian usus menembus jaringan ikat (spigelian fascia) yang berada pada bagian luar otot rektus abdominis (otot yang terdapat pada tulang rusuk hingga tulang panggul). Gejala umum dari hernia spigelian adalah:

 

  • Munculnya benjolan pada bagian bawah atau samping pusar.

  • Sembelit.

  • Nyeri pada perut, terutama saat sedang buang air besar, mengangkat beban berat, atau berolahraga.

 

Diagnosis Hernia

 

Langkah awal yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis hernia atau turun berok adalah dengan wawancara medis serta pemeriksaan fisik. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan jenis hernia yang dialami oleh pasien. Adapun sejumlah pemeriksaan penunjang yang dilakukan dalam mendiagnosis hernia adalah sebagai berikut:

 

 

Cara Mengobati Hernia

 

Dokter akan menentukan metode pengobatan hernia berdasarkan tingkat keparahannya. Jika tergolong ringan, dokter dapat mengembalikan organ yang menonjol dengan jari tangan (reduksi). Sementara itu, untuk menangani kasus hernia yang parah, dokter akan melakukan tindakan operasi guna mengembalikan organ dalam ke tempat semula.

 

Adapun sejumlah tindakan operasi yang umum dilakukan sebagai cara mengatasi hernia adalah sebagai berikut:

 

  • Laparotomi: Prosedur pembedahan dengan membuat sayatan pada perut. Umumnya dilakukan untuk menangani kondisi darurat atau kondisi yang rumit.

  • Laparoskopi: Prosedur minimal invasif dengan membuat sayatan kecil di sekitar pusar.

 

Seiring dengan perkembangan teknologi medis, hernia kini juga dapat ditangani dengan menggunakan bantuan sistem bedah robotik. Teknologi ini melibatkan instrumen bedah yang digerakkan dengan sangat akurat oleh robot, berdasarkan gerakan tangan dokter secara langsung (real time).

 

Bedah robotik hernia (robotic hernia surgery) memberikan keunggulan berupa tingkat presisi, fleksibilitas, dan kontrol yang optimal selama prosedur berlangsung, sehingga proses operasi menjadi lebih aman dan dapat mempercepat masa pemulihan pasien.

 

Cara Mencegah Hernia

 

Terdapat beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya turun berok atau hernia, seperti mengonsumsi makanan tinggi serat dan beberapa langkah berikut:

 

  • Hindari mengangkat beban berat berlebih.

  • Jaga berat badan ideal.

  • Olahraga secara rutin.

  • Segera periksakan diri ke dokter apabila mengidap batuk yang tidak kunjung sembuh.

  • Konsumsi makanan tinggi serat untuk mencegah terjadinya sembelit.

 

Informasi dalam artikel ini tidak bisa menggantikan diagnosis atau saran dari dokter karena setiap individu memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. Penanganan tepat hanya dapat diberikan setelah pemeriksaan medis oleh tenaga medis profesional.

 

Jika Anda mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, seperti muncul benjolan pada bagian tubuh tertentu, nyeri perut, hingga kesulitan bernapas, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Umum di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. 

 

Sebagai informasi, Siloam Hospitals kini menghadirkan teknologi bedah robotik generasi terbaru, Da Vinci Xi Robotic Surgery, untuk menangani hernia dan berbagai penyakit lainnya. Da Vinci Xi dilengkapi dengan fitur kamera 3D HD (high definition) yang mampu memperbesar objek hingga 10 kali lipat, sehingga dokter bedah dapat melihat area operasi dengan sangat jelas, detail, dan akurat.

 

Teknologi bedah robotik memungkinkan tindakan bedah minimal invasif dengan hasil yang lebih presisi. Didukung oleh dokter berpengalaman dan sudah tersertifikasi, pasien dapat merasakan pengobatan hernia dengan pengalaman pemulihan yang lebih cepat, bekas luka yang lebih kecil, dan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi selama proses perawatan. Lebih lanjut, Anda dapat memperoleh informasi mengenai Da Vinci Xi Robotic Surgery di Siloam Hospitals Kebon Jeruk.

 

Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih praktis dan efisien, unduh aplikasi MySiloam sekarang. Melalui MySiloam, Anda dapat mengecek jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta mengakses hasil pemeriksaan medis secara online. Unduh MySiloam sekarang untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 4

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail