Pola Hidup Sehat
Mengenal Fungsi Skrotum dan Gangguan yang Bisa Terjadi

Table of Contents
Skrotum adalah salah satu komponen penting dalam sistem reproduksi pria. Fungsi skrotum yang utama adalah melindungi testis yang bertanggung jawab dalam memproduksi dan menyimpan sperma.
Itulah sebabnya, kualitas sperma pria salah satunya dipengaruhi oleh kesehatan skrotum. Apabila terjadi gangguan pada skrotum, maka pria berisiko mengalami ketidaksuburan (infertilitas). Mari simak penjelasan lebih lanjut mengenai fungsi skrotum di bawah ini.
Apa itu Skrotum?
Skrotum adalah kantong kulit yang menggantung di bawah pangkal penis. Kantong ini berisikan dua kelenjar berbentuk oval, yaitu testis. Skrotum berada di luar tubuh karena testis memerlukan temperatur yang lebih dingin dibanding suhu tubuh untuk memproduksi sperma. Skrotum dikenal juga dengan sebutan kantung buah zakar.
Anatomi Skrotum
Skrotum merupakan kantong kecil yang terdiri dari beberapa bagian dengan fungsi berbeda-beda. Berikut adalah penjelasan lebih detail mengenai anatomi skrotum pada sistem reproduksi pria.
A. Testis
Testis (buah zakar) adalah bagian dari organ reproduksi pria yang menghasilkan hormon testosteron. Selain itu, testis juga terdiri dari tubulus dan sel yang memproduksi sperma (spermatozoa). Nantinya, sperma tersebut akan dipindahkan ke epididimis melalui vas deferens.
B. Epididimis
Epididimis merupakan organ berbentuk tabung melingkar yang berfungsi untuk menyimpan sperma hingga matang, umumnya membutuhkan waktu sekitar 60–80 hari. Fungsi lainnya adalah membantu pergerakan sperma melalui saluran reproduksi dengan cara menyerap cairan berlebih dari testis.
C. Tali Sperma
Tali sperma, disebut juga dengan korda spermatika adalah bagian skrotum yang mengandung pembuluh darah, pembuluh getah bening, saraf, serta tabung vas deferens. Bagian ini bertanggung jawab untuk mengeluarkan sperma dari epididimis ke saluran ejakulasi.
D. Otot Kremaster
Otot kremaster berada di sekeliling testis dan tali sperma. Otot ini berperan dalam membantu pergerakan testis untuk mendekat dan menjauh dari tubuh agar suhunya tetap ideal. Inilah alasannya mengapa skrotum tampak menggantung lebih rendah saat kondisi hangat dan lebih dekat dengan tubuh dalam suhu dingin.
Seluruh struktur anatomi skrotum di atas terbungkus dalam lapisan dinding kulit yang terdiri dari beberapa komponen, meliputi:
-
Otot halus (dartos fascia), berfungsi untuk membesarkan dan mengencangkan kulit skrotum saat bergerak. Otot halus bekerja sama dengan otot kremaster.
-
Kulit tipis yang di dalamnya terdapat kelenjar keringat.
-
Membran serous (membran dasar dinding skrotum).
Mengenal Fungsi Skrotum
Pada dasarnya, fungsi skrotum adalah melindungi testis serta membantu menjaga suhu ideal pada testis. Berikut penjelasan selengkapnya.
-
Melindungi Testis
Fungsi skrotum yang pertama adalah melindungi testis atau buah zakar dan menunjang proses pematangan sperma. Hal ini bertujuan agar sejumlah hormon dari testis, seperti testosteron bisa terjaga kadarnya dengan baik. Namun selain testis, skrotum juga berfungsi untuk melindungi pembuluh darah dan saluran keluarnya sperma ketika pria berejakulasi.
-
Mengontrol Suhu Testis
Fungsi skrotum berikutnya adalah mengontrol suhu testis. Skrotum bertugas mempertahankan suhu testis, setidaknya 1–8 derajat Celcius lebih rendah dari suhu tubuh normal. Hal ini diperlukan untuk menjaga produksi sperma.
Gangguan pada Skrotum
Setelah mengetahui pentingnya fungsi skrotum bagi sistem reproduksi pria, maka menjaga kesehatan skrotum merupakan hal yang tak boleh terlewatkan. Pasalnya, masalah pada skrotum dapat meningkatkan risiko infertilitas pada pria. Adapun beberapa masalah kesehatan yang mengintai skrotum adalah sebagai berikut.
1. Varikokel
Varikokel adalah kondisi ketika sekumpulan pembuluh darah vena di skrotum mengalami pembengkakan. Adapun beberapa gejalanya adalah rasa nyeri ringan, dan testis terasa berat sebelah. Namun pada sejumlah kasus, varikokel mungkin tidak menimbulkan gejala.
Rasa nyeri akibat varikokel biasanya akan semakin memburuk seiring waktu namun bisa membaik ketika penderitanya berbaring. Kondisi ini perlu segera ditangani karena dapat menurunkan kualitas sperma, memperkecil testis, dan menyebabkan infertilitas pada pria.
2. Hidrokel
Hidrokel adalah penumpukan cairan di dalam rongga salah satu testis. Kondisi ini biasanya terjadi pada bayi baru lahir, namun bisa juga dialami oleh orang dewasa akibat peradangan atau cedera. Jika tidak segera ditangani, hidrokel dapat menyebabkan skrotum membengkak disertai nyeri hebat.
3. Torsio Testis
Torsio testis adalah kondisi ketika tali sperma atau korda spermatika terpuntir di dalam skrotum sehingga dapat menghambat suplai darah, distribusi sperma, serta fungsi saraf. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri hebat, pembengkakan di testis, posisi testis tidak pada tempatnya, sering buang air kecil, dan nyeri perut di bagian bawah.
Torsio testis termasuk ke dalam kondisi kegawatdaruratan medis karena jika tidak dilakukan penanganan segera, maka dapat terjadi iskemia testis akibat terputusnya suplai darah ke testis.
4. Orkitis
Orkitis adalah peradangan atau infeksi pada salah satu atau kedua testis yang paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti infeksi menular seksual (IMS). Kondisi ini dapat memicu rasa nyeri, bengkak, dan nyeri tekan pada testis.
5. Epididimitis
Epididimitis adalah kondisi ketika epididimis mengalami peradangan. Sama halnya dengan orkitis, kondisi ini juga lebih banyak disebabkan oleh IMS. Sejumlah gejala epididimitis, antara lain adalah nyeri tekan pada testis atau skrotum, rasa hangat dan kemerahan pada skrotum, serta keluar cairan abnormal dari penis.
6. Hernia Inguinalis
Hernia inguinalis terjadi ketika ada usus kecil yang menembus dinding perut dan menonjol ke bawah ke daerah inguinalis atau selangkangan. Gejala yang ditimbulkan dari kondisi ini, antara lain rasa nyeri terbakar, dan tidak nyaman di area kemaluan serta pembesaran skrotum.
7. Kanker Testis
Kanker testis terjadi saat terdapat sel-sel yang tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali di dalam jaringan testis. Pada sebagian besar kasus kanker testis, pertumbuhan sel abnormal tersebut dimulai dari sel yang memproduksi sperma. Kondisi ini biasanya ditandai dengan benjolan pada skrotum, rasa nyeri, serta penumpukan cairan pada skrotum.
Demikian penjelasan mengenai fungsi skrotum dan gangguan yang dapat menyerang bagian dari sistem reproduksi pria ini. Jika Anda memiliki keluhan terkait dengan sistem reproduksi atau masalah kesehatan lainnya, Anda dapat segera mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat dari dokter.
Ingin melihat jadwal dokter dan membuat janji temu? Praktis, gunakan fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam yang bisa diunduh secara gratis melalui gadget Anda. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Heru Harsojo Oentoeng, M.Repro, Sp.And, SubspSPAP(K), FECSM
Andrologi (Reproduksi Pria)
Subspesialis Konsultan Seksologi dan Pengobatan Anti-penuaan
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Pranikah Basic (Pria)
Skrining Pranikah, Skrining Pria & Wanita
15 Service/Item
Rp3.500.000
TERPOPULER
Skrining Pranikah Advance (Pria)
Skrining Pranikah, Skrining Pria & Wanita
22 Service/Item
Rp8.500.000
Paket Hidup Sehat 3 - Homecare
Tes Laboratorium & Medical Check Up Homecare
8 Service/Item
Rp2.199.000
TERPOPULER
Homecare Prima
6 Service/Item
Rp1.500.000







