Hidrokel - Penyebab, Gejala, Pengobatan, & Pencegahannya
Kesehatan Tubuh

Hidrokel - Penyebab, Gejala, Pengobatan, & Pencegahannya

02 Juni 2025 5 menit waktu baca
hidrokel adalah

\

Hidrokel adalah penumpukan cairan yang berlebihan, sehingga menyebabkan pembengkakan pada skrotum (kantung buah zakar). Kondisi ini dapat menyerang pria di segala usia, mulai dari bayi hingga dewasa. Hidrokel pada bayi merupakan kondisi umum yang tidak berbahaya dan bisa menghilang dengan sendirinya. Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai penyebab, gejala, dan cara mengobati hidrokel di sini.

 

Apa itu Hidrokel?

 

Hidrokel adalah kondisi ketika skrotum atau kantung buah zakar mengalami pembengkakan akibat penumpukan cairan. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, bahkan tidak menimbulkan rasa nyeri. Meski begitu, hidrokel dapat membuat penderitanya merasa tidak nyaman.

 

Hidrokel adalah kondisi yang lebih banyak dialami oleh bayi, bahkan ketika masih di dalam kandungan. Namun, kondisi ini juga tak jarang menyerang pria yang beranjak dewasa. Meski tidak berbahaya, penderita tetap perlu berkonsultasi dengan dokter terkait kondisi ini. 

 

Jenis-Jenis Hidrokel

 

Berdasarkan penyebabnya, hidrokel terbagi menjadi dua jenis, di antaranya:

 

  • Hidrokel nonkomunikan, yaitu kondisi yang terjadi ketika tidak ada celah di antara rongga perut dan skrotum. Dalam kondisi ini, cairan di dalam skrotum tidak dapat berpindah ke rongga perut.

  • Hidrokel komunikan, yaitu kondisi yang terjadi ketika kanal inguinal tidak menutup sehingga cairan di rongga perut dapat mengalir ke kantong skrotum dan dapat mengalir kembali ke rongga perut. Hidrokel komunikan dapat terjadi bersamaan dengan hernia inguinalis.

 

Penyebab Hidrokel

 

Penyebab hidrokel pada bayi dan pria dewasa berbeda. Masing-masing penjelasan mengenai penyebab hidrokel adalah sebagai berikut.

 

A. Penyebab Hidrokel pada Bayi

 

Penyakit hidrokel pada bayi umumnya disebabkan oleh kelainan perkembangan ketika berada dalam kandungan yang mengakibatkan penumpukan cairan dalam skrotum. Selama masa perkembangan, sepasang testis janin yang awalnya berada di rongga perut akan turun ke skrotum melalui celah di antara rongga perut dan skrotum bersama dengan cairan.

 

Pada kondisi normal, kanal inguinal akan menutup selama tahun pertama kelahiran sehingga cairan skrotum juga terserap secara bertahap ke dalam tubuh bayi. Namun, hidrokel menyebabkan kanal inguinal tidak menutup dengan baik, sehingga proses tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hasilnya, skrotum dipenuhi dengan cairan dan membengkak.

 

B. Penyebab Hidrokel pada Pria Dewasa

 

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya hidrokel pada pria dewasa adalah sebagai berikut:

 

  • Cedera atau benturan pada skrotum.

  • Operasi hernia inguinal.

  • Penyakit kaki gajah (filariasis).

  • Tumor testis.

  • Peradangan pada saluran sperma (epididimitis).

 

Faktor Risiko Hidrokel

 

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hidrokel adalah sebagai berikut:

 

 

Gejala Hidrokel

 

Hidrokel adalah kondisi yang kerap kali tidak menimbulkan rasa nyeri atau gejala apa pun. Satu-satunya gejala yang signifikan yaitu pembengkakan pada skrotum. Pada beberapa kasus, penderita hidrokel juga merasakan testis lebih berat dan penuh saat pagi hari daripada malam hari. Sejumlah gejala lain yang dapat menyertai hidrokel adalah timbul rasa nyeri, kemerahan pada skrotum, serta bagian bawah penis terasa tertekan. Pembengkakan juga bisa terjadi pada kedua sisi testis.

 

Pada jenis hidrokel nonkomunikan, ukuran area skrotum yang membengkak tidak akan berubah. Berbeda dengan tipe komunikan yang menyebabkan ukuran skrotum mengecil dan membesar di hari yang sama. Jika bagian yang bengkak ditekan, maka akan menyebabkan cairan bergerak dan berpindah ke rongga perut.

 

Segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut jika terjadi beberapa kondisi berikut ini:

 

  • Skrotum mengalami pembengkakan secara tiba-tiba dan cepat.

  • Merasakan nyeri hebat yang muncul secara tiba-tiba, meskipun skrotum tidak membengkak.

  • Hidrokel pada bayi tak kunjung menghilang meski sudah memasuki usia 1 tahun.

  • Nyeri atau pembengkakan pada skrotum dan muncul dalam beberapa jam setelah cedera.

 

Diagnosis Hidrokel

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada skrotum berupa:

 

  • Menekan skrotum yang membengkak untuk mengetahui tingkat kepadatannya.

  • Menekan perut dan skrotum untuk melihat apakah ada kemungkinan gejala hernia inguinal.

  • Menyinari testis dengan lampu yang cahayanya bisa menembus bagian dalam skrotum untuk memastikan apakah ada penumpukan cairan di dalamnya.

 

Apabila pembengkakan pada skrotum diketahui akibat infeksi, biasanya dokter akan menyarankan pasien menjalani tes urine dan tes darah untuk menegakkan diagnosis. Namun, jika pembengkakan diduga karena hernia atau tumor, maka dokter akan melakukan USG pada testis.

 

Komplikasi Hidrokel

 

Meski jarang terjadi, beberapa komplikasi yang bisa disebabkan oleh hidrokel adalah sebagai berikut:

 

  • Infeksi atau tumor yang berpotensi memengaruhi penurunan jumlah dan kualitas sperma.

  • Hernia inguinal, yaitu kondisi ketika sebagian kecil usus masuk ke dalam skrotum. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat membahayakan nyawa penderita jika tidak segera ditangani.

 

Cara Mengobati Hidrokel

 

Sebagian besar hidrokel, terutama pada bayi biasanya akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan dalam waktu satu tahun. Namun, jika dirasa memerlukan pemantauan dan penanganan, beberapa pilihan pengobatan hidrokel adalah sebagai berikut:

 

  • Operasi: Prosedur ini direkomendasikan kepada pasien yang mengalami nyeri pada skrotum, ukuran hidrokel terlalu besar, terdapat tanda-tanda infeksi, atau ketika hidrokel disertai tumor. Prosedur operasi ini tergolong operasi kecil. Setelahnya, pasien akan diberikan obat pereda nyeri, antibiotik, dan disarankan kontrol rutin untuk memeriksa kondisi hidrokel dan luka operasi.

  • Aspirasi jarum: Prosedur ini biasanya dilakukan pada pasien yang berisiko tinggi mengalami komplikasi saat menjalani operasi, misalnya pasien dengan penyakit jantung atau mengonsumsi obat pengencer darah. Aspirasi jarum dilakukan dengan cara memasukkan jarum melalui skrotum untuk mengeluarkan cairan di dalamnya.

 

Cara Mencegah Hidrokel

 

Hidrokel yang terjadi karena kelainan bawaan lahir tidak dapat dicegah. Namun, terjadinya hidrokel pada pria dewasa bisa dicegah. Beberapa upaya untuk mencegah hidrokel adalah sebagai berikut:

 

  • Mencegah penyebab yang mendasarinya seperti penyakit kaki gajah (filariasis) dengan menghindari bepergian ke tempat yang sedang mengalami wabah filariasis dan menjaga kebersihan diri serta lingkungan tempat tinggal.

  • Menghindari aktivitas yang berpotensi menyebabkan cedera pada skrotum.

  • Menggunakan pelindung khusus di area selangkangan ketika melakukan olahraga yang menekan area selangkangan, seperti berkuda atau bersepeda.

 

Penting untuk diketahui bahwa gejala-gejala yang disebutkan di atas juga dapat merujuk pada kondisi medis lainnya, tidak terbatas pada kondisi hidrokel. Apabila Anda mengalami gejala serupa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang tepat.

 

Untuk membuat janji temu dengan dokter secara praktis, Anda bisa memanfaatkan fitur yang tersedia dalam aplikasi MySiloam. Bahkan, aplikasi ini juga memungkinkan Anda untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter pilihan dari mana pun dan kapan pun.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 4

message

ArticleDetail