Kesehatan Tubuh
4 Cara Mengecilkan Prostat, dari Gaya Hidup hingga Operasi!

Table of Contents
Prostat yang membesar atau bengkak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk benign prostatic hyperplasia (BPH), yakni pembesaran prostat yang umum terjadi pada pria dewasa. Salah satu cara mengatasinya adalah mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Namun, beberapa kondisi prostat yang membengkak perlu dilakukan prosedur medis. Mari simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Cara Mengecilkan Prostat yang Mengalami Pembengkakan
Mengecilkan prostat yang membesar dapat dilakukan secara alami atau dengan bantuan medis. Namun, perlu diingat bahwa cara-cara alami tersebut tidak serta-merta mengecilkan prostat secara instan, melainkan membantu mengurangi gejala BPH. Berikut adalah beberapa cara mengecilkan prostat yang dapat dicoba.
1. Mengubah Gaya Hidup
Untuk meringankan gejala pembengkakan, pasien dapat mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat. Berikut adalah beberapa tipsnya:
-
Mengurangi konsumsi kafein dan alkohol: Kafein dan alkohol dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil serta memicu iritasi pada kandung kemih, sehingga keluhan BPH bisa terasa lebih berat pada sebagian pasien.
-
Hindari minum terlalu banyak: Batasi asupan cairan menjelang waktu tidur untuk membantu mengurangi frekuensi buang air kecil di malam hari (nokturia).
-
Menjaga berat badan ideal: Obesitas merupakan salah satu faktor yang memperburuk gejala BPH. Hal ini disebabkan oleh peradangan dalam tubuh yang dapat memengaruhi pembesaran prostat. Oleh karena itu, menjaga pola makan seimbang dan gaya hidup aktif penting untuk membantu mengontrol gejala.
-
Rutin berolahraga: Olahraga rutin dengan intensitas sedang dapat membantu mengurangi peradangan dan melancarkan aliran darah. Meski tidak langsung mengecilkan prostat, olahraga dapat mengurangi gejala secara signifikan. Salah satu contoh olahraga yang dapat dilakukan adalah latihan otot panggul. Menurut National Library of Medicine (2024), latihan ini dapat membantu mengurangi gejala overactive bladder, yakni dorongan kuat untuk buang air kecil yang sulit ditahan pada pria dengan BPH.
2. Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu
Beberapa obat dapat membantu mengecilkan prostat atau setidaknya meredakan gejala BPH. Adapun obat yang efektif mengecilkan ukuran prostat adalah golongan 5-alpha reductase inhibitor (Finasteride dan Dutasteride) yang bekerja dengan menurunkan hormon pemicu pembesaran prostat. Namun, efeknya baru terasa setelah beberapa bulan penggunaan.
Di sisi lain, obat golongan alpha blocker tidak mengecilkan prostat, tetapi dapat meredakan gejala BPH dengan melemaskan otot di sekitar prostat dan leher kandung kemih. Efek dari obat ini dapat dirasakan 2–3 hari setelah penggunaan. Pada banyak pasien, dokter biasanya mengombinasikan 5-alpha reductase inhibitor dan alpha blocker agar gejala cepat membaik sekaligus memperlambat atau mengecilkan pembesaran prostat.
3. Menjalani Prosedur Prostatic Artery Embolisation
Prostatic artery embolisation (PAE) adalah prosedur minimal invasif yang bertujuan untuk mengurangi ukuran prostat yang membesar. Prosedur ini dilakukan dengan cara menyumbat arteri kecil menuju prostat menggunakan partikel khusus (trisacryl gelatin microspheres).
Dengan berkurangnya suplai darah, jaringan prostat akan mengalami penyusutan secara perlahan, sehingga tekanan pada saluran kemih berkurang dan gejala seperti sulit buang air kecil dapat membaik.
4. Menjalani Prosedur Operasi TURP
TURP (transurethral resection of the prostate) adalah prosedur bedah yang umum digunakan untuk mengatasi prostat yang membesar. TURP biasanya direkomendasikan jika pasien mengalami gejala gangguan berkemih berat, terutama jika obat-obatan tidak lagi efektif.
Prosedur ini dilakukan tanpa sayatan di bagian luar tubuh. Teknik ini dilakukan dengan cara memasukkan alat seperti teleskop (resektoskop) melalui ujung penis ke dalam uretra hingga mencapai prostat. Jaringan prostat yang menyumbat uretra diangkat secara bertahap hingga saluran kemih menjadi lebih terbuka.
Selama prosedur, resektoskop mengalirkan cairan irigasi ke kandung kemih. Cairan ini membawa potongan-potongan kecil jaringan prostat ke dalam kandung kemih, lalu dikeluarkan di akhir operasi. Dengan berkurangnya sumbatan pada saluran kemih, aliran urine dapat kembali lancar dan keluhan seperti sulit memulai buang air kecil, pancaran lemah, atau sering buang air kecil dapat membaik.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasi dengan dokter jika pembesaran prostat disertai dengan gejala berikut:
-
Penurunan jumlah urine: Urine yang keluar lebih sedikit atau tidak dapat keluar sama sekali, padahal rasa ingin berkemih sangat kuat.
-
Demam atau menggigil: Demam atau menggigil, terutama yang disertai dengan rasa nyeri atau anyang-anyangan, bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih atau infeksi prostat yang serius.
-
Nyeri di punggung, pinggang, atau perut bagian bawah: Keluhan ini dapat mengarah pada gangguan ginjal atau sumbatan berat.
-
Darah atau nanah dalam urine: Urine berwarna merah, cokelat, atau tampak keruh seperti bercampur nanah.
Demikian penjelasan mengenai cara mengecilkan prostat. Perlu diingat bahwa informasi di atas tidak dapat digunakan sebagai pengganti saran langsung dari dokter. Ini karena setiap kasus pembesaran prostat memiliki gejala dan penyebab yang unik sehingga saran medis profesional sangat diperlukan untuk menentukan tindakan yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Untuk itu, jika Anda mengalami gejala pembesaran prostat, terutama jika disertai tanda darurat, seperti demam hingga urine berdarah, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan memberikan penanganan terbaik sesuai kondisi Anda.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan penanganan di setiap rumah sakit dapat berbeda, tergantung pada fasilitas yang tersedia. Namun, dokter dan tenaga medis lainnya akan tetap memastikan bahwa Anda mendapatkan penanganan yang tepat dan efektif.
Untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda, gunakan aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda dapat mengecek jadwal praktik dokter, memesan janji temu dengan dokter terkait, hingga melihat hasil pemeriksaan medis secara online. Mari unduh MySiloam sekarang dan kelola kesehatan Anda dengan lebih mudah.
Sumber
Mayo Clinic. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). Diakses pada 2026 | Frontiers in Nutrition Clinical Nutrition. Exploring the Association between Caffeine Intake and Benign Prostatic Hyperplasia: Results from the NHANES 2005–2008. Diakses pada 2026 | NHS. Enlarged Prostate. Diakses pada 2026 | Medline Plus. Enlarged Prostate. Diakses pada 2026 | Medical News Today. What Foods Are Good for An Enlarged Prostate? Diakses pada 2026 | Harvard Health Publishing. 4 Tips for Coping with An Enlarged Prostate. Diakses pada 2026 | NHS. Making a Decision about Enlarged Prostate (BPE). Diakses pada 2026 | National Library of Medicine. Prostatic Artery Embolization for Giant Prostatic Hyperplasia: A Single-Center Experience. Diakses pada 2026 | Mayo Clinic. Transurethral Resection of the Prostate (TURP). Diakses pada 2026 | National Library of Medicine. The Effect of Pelvic Floor Muscle Training in Men with Benign Prostatic Hyperplasia and Overactive Bladder. Diakses pada 2026 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini






