Kesehatan Tubuh
Mengatasi Overactive Bladder (Beser) dengan Urodinamik

Table of Contents
Overactive bladder (OAB) atau beser sering kali dianggap wajar, terutama pada seseorang yang sudah lanjut usia. Padahal, kesulitan menahan buang air kecil ini dapat mengindikasikan suatu gangguan kesehatan dalam kandung kemih.
OAB tidak bisa disepelekan. Meski tidak mengancam nyawa, kondisi ini dapat mengganggu kualitas hidup individu yang menderitanya. Seperti, mengganggu waktu tidur karena ada keinginan untuk buang air kecil yang tidak bisa ditahan.
Seringnya bolak-balik ke toilet pada malam hari untuk berkemih juga dapat menyebabkan seseorang terjatuh dan menyebabkan patah tulang. Kondisi ini tentu membahayakan terlebih jika dialami oleh seseorang yang sudah lanjut usia.
Untuk membantu menegakkan diagnosis beser secara lebih tepat, pemeriksaan urodinamik dapat dilakukan. Mari simak artikel berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang beser (OAB) dan penanganannya.
Apa itu Overactive Bladder?
Overactive bladder (OAB) atau sering kali disebut beser adalah kondisi seseorang sulit menahan buang air kecil, kadang sampai mengompol, dan biasanya disertai dengan sering berkemih di siang dan malam hari. Sayangnya, kondisi yang banyak dialami lansia ini sering dianggap normal. Padahal OAB dapat mengindikasikan suatu gangguan kesehatan yang serius.
OAB termasuk ke dalam salah satu penyakit urologi, di mana terdapat ketidaknormalan fungsi saluran kemih. Dalam kondisi sehat, seseorang dapat berkemih kurang lebih enam kali dalam satu hari. Namun, seseorang yang mengalami OAB merasakan ingin buang air kecil lebih dari 8 kali dari mulai terbangun pagi hari sampai tidur malam hari, dan beberapa kali bangun dari tidurnya untuk berkemih. Gejala tersebut disertai dengan kesulitan menahan BAK.
Selain OAB, terdapat penyakit UAB atau underactive bladder, di mana kondisi otot-otot kandung kemih tidak berkontraksi dengan cukup kuat untuk mengosongkan kandung kemih. Seseorang yang menderita UAB perlu menunggu beberapa saat ketika ingin buang air kecil sebelum urine benar-benar keluar dan habis.
Faktor Risiko OAB
OAB merupakan salah satu penyakit dalm bidang functional, female and neurourology, salah satu cabang dari ilmu urologi, yang banyak dijumpai pada perempuan. Adapun OAB memiliki beberapa faktor risiko, di antaranya:
1. Pola Minum dan Makan
Terlalu banyak minum dan mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi, teh, dan soda dapat menyebabkan beser/OAB. Makanan pedas, asam dan kecut juga merupakan faktor risiko yang perlu diperhatikan.
2. Stres Psikologis
Saat seseorang mengalami stres psikologis, hormon stres yang dikeluarkan tubuh dapat menyebabkan OAB.
3. Menopause pada Perempuan
Kadar hormon estrogen yang berkurang pada fase menopause dapat memicu gejala OAB
4. Kelainan atau Penyakit Saraf
Penyakit saraf seperti stroke, parkinson, dan kelainan tulang belakang dapat memengaruhi persarafan kandung kemih sehingga menyebabkan OAB.
5. Kurangnya Probiotik dalam Saluran Kemih
Seperti saluran cerna, saluran kemih memerlukan probiotik. Pada beberapa penelitian, angka OAB lebih rendah jika kadar dan jenis bakteri baik di saluran kemih tinggi dan bervariasi.
6. Konsumsi Obat-obatan
Obat-obatan golongan tertentu seperti obat darah tinggi dapat menyebabkan produksi urine meningkat sehingga menimbulkan gejala OAB.
7. Penyakit Penyerta
Penyakit penyerta seperti diabetes melitus, penyakit jantung, ginjal dan hipertensi dapat menjadi pemicu OAB.
Beberapa penyakit lain mempunyai gejala mirip dengan OAB seperti infeksi saluran kemih, batu kandung kemih, dan tumor kandung kemih. Untuk itu diperlukan pemeriksaan oleh dokter guna menegakkan diagnosis yang tepat.
Pemeriksaan Urodinamik untuk Mengatasi OAB
Dampak buruk penyakit OAB yang berkelanjutan sangat mengganggu kualitas hidup. Selain itu, gejala mengompol yang timbul juga dapat menimbulkan komplikasi seperti infeksi saluran kemih.
Karena itu, diagnostik yang tepat dibutuhkan untuk membedakan OAB dengan penyakit-penyakit lain yang mempunyai gejala mirip seperti batu dan tumor kandung kemih, diabetes melitus, penyakit jantung dan stroke. Jika Anda mulai mengalami rasa beser, tidak bisa menahan kencing sampai mengompol segeralah berkonsultasi ke dokter.
Terdapat beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan agar penanganan OAB dapat dilakukan dengan tepat. Di antaranya adalah dengan pemeriksaan urinalisis untuk melihat adakah kandungan protein atau gula, sel darah putih, sel darah merah yang tidak normal dalam urine. Pemeriksaan ini juga berguna untuk menyingkirkan infeksi saluran kemih, kemungkinan diabetes, atau kelainan lain dalam kandung kemih.
Selain urinalisis, saat ini terdapat sebuah metode pemeriksaan yang dapat membantu diagnosis OAB dengan lebih detail dan akurasi yang cukup tinggi, yakni dengan urodinamik.
Urodinamik adalah suatu rangkaian pemeriksaan medis yang berfungsi untuk mengevaluasi dan merekam dalam bentuk grafik kondisi kandung kemih saat sedang diisi dan saat berkemih. Data yang didapatkan bisa mengidentifikasi gangguan pada kandung kemih maupun pada saluran pengeluaran kencing (uretra).
Adapun proses pemeriksaan urodinamik hanya berlangsung sekitar 30 menit. Pemeriksaan ini dapat dilakukan tanpa pembiusan. Pasien pun tidak diharuskan untuk berpuasa dan bisa kembali beraktivitas setelah pemeriksaan berakhir tanpa dirawat. Akan tetapi, jika diperlukan pasien akan diminta untuk menghentikan obat pengencer darah untuk sementara waktu.
Pada pemeriksaan ini kateter urine akan dipasangkan pada saluran kemih dan dubur. Karena itu, pasien harus dipastikan tidak mengidap infeksi saluran kemih saat pemeriksaan berlangsung.
Meski demikian, pemasangan kateter dalam pemeriksaan urodinamik bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan. Karena melalui pemeriksaan ini, akan banyak informasi yang bisa membantu dokter untuk memberikan pengobatan dan terapi yang tepat untuk pasien.
Beser atau OAB tidak bisa disepelekan dan bisa berdampak buruk pada kualitas hidup penderitanya. Karena itu, diperlukan pemeriksaan dini secara rutin agar bisa lebih cepat diatasi.
Apabila Anda mengalami permasalahan beser atau overactive bladder seperti yang telah dijelaskan di atas, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat dan berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan diagnosis serta penanganan medis yang tepat.
Untuk penanganan seputar masalah urologi lebih lanjut, Anda dapat langsung berkunjung ke Siloam Hospitals Asri. Siloam Hospitals Asri menyediakan fasilitas medis dan teknologi canggih untuk memberikan layanan terbaik terkait batu ginjal, gangguan prostat, tumor urothelium, dan masalah urologi lainnya.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, hingga buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda untuk berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
Prof. dr. Harrina E. Rahardjo, SpU (K), PhD
Urologi
Subspesialis Perempuan, Fungsional, dan Neurologi
Siloam Hospitals ASRI
Tersedia :
-
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini






