Kesehatan Tubuh
Infeksi Saluran Kemih pada Wanita, Apa Penyebabnya?

Table of Contents
Infeksi saluran kemih atau ISK adalah gangguan kesehatan yang terjadi karena adanya infeksi pada organ sistem perkemihan. Meski bisa dialami oleh siapa saja, infeksi saluran kemih lebih berisiko terjadi pada wanita. Adapun beberapa faktor yang turut meningkatkan risiko penyakit ISK pada wanita adalah penggunaan alat kontrasepsi, menopause, hingga perubahan hormon selama masa kehamilan.
Bila tidak segera ditangani, infeksi saluran kemih pada wanita berisiko menimbulkan komplikasi yang lebih serius, seperti gangguan ginjal hingga sepsis. Maka dari itu, mari waspadai infeksi saluran kemih pada wanita melalui artikel berikut ini.
Apa Itu Infeksi Saluran Kemih pada Wanita?
Infeksi saluran kemih adalah kondisi medis berupa infeksi pada organ sistem perkemihan. Infeksi saluran kemih sering kali terjadi pada wanita karena memiliki uretra (saluran yang membuang urine dari kandung kemih ke luar tubuh) yang lebih pendek daripada pria. Akibatnya, bakteri yang hidup di sekitar vagina dan anus lebih mudah masuk serta bergerak menuju kandung kemih.
Berdasarkan bagian tubuh yang terinfeksi, ISK pada wanita terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
-
Infeksi saluran kemih bawah: Jenis ISK yang terjadi pada sistem perkemihan bagian bawah, seperti uretra (uretritis) dan kandung kemih (cystitis).
-
Infeksi saluran kemih atas: Jenis ISK yang terjadi pada ureter (saluran yang membawa urine dari ginjal menuju kandung kemih) dan ginjal.
Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Wanita
Penyebab utama infeksi saluran kemih pada wanita adalah adanya bakteri yang masuk dari vagina atau anus ke saluran kemih dan berkembang di dalam kandung kemih atau uretra. Adapun salah satu jenis bakteri yang sering kali menyebabkan ISK pada wanita adalah Escherichia coli. Bakteri tersebut biasanya masuk ke dalam saluran kemih ketika buang air kecil.
Di samping itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko ISK pada wanita adalah sebagai berikut:
-
Kehamilan. Perubahan hormon selama masa kehamilan menyebabkan vagina lebih lembap sehingga memudahkan bakteri berkembang biak.
-
Menopause. Penurunan hormon estrogen saat menopause membuat vagina cenderung kering dan tipis sehingga memudahkan bakteri berkembang biak.
-
Aktif secara seksual. Penetrasi saat berhubungan seksual mempermudah bakteri dari vagina masuk ke dalam saluran kemih.
-
Menggunakan alat kontrasepsi, seperti diafragma atau spermisida.
-
Menggunakan kateter.
-
Mengidap batu ginjal atau batu saluran kemih.
-
Mengidap penyakit yang mengganggu sistem imunitas tubuh, seperti diabetes.
Gejala Infeksi Saluran Kemih pada Wanita
Gejala ISK pada wanita biasanya ditandai dengan rasa nyeri dan meningkatnya frekuensi buang air kecil. Di samping itu, sejumlah gejala yang kerap dikeluhkan oleh wanita pengidap infeksi saluran kemih adalah sebagai berikut:
-
Nyeri pada area kandung kemih (perut bagian bawah) saat sedang buang air kecil.
-
Urine berbau lebih tajam.
-
Volume urine yang keluar lebih sedikit.
-
Mudah lelah.
-
Demam, terutama jika infeksi telah menyerang organ ginjal.
-
Mual dan muntah.
-
Urine berdarah (hematuria).
Komplikasi Infeksi Saluran Kemih pada Wanita
Bila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, infeksi saluran kemih pada wanita berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi, di antaranya:
-
Pada ibu hamil, infeksi saluran kemih dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah.
-
Kerusakan ginjal.
-
Sepsis, yaitu peradangan ekstrem di dalam tubuh yang termasuk dalam kondisi gawat darurat karena berpotensi mengancam nyawa.
Cara Mengatasi Infeksi Saluran Kemih pada Wanita
Cara mengatasi ISK pada wanita dapat dilakukan melalui obat-obatan, terapi, hingga perawatan mandiri. Berikut penjelasannya:
-
Pemberian antibiotik. Antibiotik merupakan obat yang umum diresepkan oleh dokter untuk melawan infeksi bakteri penyebab infeksi saluran kemih.
-
Pemberian obat pereda nyeri. Dokter juga akan meresepkan obat pereda nyeri, seperti phenazopyridine atau ibuprofen, untuk meredakan rasa nyeri dan sensasi terbakar pada vagina yang kerap dialami oleh penderita infeksi saluran kemih.
-
Terapi estrogen. Penderita infeksi saluran kemih yang sudah menopause dianjurkan untuk melakukan terapi estrogen guna menguatkan jaringan, menstabilkan pH, serta menjaga pertumbuhan bakteri baik di dalam vagina. Dengan begitu, pertumbuhan bakteri jahat penyebab ISK pada wanita bisa dicegah.
-
Terapi supresif. Terapi supresif adalah terapi yang dilakukan dengan mengonsumsi obat antibiotik dosis rendah dalam jangka waktu panjang untuk mencegah kambuhnya infeksi.
-
Perawatan mandiri. Selain mengonsumsi obat-obatan, penderita infeksi saluran kemih juga dianjurkan untuk melakukan perawatan mandiri guna mengoptimalkan proses penyembuhan. Sejumlah perawatan mandiri tersebut di antaranya:
-
Perbanyak minum air putih.
-
Hindari konsumsi kafein dan alkohol selama pengobatan.
-
Kompres hangat perut bagian bawah untuk meredakan rasa nyeri.
-
Hindari berhubungan seksual untuk sementara waktu hingga infeksi saluran kemih telah sembuh sepenuhnya.
-
Jaga kebersihan vagina. Setelah buang air kecil, wanita penderita ISK dianjurkan untuk membersihkan vagina dengan air bersih dari arah depan ke belakang.
Penting untuk diketahui bahwa tanda dan gejala yang disebutkan pada artikel ini tidak spesifik mewakili kondisi ISK pada wanita. Artinya, terdapat kemungkinan gejala-gejala tersebut mengindikasikan kondisi medis lainnya. Oleh karena itu, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat apabila Anda mengalami gejala yang dicurigai berkaitan dengan gangguan saluran kemih, seperti nyeri saat buang air kecil dan ditemukan darah pada urine.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter bisa berbeda-beda di setiap rumah sakit, tergantung dari fasilitas yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Mayo Clinic. Urinary tract infection (UTI). Diakses pada 2025 | CDC Gov. Urinary Tract Infection Basics. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Urinary Tract Infections. Diakses pada 2025 | John Hopkins Medicine. Urinary Tract Infections. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini







