Ibu dan Anak
Bayi Lahir dengan Berat di Bawah 2,5 kg itu BBLR! Apa Penyebabnya?

Table of Contents
Berat badan lahir rendah adalah kondisi bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2500 gram. Kondisi ini kerap dialami oleh bayi kembar atau bayi yang lahir secara prematur (sebelum usia kehamilan 37 minggu). Bayi dengan berat badan lahir rendah lebih rentan terkena infeksi atau penyakit tertentu.
Dalam jangka panjang, BBLR berpotensi menyebabkan keterlambatan perkembangan motorik anak atau kesulitan dalam belajar. Mari simak ulasan berikut untuk mengetahui lebih jauh tentang kondisi berat badan lahir rendah (BBLR).
Apa itu Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)?
Berat badan lahir rendah adalah kondisi ketika berat badan bayi kurang dari 2,5 kg. Kondisi ini membuat kepala bayi terlihat lebih besar dan tubuhnya tampak kurus. BBLR biasanya terjadi pada bayi yang lahir secara prematur atau mengalami gangguan perkembangan dalam kandungan.
Perlu diketahui, bayi dengan berat badan lahir rendah tetap bisa tumbuh sehat. Namun, tak menutup kemungkinan apabila bayi berisiko mengalami beberapa masalah kesehatan, seperti sulit menaikkan berat badan, sulit menyusu, dan rentan terkena infeksi.
Penyebab Berat Badan Lahir Rendah
Salah satu penyebab utama BBLR adalah kelahiran prematur. Jika dibandingkan dengan bayi cukup bulan, bayi prematur memiliki waktu lebih singkat untuk tumbuh dan berkembang di rahim ibu. Selain kelahiran prematur, kondisi BBLR juga bisa disebabkan oleh kondisi ibu ketika hamil, di antaranya sebagai berikut.
-
Menderita infeksi selama kehamilan.
-
Pernah melahirkan bayi dengan kondisi serupa pada kehamilan sebelumnya.
-
Mengandung bayi kembar sehingga ruang di dalam rahim tidak optimal untuk tumbuh kembang bayi.
-
Mengalami komplikasi kehamilan, terlebih yang berpengaruh terhadap plasenta.
-
Mengalami malnutrisi.
-
Mengonsumsi NAPZA atau minuman beralkohol.
-
Menderita masalah kesehatan mental, seperti gangguan cemas atau depresi.
-
Merokok ketika hamil atau berada di lingkungan yang banyak asap rokok.
Faktor Risiko Berat Badan Lahir Rendah
Beberapa faktor yang dapat memengaruhi berat badan lahir rendah adalah sebagai berikut:
-
Kondisi kesehatan ibu.
-
Status gizi ibu sebelum hamil.
-
Berat badan ibu saat hamil.
-
Usia ibu saat hamil.
Gejala Berat Badan Lahir Rendah
Normalnya, berat badan bayi saat lahir antara 2,5–4,0 kg. Bayi dinyatakan mengalami BBLR jika beratnya kurang dari 2,5 kg. Gejala utama BBLR adalah berat badan yang rendah dan bayi akan terlihat lebih kecil karena lemak tubuhnya sedikit. Selain itu, kepalanya juga tampak lebih besar dari tubuhnya.
Terdapat beberapa kelompok berat badan bayi yang dikatakan sebagai BBLR. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut adalah pengelompokan bayi berdasarkan berat badan di bawah normal:
-
Berat badan bayi 1500–2499 gram disebut sebagai berat badan lahir rendah (BBLR).
-
Berat badan bayi antara 1000–1499 gram disebut sebagai berat badan lahir sangat rendah (BBLSR).
-
Berat badan bayi kurang dari 1000 gram disebut sebagai berat badan lahir amat sangat rendah (BBLASR).
Diagnosis Berat Badan Lahir Rendah
Diagnosis terhadap kondisi berat badan lahir rendah dapat dilakukan selama masa kehamilan atau setelah bayi lahir.
A. Selama Kehamilan
Diagnosis berat badan bayi selama kehamilan dapat dilakukan dengan:
-
Pertambahan berat badan ibu: Pertambahan berat yang ideal pada ibu hamil merupakan salah satu cara untuk menilai atau memperkirakan pertumbuhan bayi.
-
Mengukur tinggi fundus: Metode lain untuk memperkirakan berat janin adalah dengan mengukur ketinggian fundus (bagian atas tulang kemaluan hingga rahim). Umumnya, tinggi fundus sama dengan usia kehamilan. Apabila tinggi fundus tidak sesuai dengan usia kehamilan, maka dapat menandakan bahwa pertumbuhan janin terlambat.
-
USG: Dokter biasanya juga memeriksa pertumbuhan dan perkembangan janin menggunakan USG. Prosedur ini lebih akurat daripada memeriksa tinggi fundus.
B. Setelah Melahirkan
Diagnosis BBLR juga dilakukan pascapersalinan. Dokter akan menimbang berat badan bayi setelah dilahirkan. Apabila berat badan bayi tidak sesuai dengan usia kehamilan atau kurang dari 2500 gram, maka bayi dapat dikatakan mengalami kondisi berat badan lahir rendah.
Perawatan Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah
Sebagian besar bayi dengan BBLR memerlukan perawatan di rumah sakit. Penanganan yang diberikan akan disesuaikan dengan gejala, usia kehamilan, tingkat keparahan, dan kondisi bayi secara menyeluruh. Apabila mengalami komplikasi, seperti paru-paru yang belum sempurna atau gangguan di usus, bayi akan dipindahkan ke ruang intensif neonatal (NICU).
Bayi diperbolehkan pulang ketika berat badannya sudah bertambah sesuai target atau komplikasi yang dialami sudah bisa diatasi, ibu juga sudah bisa memberikan ASI eksklusif secara normal. Pemberian ASI secara optimal dapat membantu pertumbuhan, daya tahan tubuh, serta peningkatan berat badan bayi. Setelah diperbolehkan pulang, dokter akan menyarankan orang tua bayi untuk melakukan pemeriksaan rutin pada bayinya.
Cara Mencegah Berat Badan Lahir Rendah
Berat badan lahir rendah dapat dicegah dengan menjaga kondisi kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan, seperti:
-
Mengonsumsi makanan sehat untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ibu hamil.
-
Menjaga kebersihan organ intim selama hamil.
-
Menghindari konsumsi minuman beralkohol, merokok, hingga menggunakan narkoba.
Penting untuk digarisbawahi bahwa artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat dijadikan acuan utama dalam mendiagnosis suatu kondisi atau menggantikan saran medis dari dokter. Apabila anak tidak mengalami kenaikan berat badan sesuai usia normalnya, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pediatri (Anak) di Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan diagnosis dan penanganan tepat terkait kondisinya.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







