Ibu dan Anak
Mengenal Fungsi Plasenta & Gangguan yang Dapat Terjadi

Table of Contents
Plasenta adalah organ yang berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Plasenta, atau dikenal juga sebagai ari-ari bayi, tumbuh di dalam rahim seiring dengan berkembangnya janin. Nantinya, organ ini akan ikut keluar bersamaan dengan lahirnya bayi.
Lantas, apa saja fungsi plasenta di dalam rahim? Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai peran dan fungsi plasenta selama kehamilan, proses terbentuknya plasenta, hingga berbagai kondisi yang harus diwaspadai melalui ulasan berikut ini.
Apa itu Plasenta?
Ari-ari bayi atau plasenta adalah organ yang tumbuh dan berkembang di dalam rahim selama masa kehamilan. Organ ini memiliki fungsi penting, utamanya dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin. Umumnya, plasenta tumbuh setelah pembuahan berhasil dan menempel pada dinding rahim. Dalam menjalankan fungsinya, plasenta terhubung dengan tali pusar bayi.
Plasenta dapat terbentuk di mana saja dalam rahim. Plasenta akan berkembang tepat di mana telur yang dibuahi ditanamkan ke dinding rahim. Plasenta dapat bergerak semakin ke atas saat kehamilan memasuki usia 32 minggu. Normalnya, plasenta akan bergerak ke atas dan menjauhi leher rahim ketika ukuran janin semakin besar.
Secara umum, beberapa posisi plasenta adalah sebagai berikut:
-
Plasenta posterior: Plasenta yang tumbuh di dinding rahim bagian belakang.
-
Plasenta fundal: Plasenta yang tumbuh di rahim bagian atas.
-
Plasenta anterior: Plasenta yang tumbuh di dinding rahim bagian depan.
-
Plasenta lateral: Plasenta yang tumbuh di bagian kanan atau kiri dinding rahim.
Proses Terbentuknya Plasenta
Pembentukan plasenta bayi dimulai sejak awal kehamilan, yaitu 7–10 hari setelah pembuahan. Kemudian pada usia kehamilan tiga minggu, folikel yang berada di indung telur (korpus luteum) meluruh. Setelahnya, hormon progesteron mulai diproduksi dan menyediakan nutrisi bagi janin selama trimester pertama kehamilan.
Ketika usia kehamilan memasuki minggu ke-4, sejumlah sel yang menempel di dinding rahim memisahkan diri dan menggali dinding rahim lebih dalam. Salah satu dari sekian sel tersebut bertugas membentuk plasenta untuk mengambil alih tugas korpus luteum dalam menyediakan nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan janin.
Seiring berjalannya waktu, plasenta akan bertambah besar sehingga mampu mengambil alih dalam memenuhi nutrisi dan oksigen yang lebih banyak bagi janin. Plasenta akan terbentuk dengan sempurna pada usia kehamilan 12–18 minggu, rata-rata pada usia kehamilan 16 minggu.
Fungsi Plasenta Selama Kehamilan
Plasenta adalah organ yang memiliki berbagai fungsi penting. Bahkan, tumbuh kembang janin dalam kandungan akan sangat bergantung pada organ ini. Adapun beberapa fungsi plasenta adalah sebagai berikut:
1. Mengirimkan Nutrisi dan Oksigen pada Bayi
Fungsi utama plasenta adalah menyalurkan nutrisi dan oksigen kepada janin. Untuk bisa bertahan di dalam kandungan, janin mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi dari plasenta. Melalui makanan yang dikonsumsi ibu, nantinya plasenta akan mengirimkan nutrisi yang telah dibawa oleh darah kepada bayi lewat tali pusar bayi.
2. Memproduksi Hormon Kehamilan
Selain berperan dalam menyalurkan nutrisi dan oksigen, plasenta adalah organ yang juga membantu memproduksi sejumlah hormon untuk mendukung kehamilan, di antaranya yaitu hormon estrogen, hormon progesteron, dan hormon hCG (human chorionic gonadotropin).
3. Mengirimkan Antibodi ke Janin
Fungsi plasenta bayi berikutnya adalah mengirimkan antibodi dari ibu ke janin. Plasenta sebetulnya telah menjalankan fungsi ini sejak awal kehamilan. Hal ini bertujuan untuk memberikan kekebalan tubuh pada bayi supaya terhindar dari penyakit.
4. Membuang Zat Sisa dari Darah Janin
Melalui plasenta pula, janin dapat membuang zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak dibutuhkannya. Zat-zat sisa tersebut kemudian dialirkan ke aliran darah ibu yang nantinya akan dikeluarkan bersamaan dengan zat-zat sisa metabolisme dari ibu.
5. Melindungi Janin dari Infeksi
Plasenta adalah pelindung janin. Organ ini akan menjadi penghalang bagi bakteri yang mungkin masuk ke dalam tubuh ibu dan berisiko menginfeksi bayi. Jadi, sekalipun ibu terkena infeksi, bayi bisa jadi tidak akan tertular karena adanya plasenta.
Kondisi yang Dapat Memengaruhi Fungsi Plasenta
Plasenta adalah penunjang kehidupan bayi di dalam kandungan ibu, sehingga kesehatannya penting untuk dijaga. Namun, beberapa kondisi berikut ini terkadang dapat memengaruhi kesehatan plasenta dan mengganggu fungsinya, yaitu:
-
Usia ibu hamil di atas 40 tahun, biasanya lebih rentan mengalami masalah plasenta.
-
Gangguan pembekuan darah.
-
Peluruhan membran rahim sebelum waktunya.
-
Pernah menjalani operasi pada rahim.
-
Trauma perut (abdomen), misalnya karena jatuh.
Gangguan Plasenta yang Perlu Diwaspadai
Secara umum, plasenta adalah organ yang posisinya berada di bagian atas, samping, atau belakang. Apabila posisi plasenta ada di bawah, maka bisa menjadi tanda adanya suatu permasalahan atau gangguan pada plasenta. Selain itu, beberapa masalah lain yang bisa terjadi pada plasenta adalah sebagai berikut:
-
Abruptio plasenta: Terlepasnya plasenta, sebagian atau seluruhnya dari dinding rahim sebelum kelahiran. Kondisi ini membuat asupan nutrisi dan oksigen untuk bayi terputus, sehingga bisa dibilang cukup membahayakan. Bahkan, pada beberapa kasus, dokter akan melakukan terminasi kehamilan pada kondisi ini.
-
Plasenta previa: Kondisi ketika plasenta menutupi mulut rahim, sebagian atau seluruhnya, sehingga menyebabkan perdarahan hebat yang keluar dari jalan lahir sebelum persalinan.
-
Insufisiensi plasenta: Plasenta tidak dapat berkembang dengan sempurna atau rusak. Kondisi ini termasuk komplikasi serius pada ibu hamil.
-
Plasenta akreta: Kondisi ketika jaringan plasenta tumbuh masuk terlalu dalam ke dinding rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan ibu hamil kehilangan banyak darah akibat perdarahan.
-
Retensi plasenta: Kondisi saat plasenta menempel di dinding rahim sehingga tidak bisa dikeluarkan, bahkan setelah 30–60 menit setelah kelahiran. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan hebat dan mengancam nyawa ibu.
Seperti yang sudah dijelaskan, plasenta adalah organ yang berperan penting dalam kehidupan janin selama berada di kandungan. Apabila terjadi masalah atau gangguan pada plasenta, kondisi ini pun perlu ditangani dengan segera karena dapat membahayakan janin maupun ibu.
Namun, penting untuk diingat bahwa informasi pada artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak bisa menggantikan saran dari tenaga medis profesional. Oleh karena itu, jika mengalami keluhan selama kehamilan, segera kunjungi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional pun akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Lebih lanjut, dalam menjalani kehamilan, ibu juga bisa menggunakan layanan NEST yang merupakan sebuah layanan dan fasilitas kehamilan, melahirkan, hingga pascamelahirkan dari Siloam Hospitals. Saat ini, NEST tersedia di Siloam Hospitals TB Simatupang dan Siloam Hospitals Palembang.
Tak perlu khawatir, layanan ini didukung oleh tim dokter multidisiplin, mulai dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif, ahli gizi klinis, bidan, konsultan laktasi, dan tenaga medis profesional lainnya, sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







