Ketuban Pecah Dini - Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya
Ibu dan Anak

Ketuban Pecah Dini - Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya

12 November 2025 4 menit waktu baca
ketuban pecah dini

Table of Contents

Ketuban pecah dini adalah kondisi saat kantung ketuban pecah lebih awal sebelum proses persalinan atau ketika usia kandungan belum mencapai 37 minggu. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi bahkan membahayakan nyawa ibu maupun janin.

 

Normalnya, kantung ketuban pecah dalam waktu kurang lebih 24 jam sebelum kelahiran. Lantas, apa yang menyebabkan ketubah pecah dini? Mari simak penjelasan tentang penyebab, gejala, dan penanganan ketuban pecah dini dalam artikel berikut ini.

 

Apa itu Ketuban Pecah Dini?

 

Premature rupture of membranes (PROM) atau ketuban pecah dini adalah kondisi pecahnya kantung ketuban secara tiba-tiba sebelum proses persalinan dimulai atau preterm premature rupture of membranes (PPROM) di bawah usia 37 minggu. Kantung ketuban sendiri merupakan bagian dari membran janin yang berfungsi mengelilingi dan melindungi janin untuk mempertahankan kehamilan.

 

Penyebab Ketuban Pecah Dini

 

Pecahnya ketuban sebelum waktunya dapat disebabkan oleh melemahnya membran ketuban secara alami akibat adanya tekanan atau kontraksi. Kondisi ini juga bisa terjadi karena peradangan pada membran atau infeksi di rahim. Selain itu, beberapa faktor lain yang dapat memicu pecahnya ketuban adalah:

 

  • Infeksi menular seksual, seperti klamidia atau gonore.
  • Perdarahan vagina.
  • Ukuran serviks yang pendek.
  • Memiliki riwayat kelahiran prematur sebelumnya.
  • Kebiasaan merokok selama kehamilan.
  • Infeksi saluran kemih (ISK).
  • Indeks massa tubuh yang rendah.
  • Tidak melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter kandungan, sehingga riwayat kondisi kehamilan tidak diketahui.

 

Gejala Ketuban Pecah Dini

 

Gejala utama ketuban pecah dini adalah keluarnya air ketuban dari vagina. Berbeda dengan urine, air ketuban tidak berwarna ataupun berbau dan pecahnya air ketuban tidak dapat ditahan sehingga akan mengalir terus menerus, bisa secara perlahan maupun deras.

 

Apabila pecahnya ketuban disertai dengan infeksi, maka beberapa gejala lain yang dapat muncul antara lain:

 

  • Nyeri perut.
  • Demam.
  • Detak jantung janin meningkat.
  • Ketuban berwarna keruh atau berbau.
  • Keputihan yang berkelanjutan dan berbau tidak sedap.

 

Diagnosis Ketuban Pecah Dini

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait gejala, keluhan, serta riwayat kondisi kehamilan dan kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, terutama bagian leher rahim guna memastikan pecahnya ketuban. Jika dibutuhkan, dokter biasanya menyarankan ibu hamil menjalani pemeriksaan penunjang berupa:

 

  • Pemeriksaan pH, untuk melihat tingkat keasaman cairan vagina yang biasanya lebih tinggi ketika mengalami pecah ketuban.
  • USG kandungan, untuk memantau kondisi janin dan rahim ibu serta melihat jumlah cairan yang tersisa.

 

Penanganan Ketuban Pecah Dini

 

Ketika ibu hamil mengalami kondisi ini, dokter akan memeriksa apakah janin sudah siap untuk dilahirkan. Menunda kelahiran setelah pecahnya ketuban justru berisiko menyebabkan infeksi. Jika belum ada tanda-tanda melahirkan, dokter akan menyarankan induksi agar proses persalinan bisa dipercepat. Tindakan ini dilakukan hanya ketika janin sudah mencapai usia siap dilahirkan.

 

Apabila pecahnya ketuban terjadi ketika usia kehamilan belum mencapai 34 minggu, maka dokter tidak akan mengambil tindakan untuk melahirkan karena paru-paru pada janin belum berkembang dengan sempurna. Dalam menanganinya, dokter biasanya memberikan kortikosteroid untuk mempercepat proses perkembangan paru-paru hingga janin siap untuk dilahirkan.

 

Lebih jelasnya, berikut adalah penentuan pengobatan ketuban pecah dini berdasarkan usia kehamilan:

 

  • Usia kehamilan 34 sampai di atas 37 minggu: Persiapan persalinan dan pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi.
  • Usia kehamilan 24–34 minggu: Mempertahankan kehamilan disertai pemberian kortikosteroid dan antibiotik.
  • Usia kehamilan di bawah 24 minggu: Bed rest, pemberian antibiotik dan kortikosteroid, atau terminasi kehamilan.

 

Bahaya Ketuban Pecah Dini

 

Ketuban pecah dini adalah kondisi darurat yang memerlukan penanganan dengan segera. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan sejumlah komplikasi yang membahayakan, seperti:

 

  • Tali pusar tertekan.
  • Infeksi pada ketuban.
  • Solusio plasenta (lepasnya plasenta dari rahim).
  • Gangguan perkembangan paru-paru janin.
  • Perdarahan pada otak janin.
  • Gangguan pernapasan pada bayi.
  • Gangguan perkembangan saraf pada bayi, misalnya cerebral palsy.
  • Janin tidak mampu bertahan hidup.

 

Cara Mencegah Ketuban Pecah Dini

 

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti bagaimana cara mencegah ketuban pecah dini. Namun, ibu hamil disarankan untuk tidak merokok dan menghindari kontak langsung dengan perokok. Pasalnya rokok dapat meningkatkan risiko ketuban pecah dini dan berbagai risiko penyakit berbahaya lainnya.

 

Selain itu, pemeriksaan secara rutin juga penting untuk dilakukan. Dengan begitu, proses tumbuh kembang janin dapat terpantau dengan baik, pun adanya komplikasi kehamilan bisa terdeteksi sejak dini.

 

Untuk membantu mencegah komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan, Anda dapat menggunakan paket Medical Check Up Siloam Pregnant Female Package yang merupakan paket pemeriksaan mendasar bagi ibu hamil.

 

Apabila Anda membutuhkan layanan kehamilan, persalinan, hingga pasca persalinan yang lengkap, Anda dapat langsung mengunjungi NEST yang terdapat di Siloam Hospitals TB Simatupang.

 

Bersama NEST, Anda akan mendapatkan layanan lengkap dan fasilitas mutakhir yang didukung oleh tim dokter multidisiplin, seperti spesialis kandungan dan kebidanan, anak, anestesi, gizi klinis, konsultan laktasi, serta bidan dan tenaga medis profesional lainnya untuk memberikan pengalaman persalinan yang aman, nyaman, dan tak terlupakan.

 

Namun, bila terdapat keluhan lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat agar mendapat penanganan dengan tepat.

 

Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

 

Nest Artikel Banner (1)

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail