Tanda-Tanda Hamil Kembar dan Risiko Komplikasinya
Ibu dan Anak

Tanda-Tanda Hamil Kembar dan Risiko Komplikasinya

04 September 2025 4 menit waktu baca
tanda-tanda hamil kembar & risiko kehamilan kembar

Table of Contents

Kehamilan kembar dapat dideteksi secara pasti oleh dokter melalui pemeriksaan USG. Meski begitu, biasanya tanda-tanda hamil kembar juga dapat terlihat secara fisik selama ibu mengandung, seperti ukuran perut yang lebih besar dari ukuran perut di trimester pertama pada umumnya.

 

Perlu diketahui, kehamilan kembar adalah kondisi ketika seorang ibu mengandung lebih dari satu janin. Kondisi ini dapat terjadi karena beberapa faktor, salah satunya yaitu riwayat keluarga dengan anak kembar. Mari simak tanda-tanda hamil kembar selengkapnya melalui artikel berikut ini.

 

Penyebab Kehamilan Kembar

 

Kehamilan kembar dapat terjadi ketika satu sel telur membelah menjadi dua embrio (kembar identik), atau lebih dari satu sel telur dibuahi pada saat yang bersamaan (kembar tak identik). Selain itu, terdapat sejumlah faktor yang turut meningkatkan peluang wanita mengandung anak kembar, seperti:

 

  • Riwayat keluarga yang memiliki anak kembar. Kondisi ini dapat terjadi karena ibu mewarisi gen yang menyebabkan indung telur melepaskan lebih dari satu sel telur untuk dibuahi.

  • Program bayi tabung.

  • Hamil di atas usia 35 tahun. Wanita yang berusia di atas 35 tahun memiliki peluang lebih besar untuk melepaskan lebih dari satu sel telur ketika ovulasi.

 

Tanda-Tanda Hamil Kembar

 

Meski terjadi secara tak terduga, hamil kembar bisa dideteksi sejak dini melalui pemeriksaan USG. Lantas, kapan kehamilan kembar bisa terdeteksi? Umumnya, hamil kembar dapat terdeteksi melalui pemeriksaan USG ketika kehamilan telah memasuki usia 10–12 minggu.

 

Selain dengan pemeriksaan USG, ibu juga dapat mendeteksi hamil kembar melalui ciri fisik tertentu. Namun, perlu diketahui bahwa ciri fisik ini bukan menjadi tanda pasti seseorang mengalami hamil kembar. Sejumlah tanda-tanda hamil kembar tersebut di antaranya:

 

1. Kadar hCG yang Tinggi

 

Human chorionic gonadotropin atau hCG merupakan hormon yang diproduksi oleh sel-sel pembentuk plasenta. Hormon ini bisa dideteksi melalui tes darah di awal masa kehamilan. Bila kadar hormon hCG tersebut lebih tinggi dari biasanya, ada kemungkinan bahwa ibu mengalami hamil kembar.

 

Kendati demikian, kadar hormon hCG yang tinggi tidak selalu menjadi tanda hamil anak kembar. Kondisi tersebut juga bisa dipicu oleh beberapa faktor, seperti konsumsi obat kesuburan, pertumbuhan sel abnormal pada uterus, mola hidatidosa (hamil anggur), hingga kanker rahim.

 

2. Nafsu Makan Meningkat

 

Nafsu makan yang meningkat drastis juga bisa menjadi salah satu ciri-ciri hamil kembar. Pasalnya, ibu hamil akan membutuhkan lebih banyak nutrisi untuk menyokong pertumbuhan janin di dalam kandungannya. Namun, nafsu makan ini sering kali terhambat karena ibu kerap merasakan mual berlebih. Untuk mengatasi rasa mual tersebut, ibu disarankan mengonsumsi makanan dengan porsi sedikit namun sering.

 

3. Perut Lebih Besar

 

Ciri-ciri hamil anak kembar juga bisa dilihat melalui ukuran perutnya. Ukuran perut ibu yang hamil anak kembar cenderung lebih besar ketika memasuki trimester pertama. Biasanya, diameter perut kehamilan tunggal di trimester pertama berkisar antara 38–40 sentimeter. Sementara itu, hamil anak kembar membuat diameter perut di trimester pertama bisa mencapai 48 sentimeter.

 

4. Peningkatan Berat Badan

 

Peningkatan berat badan merupakan ciri-ciri dari hamil anak kembar berikutnya. Hal tersebut kerap terjadi ketika kehamilan memasuki trimester ketiga. Berikut kenaikan berat badan pada ibu hamil dengan anak kembar yang umum terjadi:

 

  • Kenaikan sebesar 16–24 kilogram bagi ibu hamil dengan berat badan normal.

  • Kenaikan sebesar 14–22 kilogram bagi ibu hamil dengan berat badan di atas rata-rata.

  • Kenaikan sebesar 11–19 kilogram bagi ibu hamil yang mengidap obesitas.

 

5. Morning Sickness Lebih Intens

 

Morning sickness adalah kondisi berupa rasa mual yang kerap dialami oleh ibu pada awal masa kehamilan. Pada umumnya, ibu yang mengandung anak kembar akan mengeluhkan morning sickness lebih intens karena tingginya kadar hormon hCG dalam tubuh.

 

Risiko Kehamilan Kembar

 

Hamil anak kembar membuat kondisi tubuh mengalami perubahan yang berbeda dengan kehamilan tunggal. Karena itu, terdapat sejumlah komplikasi yang lebih berisiko dialami oleh ibu dengan kehamilan kembar, di antaranya:

 

1. Kelahiran Prematur

 

Prematur adalah kelahiran yang terjadi lebih awal dari hari perkiraan lahir (HPL). Risiko kelahiran prematur ini cenderung meningkat apabila ibu mengalami hamil anak kembar. Kelahiran prematur perlu ditangani dengan tepat agar tidak menimbulkan kelainan pada janin, seperti gangguan penglihatan, masalah pencernaan, dan infeksi.

 

2. Preeklamsia

 

Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan berupa meningkatnya tekanan darah disertai protein berlebih dalam urine. Preeklamsia biasanya disertai dengan gejala tertentu, seperti edema atau pembengkakan pada beberapa anggota tubuh, gangguan penglihatan, nyeri perut, hingga sesak napas.

 

3. Twin to Twin Transfusion Syndrome

 

Twin to twin transfusion syndrome atau TTS adalah kelainan pada kehamilan kembar identik yang membuat salah satu janin tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup. Sementara itu, janin lainnya akan mendapatkan suplai darah berlebih. TTS merupakan komplikasi yang cukup serius karena berisiko menyebabkan cacat hingga kematian janin di dalam kandungan.

 

4. Diabetes Gestasional

 

Diabetes gestasional adalah penyakit diabetes yang terjadi di masa kehamilan. Kondisi ini disebabkan karena kurangnya produksi hormon insulin yang mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh. Ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional biasanya akan mengalami gejala tertentu, seperti sering buang air kecil, mudah merasa haus, dan kelelahan.

 

Penting untuk dipahami bahwa tanda-tanda yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi hamil kembar. Untuk memastikannya, diperlukan diagnosis lebih lanjut oleh Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi yang bisa Anda kunjungi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Lebih lanjut, dalam menjalani kehamilan, ibu juga bisa menggunakan NEST yang merupakan sebuah layanan dan fasilitas kehamilan, melahirkan, hingga pascamelahirkan dari Siloam Hospitals. NEST tersedia di Siloam Hospitals TB Simatupang dan Siloam Hospitals Palembang.

 

Tak perlu khawatir, layanan ini didukung oleh tim dokter multidisiplin, mulai dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif, ahli gizi klinis, bidan, konsultan laktasi, dan tenaga medis profesional lainnya, sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal.

 

Nest Artikel Banner

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail