Kesehatan Tubuh
Kanker Rahim, Keganasan yang Kerap Terjadi di Atas 50 Tahun!

Table of Contents
Kanker rahim atau kanker uterus adalah jenis kanker yang berkembang pada lapisan dinding rahim. Di mana, rahim merupakan organ reproduksi wanita yang berfungsi sebagai tempat berkembangnya janin selama masa kehamilan.
Jenis kanker ini bisa dialami oleh wanita dari berbagai kalangan usia, namun lebih sering terjadi pada usia di atas 50 tahun dan sedang melakukan terapi hormonal. Mari ketahui penyebab, gejala, serta pengobatan kanker rahim selengkapnya dalam ulasan berikut.
Apa Itu Kanker Rahim?
Kanker uterus, atau lebih dikenal dengan kanker rahim, adalah gangguan kesehatan yang ditandai dengan adanya pertumbuhan sel tidak normal pada organ rahim. Kanker ini bisa terjadi pada beberapa bagian rahim, seperti lapisan dinding, otot, hingga jaringan ikat di sekitar uterus.
Berdasarkan lokasi pertumbuhan sel kankernya, kanker rahim dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
-
Kanker endometrium: Jenis kanker yang menyerang lapisan terluar dinding uterus. Kanker endometrium adalah jenis kanker uterus/rahim yang paling sering dialami oleh wanita.
-
Sarkoma uterus: Jenis kanker yang pertumbuhan sel abnormalnya berawal pada otot serta jaringan ikat uterus. Sarkoma uterus lebih jarang terjadi dibandingkan kanker endometrium.
Penyebab Kanker Rahim
Apa penyebab kanker rahim? Penyebab utama dari kanker rahim adalah mutasi genetik sel-sel normal di dalam rahim. Namun, hal yang menyebabkan terjadinya mutasi sel-sel tersebut masih belum diketahui secara pasti.
Selain itu, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker rahim adalah sebagai berikut:
-
Usia. Wanita berusia di atas 50 tahun lebih berisiko mengalami kanker uterus.
-
Terapi hormon estrogen untuk perawatan kanker payudara.
-
Menstruasi pertama terjadi di usia muda, yaitu di bawah 12 tahun.
-
Menopause pada usia yang relatif lebih tua.
-
Obesitas. Obesitas dapat meningkatkan produksi hormon estrogen dalam tubuh yang memicu terjadinya kanker uterus.
-
Belum pernah hamil.
-
Sindrom Lynch, yaitu sindrom turunan yang meningkatkan risiko seseorang mengidap kanker, termasuk kanker rahim. Sindrom ini terjadi karena adanya mutasi genetik yang diturunkan orang tua ke anak.
Gejala Kanker Rahim
Kanker uterus sering menimbulkan gejala berupa perdarahan abnormal yang terjadi di luar siklus menstruasi atau pasca-menopause. Di samping itu, sejumlah tanda kanker rahim lainnya adalah:
-
Haid tidak teratur.
-
Nyeri pada perut bagian bawah.
-
Keputihan abnormal yang berbau tidak sedap.
Diagnosis Kanker Rahim
Dokter perlu melakukan diagnosis untuk memastikan kemungkinan kanker rahim yang dialami oleh pasien. Serangkaian prosedur pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis kanker rahim adalah sebagai berikut:
-
Wawancara medis: Dokter akan menanyakan gejala yang dikeluhkan serta riwayat kesehatan pasien dan keluarga.
-
Biopsi: Prosedur pengambilan sampel jaringan rahim untuk diteliti menggunakan mikroskop pada laboratorium.
-
Pemeriksaan darah: Prosedur pengambilan sampel darah untuk menganalisis kadar protein CA-125 yang menjadi salah satu indikator kemungkinan adanya kanker uterus/rahim.
-
Histeroskopi: Prosedur pemeriksaan kondisi rahim dengan memasukkan histeroskop (selang kecil dan elastis yang dilengkapi kamera) melalui vagina.
-
Tes pencitraan: Prosedur pemeriksaan untuk melihat gambaran struktur dan kondisi rahim. Tes pencitraan dapat berupa CT scan, USG, atau pemeriksaan MRI.
Pengobatan Kanker Rahim
Pengobatan perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi serius serta penyebaran sel kanker ke bagian tubuh lain. Adapun sejumlah tindakan medis yang dilakukan guna mengobati kanker rahim adalah sebagai berikut:
1. Tindakan Operasi
Operasi pengangkatan rahim menjadi pilihan utama dalam pengobatan kanker rahim. Tindakan operasi ini terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:
-
Bilateral salpingo-oophorectomy, yaitu tindakan operasi untuk mengangkat rahim, tuba falopi, dan ovarium baik sisi kanan maupun kiri.
-
Histerektomi, yaitu tindakan operasi untuk mengangkat rahim.
-
Diseksi kelenjar limfa, yaitu tindakan operasi untuk mengangkat rahim serta kelenjar limfa di sekitar rahim.
2. Perawatan Kemoterapi
Perawatan kemoterapi adalah pengobatan yang dilakukan dengan memasukkan obat-obatan melalui intravena atau oral guna membunuh sel kanker serta mengecilkan ukuran tumor.
3. Perawatan Radioterapi
Perawatan radioterapi seperti penggunaan sinar-X dan proton untuk menghancurkan sel kanker dalam rahim. Perawatan ini umumnya dibarengi dengan kemoterapi guna meningkatkan keberhasilan pengobatan kanker.
4. Imunoterapi
Terapi imun yang dilakukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar mampu melawan sel kanker dengan optimal.
5. Bedah Robotik (Robotic Surgery)
Teknik bedah yang memanfaatkan sistem robotik ini dapat dilakukan dalam penanganan kasus kompleks, seperti kanker rahim, salah satunya melalui tindakan histerektomi (robotic hysterectomy surgery).
Pada tindakan robotic surgery, sistem robotik dapat menerjemahkan gerakan tangan dokter pada instrumen bedah secara real-time dengan fleksibilitas dan akurasi yang tinggi, sehingga hasil bedahnya pun maksimal.
Pencegahan Kanker Rahim
Pada dasarnya, pencegahan kanker rahim dilakukan dengan menghindari atau mengontrol faktor risikonya. Pencegahan kanker rahim dapat berupa:
-
Menjaga berat badan ideal, mulai dari mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang hingga rutin berolahraga.
-
Memeriksakan kesehatan organ reproduksi secara berkala.
-
Berdiskusi dengan dokter mengenai terapi hormon yang dilakukan pasca-menopause.
-
Menggunakan pil KB sesuai dengan anjuran dokter.
Siloam Hospitals kini menghadirkan Da Vinci Xi Robotic Surgery, teknologi robotik terbaru yang digunakan dalam prosedur pembedahan kanker rahim dan berbagai tindakan bedah lainnya. Dengan kamera 3D HD yang mampu memperbesar objek hingga 10x, membuat visualisasi area operasi menjadi lebih jelas.
Didukung dengan dokter yang terlatih dan bersertifikasi, teknik robotic surgery ini dapat memberikan hasil bedah yang lebih konsisten dan akurat, pemulihan yang lebih cepat, dan risiko komplikasi yang lebih rendah. Pasien juga dapat merasakan pengalaman yang lebih nyaman dan optimal.
Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi kanker rahim. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya.
Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat. Anda juga dapat memperoleh informasi mengenai Da Vinci Xi Robotic Surgery di Siloam Hospitals Kebon Jeruk.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi kanker rahim dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







