Ibu dan Anak
Jangan Bingung, Begini Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir!

Table of Contents
Ibu tentu menanti-nanti kapan kiranya si kecil akan lahir. Agar tidak menebak kelahiran bayi, penting bagi ibu untuk mengetahui bagaimana cara menghitung hari perkiraan lahir (HPL). Memahami perhitungan HPL pun akan membantu ibu lebih matang dalam mempersiapkan kelahiran.
Cara menghitung hari perkiraan lahir ini bisa dilakukan melalui berbagai cara. Selain berkonsultasi dengan dokter, ibu juga bisa menghitungnya secara mandiri. Bagaimana caranya? Mari simak penjelasan selengkapnya dalam ulasan di bawah ini.
Apa itu Hari Perkiraan Lahir (HPL)?
HPL atau hari perkiraan lahir adalah perkiraan hari kelahiran bayi berdasarkan usia kehamilan. Mengetahui HPL bisa membantu ibu lebih siap secara mental maupun fisik menjelang waktu yang ditunggu-tunggu, yaitu kelahiran bayi.
Sayangnya, tidak semua ibu hamil mengetahui cara menghitung hari perkiraan lahir. Bahkan, beberapa ibu sering kali salah dalam menghitungnya karena menyebutkan usia kehamilan bukan dalam hari atau minggu, melainkan bulan.
Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir
Sebagai salah satu langkah dalam menyiapkan kehamilan, berikut adalah beberapa cara menghitung HPL yang bisa ibu hamil lakukan.
1. Menghitung Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT)
Apabila ibu memiliki siklus menstruasi yang teratur dengan rata-rata 28 hari, maka ibu bisa menentukan hari perkiraan lahir menggunakan rumus Naegele seperti berikut:
Rumus Naegele = HPHT + 7 hari - 3 bulan + 1 tahun.
Contohnya:
Jika HPHT ibu tanggal 1 Februari 2023, maka tambahkan dengan 7 hari dan hasilnya adalah 8 Februari 2023. Artinya, tanggal tersebut merupakan minggu pertama kehamilan. Setelah itu, kurangi 8 Februari 2023 dengan 3 bulan, hasilnya 8 November 2022. Lalu, tambahkan 1 tahun, menjadi 8 November 2023. Jadi, hasil perhitungan HPL ibu adalah 8 November 2023.
Sayangnya, sebagian wanita memiliki siklus menstruasi lebih pendek atau lebih lama dari 28 hari, sehingga rumus ini menjadi kurang efektif. Karenanya, ibu bisa menggunakan rumus lainnya, seperti rumus Parikh. Rumus ini sering digunakan untuk menghitung hari perkiraan lahir pada wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur.
Rumus Parikh = HPHT + 9 bulan + (lama siklus menstruasi dikurangi 21 hari)
Contohnya:
Jika HPHT ibu adalah 1 April 2023, maka tambahkan dengan 9 bulan dan hasilnya 1 Januari 2024. Kemudian, jika siklus menstruasi ibu berlangsung selama 32 hari, maka kurangi 32 dengan 21, hasilnya adalah 11 hari. Terakhir, tambahkan 1 Januari 2024 dengan 11 hari, menjadi 12 Januari 2024. Jadi, hasil perhitungan HPL adalah 12 Januari 2024.
2. Melakukan USG
Melakukan pemeriksaan melalui USG adalah cara menghitung hari perkiraan lahir yang biasa dilakukan oleh dokter. Pasalnya, ibu sering kali tidak mengingat kapan HPHT-nya, sehingga tidak diketahui kapan tepatnya waktu ovulasi.
Sebagai solusinya, ibu bisa langsung mengunjungi dokter dan melakukan pemeriksaan melalui USG. Pemeriksaan ini juga dinilai lebih akurat untuk menghitung HPL karena dokter bisa menghitung hari perkiraan lahir melalui detak jantung dan ukuran janin untuk menentukan usia kandungan.
Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir Bayi Tabung
Cara menghitung hari perkiraan lahir bayi tabung lebih mudah dilakukan karena dokter mengetahui secara persis mengenai tanggal pembuahan sel telur dan pemindahan embrio ke rahim ibu. Pemindahan tersebut biasanya dilakukan 3–5 hari setelah pembuahan.
Apabila pemindahan embrio dilakukan pada hari ketiga, ibu dapat menambahkan 263 hari dari tanggal pemindahan tersebut. Sementara itu, jika pemindahan dilakukan hari kelima, maka tambahkan 261 hari dari tanggal pemindahan untuk menentukan HPL.
Misalnya, jika pemindahan embrio dilakukan pada hari ketiga setelah pembuahan, tepatnya tanggal 8 Juni 2023. Maka, 8 Juni 2023 ditambahkan dengan 263 hari menjadi 26 Februari 2024. Sehingga, HPL ibu adalah 26 Februari 2024.
Apakah Kelahiran Selalu Sesuai Perhitungan HPL?
Meskipun ibu sudah menerapkan cara menghitung hari perkiraan lahir secara tepat, kelahiran bayi sering kali tidak sesuai dengan perhitungan. Sebenarnya, hal ini cukup normal. Bahkan, hanya sedikit ibu hamil yang melahirkan sesuai perhitungan HPL.
Lantas, apa yang menyebabkan hari kelahiran tidak sesuai dengan HPL? Berikut beberapa alasannya.
1. Posisi Bayi
Salah satu hal yang dapat memperlambat kelahiran adalah posisi bayi. Apabila pada waktu ditetapkannya HPL posisi kepala bayi telah siap dikeluarkan, maka persalinan bisa terjadi sesuai dengan perhitungan hari perkiraan lahir.
Akan tetapi, apabila kepala bayi belum berada di posisi yang seharusnya, atau belum siap dikeluarkan pada tanggal ditetapkannya HPL, maka proses kelahiran akan lebih lama dari waktu yang diperkirakan.
2. Ukuran Leher Rahim Berubah
Hal lain yang bisa memengaruhi waktu kelahiran adalah perubahan ukuran pada leher rahim. Pasalnya, mendekati hari kelahiran, ukuran leher rahim bisa semakin memendek dan menyebabkan ibu melahirkan lebih cepat dari hari perkiraan.
3. Keliru Menghitung HPHT
Memastikan HPHT adalah unsur utama dalam perhitungan HPL. Jika ibu ragu mengenai kapan tepatnya tanggal hari pertama haid terakhir, maka hasil perhitungan hari perkiraan lahir tidak akan akurat. Hasilnya, waktu kelahiran bisa meleset dari perhitungan HPL.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Cepat Lambat Kelahiran
Secara umum, usia kehamilan hingga bayi dilahirkan adalah 37,5–42,5 minggu. Namun, kelahiran bisa terjadi di bawah atau di atas usia tersebut karena beberapa faktor, di antaranya:
1. Kelahiran Prematur
Kelahiran prematur adalah kondisi ketika ibu melahirkan lebih awal dari seharusnya. Sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur adalah riwayat prematur sebelumnya, hipertensi, diabetes, atau terjadinya perdarahan.
2. Riwayat Kehamilan
Ibu yang baru pertama kali akan melahirkan biasanya memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan beberapa hari melewati tanggal HPL yang sudah ditentukan sebelumnya.
3. Ketuban Pecah Dini
Ketuban pecah dini yang dinilai berisiko bagi bayi biasanya membuat dokter memutuskan melakukan persalinan sesegera mungkin. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan infeksi pada ibu dan juga bayi.
Itulah informasi seputar cara menghitung hari perkiraan lahir yang dapat ibu coba. Pada dasarnya HPL digunakan untuk membantu ibu agar lebih siap dalam menghadapi hari kelahiran, juga digunakan untuk membantu dokter dalam memantau perkembangan janin. Karenanya, ibu tetap disarankan menjalani pemeriksaan antenatal secara rutin guna mengetahui perkembangan buah hati.
Apabila memiliki keluhan seputar kehamilan, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi secara langsung dengan dokter dan mendapatkan penanganan dengan tepat.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, serta buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam yang bisa diunduh secara gratis melalui smartphone. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Post Birthing Basic Package - Homecare
Lainnya, Perawatan Bersalin Homecare
Rp490.000
TERPOPULER
Post Birthing Complete Package - Homecare
Perawatan Bersalin Homecare
Rp1.350.000
Pasca Operasi Maternal Care - Homecare
Perawatan Bersalin Homecare
Rp990.000
Basic Female - SHBS
5 Service/Item
Rp830.000







