Penyebab Hipertensi pada Ibu Hamil, Penanganan, & Pencegahan
Ibu dan Anak

Penyebab Hipertensi pada Ibu Hamil, Penanganan, & Pencegahan

08 September 2025 5 menit waktu baca
jenis hipertensi pada ibu hamil, bahaya, cara mengatasi

 

Salah satu masalah kesehatan yang dapat dialami ibu selama kehamilan adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Kondisi ini perlu ditangani dengan segera mengingat bahaya hipertensi pada ibu hamil dapat menyebabkan gangguan perkembangan janin hingga kelahiran prematur.

 

Perlu diketahui, tekanan darah ibu selama masa kehamilan cenderung tidak stabil. Namun, kondisi ini tidak boleh dianggap remeh begitu saja. Mari simak penyebab dan cara mengatasi darah tinggi saat hamil selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Hipertensi pada Ibu Hamil?

 

Hipertensi pada ibu hamil adalah salah satu masalah kesehatan saat hamil yang harus diwaspadai. Kondisi ini terjadi ketika angka tekanan darah melebihi batas normal. Perlu diketahui, angka tekanan darah merupakan salah satu indikator kesehatan ibu hamil dan janin yang dapat membantu dokter mendeteksi masalah kesehatan selama kehamilan.

 

Tekanan darah normal ibu hamil adalah 120/80 mmHg. Ibu dikatakan mengalami hipertensi jika angka tekanan darahnya mencapai 140/90 mmHg. Sejumlah gejala hipertensi saat hamil adalah nyeri kepala, gangguan penglihatan/pandangan kabur, nyeri perut, sesak napas, serta pembengkakan pada tangan dan wajah.

 

Penyebab Hipertensi pada Ibu Hamil

 

Berdasarkan penyebabnya, hipertensi pada ibu hamil terbagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi kronis dan gestasional. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, hipertensi kronis disebabkan oleh riwayat tekanan darah tinggi yang dialami ibu sebelum kehamilan dan berlanjut hingga memasuki kehamilan dan setelah melahirkan.

 

Sementara itu, hipertensi gestasional adalah peningkatan tekanan darah di atas normal yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu, tanpa adanya riwayat hipertensi sebelum kehamilan. Belum diketahui secara pasti apa penyebab hipertensi gestasional. Namun, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini adalah kehamilan pertama, hamil di bawah usia 20 tahun, atau menderita diabetes.

 

Menurut American College of Obstetrics and Gynecologist, tekanan darah ibu hamil yang mengalami hipertensi ringan bisa kembali normal usai melahirkan meski tanpa penanganan khusus. Sementara itu, pada kasus yang lebih berat, kondisi ini memerlukan penanganan dengan segera karena berisiko menyebabkan preeklamsia.

 

Cara Mengatasi Hipertensi pada Ibu Hamil

 

Hipertensi saat hamil sering terjadi pada trimester kedua atau ketiga. Agar tidak berlanjut menjadi komplikasi, ada beberapa gaya hidup sehat yang bisa diterapkan untuk mengatasi hipertensi selama masa kehamilan. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Mengurangi Konsumsi Garam

 

Konsumsi garam berlebihan merupakan salah satu penyebab umum hipertensi pada ibu hamil. Untuk menanganinya, ibu perlu membatasi asupan garam setiap harinya, baik pada masakan ataupun makanan kemasan. Menurut Dietary Guideline for American 2020-2025, maksimal asupan garam untuk ibu hamil adalah sebanyak 3.305 mg atau setara dengan 3,3 gr per hari.

 

2. Menjaga Kenaikan Berat Badan Normal

 

Kenaikan berat badan ketika hamil merupakan hal yang wajar. Meski begitu, laju kenaikan berat badan tetap perlu dikontrol agar tidak berlebihan. Pasalnya, berat badan berlebihan dapat memperparah hipertensi pada ibu hamil. Pastikan ibu mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang untuk menjaga kenaikan berat badan ideal selama kehamilan.

 

3. Memperbanyak Asupan Sayur dan Buah

 

Salah satu cara efektif untuk mengatasi hipertensi pada ibu hamil adalah memperbanyak asupan sayur dan buah. Pasalnya, buah dan sayur memiliki berbagai kandungan nutrisi yang baik untuk menurunkan tekanan darah sekaligus mendukung perkembangan janin. Beberapa pilihan buah yang bagus untuk ibu hamil adalah pisang, alpukat, anggur, dan lain-lain.

 

4. Rutin Melakukan Olahraga Ringan

 

Meski tengah mengandung, ibu tetap dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik. Tidak perlu melakukan olahraga berat, cukup dengan olahraga ringan yang bisa dilakukan di rumah, seperti yoga atau senam ibu hamil. Olahraga akan membuat peredaran darah kembali lancar sehingga bisa membantu mencegah hipertensi pada ibu hamil. Selain itu, olahraga juga membantu membakar lemak yang dapat menyumbat pembuluh darah.

 

5. Mengonsumsi Omega-3

 

Menurut American Pregnancy Association, selain meningkatkan kecerdasan janin, asam lemak omega-3 juga dapat digunakan sebagai penanganan hipertensi pada ibu hamil. Namun, pastikan ibu hamil mendapatkan sumber omega-3 yang aman, seperti ikan salmon atau suplemen omega-3 yang sesuai anjuran dokter.

 

6. Rutin Memantau Tekanan Darah di Rumah

 

Ada baiknya ibu hamil rutin melakukan pengecekan tekanan darah secara mandiri di rumah, terutama bila merasakan adanya gejala-gejala tekanan darah tinggi. Ibu hamil dapat meminta bantuan pasangan atau keluarga untuk mengukur tekanan darah menggunakan tensimeter. Apabila hasil tes menunjukkan tekanan darah melebihi batas normal, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

 

7. Berkonsultasi dengan Dokter

 

Apabila mengalami gejala hipertensi saat hamil, sebaiknya ibu segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan secara tepat. Biasanya, dokter akan meresepkan obat-obatan penurun tekanan darah yang dosis dan jenisnya disesuaikan dengan kondisi kesehatan ibu.

 

Cara Mencegah Hipertensi pada Ibu Hamil

 

Sejumlah cara mencegah hipertensi pada ibu hamil yang direkomendasikan oleh CDC adalah sebagai berikut:

 

  • Berolahraga secara teratur.

  • Mengonsumsi makanan sehat.

  • Memastikan obat-obatan yang dikonsumsi sesuai dengan anjuran dosis dari dokter.

  • Menyiapkan obat-obatan darurat jika kerap mengalami masalah hipertensi.

  • Melakukan pemeriksaan kesehatan kehamilan secara rutin dengan dokter kandungan.

 

Itulah penjelasan terkait hipertensi pada ibu hamil. Penting untuk dipahami bahwa informasi pada artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis atau saran dari tenaga medis profesional. Oleh karena itu, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut oleh Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis yang tepat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional pun akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Nest Artikel Banner

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail