Mengenal Proses Kehamilan: Pembuahan & Perkembangan Janin
Ibu dan Anak

Mengenal Proses Kehamilan: Pembuahan & Perkembangan Janin

05 November 2024 6 menit waktu baca
kehamilan adalah

Kehamilan adalah kondisi ketika sel telur dibuahi oleh sperma dan berkembang menjadi janin di dalam rahim. Proses kehamilan merupakan fase yang panjang, yakni dapat berlangsung hingga 40 minggu atau sekitar 9 bulan lamanya. Di awal kehamilan, biasanya ibu akan mengalami sejumlah gejala khas, seperti telat haid dan morning sickness.

 

Untuk memahami proses pembuahan hingga tahapan perkembangan janin selama masa kehamilan, mari simak ulasan berikut ini.

 

Mengenal Proses Kehamilan

 

Kehamilan adalah kondisi yang terjadi ketika terdapat pembuahan dan perkembangan janin di dalam rahim. Umumnya, kehamilan akan berlangsung selama 37 minggu hingga 40 minggu yang dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir. Namun, pada beberapa kasus, janin bisa dilahirkan sebelum minggu ke-37 kehamilan (kelahiran prematur).

 

Ada pula janin yang bertahan di dalam rahim hingga mencapai minggu ke-42 atau dikenal dengan istilah kehamilan serotinus atau postterm. Pada kehamilan postterm, janin perlu segera dikeluarkan untuk menghindari risiko aspirasi mekonium (keracunan air ketuban yang telah bercampur dengan feses).

 

Proses Terjadinya Kehamilan

 

Seperti yang telah dijelaskan, kehamilan adalah kondisi yang terjadi ketika sel telur telah dibuahi oleh sperma, kemudian hasil pembuahan bergerak menuju rahim dan tertanam (implantasi) di dalam lapisan rahim. Proses kehamilan ini melalui beberapa tahap, di antaranya adalah:

 

1. Masa Subur Wanita

 

Ketika memasuki masa subur, organ reproduksi wanita akan mengalami masa ovulasi, yaitu ketika ovarium (indung telur) melepaskan sel telur (ovum) yang siap dibuahi. Sel telur tersebut kemudian akan bergerak melewati saluran tuba falopi hingga sampai pada rahim.

 

2. Hubungan Seksual

 

Saat berhubungan seksual, pria akan ejakulasi dan mengeluarkan air mani yang mengandung sperma ke dalam vagina. Nantinya, sperma tersebut akan berenang melewati leher rahim (serviks), masuk ke dalam rahim hingga mencapai tuba falopi untuk mencari sel telur yang sudah siap untuk dibuahi. Keseluruhan proses ini dapat berlangsung selama 45 menit hingga 12 jam.

 

3. Pembuahan

 

Setelah sperma berhasil menembus dan masuk hingga sampai pada inti sel telur, lapisan khusus akan mulai terbentuk untuk mencegah masuknya sperma lain ke dalam inti sel telur. Lalu, sperma dan sel telur pun akan bersatu untuk memulai proses pembuahan.

 

4. Implantasi

 

Setelah proses pembuahan, sel telur dan sperma yang telah bersatu tersebut akan bergerak dari tuba falopi menuju rahim seraya membelah diri dan membentuk blastokista. Umumnya, blastokista akan sampai pada rahim dalam 3–4 hari setelah pembuahan terjadi. Lalu, blastokista tersebut akan mengapung di dalam rahim selama 2–3 hari sebelum menempel dan tertanam ke dalam lapisan dinding rahim (implantasi).

 

5. Pembentukan Embrio

 

Proses terjadinya kehamilan akan dilanjutkan dengan pembentukan embrio. Pada tahap ini, blastokista yang sudah menempel dan tertanam ke dalam lapisan dinding rahim akan mengalami pembelahan sel hingga berkembang menjadi embrio dan amnion (organ berbentuk kantong yang akan menjadi tempat bagi embrio untuk berkembang selama masa kehamilan).

 

Tanda Awal Kehamilan

 

Pada dasarnya, tanda awal kehamilan cenderung berbeda-beda pada setiap ibu. Namun, sejumlah tanda-tanda umum terjadinya kehamilan adalah sebagai berikut:

 

  • Terlambat atau tidak menstruasi.

  • Morning sickness.

  • Payudara terasa nyeri.

  • Warna kulit cenderung menggelap pada bagian tubuh tertentu, seperti pada area puting dan ketiak.

  • Kram perut.

  • Kenaikan berat badan.

  • Perut kembung.

  • Mood swing.

  • Ngidam.

  • Keluarnya bercak darah dari vagina akibat perdarahan implantasi.

  • Heartburn dan konstipasi akibat perubahan hormon.

 

Cara Mengetahui Kehamilan

 

Langkah awal untuk memastikan terjadinya kehamilan adalah dengan melakukan pemeriksaan. Adapun sejumlah prosedur yang dapat dilakukan untuk mengonfirmasi kehamilan adalah sebagai berikut:

 

 

Usia Kehamilan dan Tahapan Perkembangan Janin

 

Umumnya, usia dan tahapan perkembangan janin selama masa kehamilan terbagi ke dalam tiga fase yang berbeda, yaitu trimester pertama, trimester kedua, dan trimester ketiga. Adapun penjelasan lengkap dari usia dan tahapan perkembangan janin selama kehamilan adalah sebagai berikut:

 

1. Trimester Pertama (1–12 Minggu)

 

Trimester pertama kehamilan adalah masa ketika ibu mulai menunjukkan tanda-tanda umum, seperti morning sickness, mudah lelah, dan kenaikan berat badan. Meski perubahan fisiknya masih belum terlihat jelas, pada fase ini, ibu telah mengalami perubahan kadar hormon yang signifikan. Tubuh juga akan mulai beradaptasi dengan menambah suplai darah untuk memberikan asupan oksigen dan nutrisi kepada zigot yang sedang berkembang.

 

Selama tiga bulan pertama, zigot akan berubah menjadi embrio yang menempel dan tertanam pada lapisan dinding rahim untuk berkembang menjadi janin. Idealnya, janin pada fase ini akan memiliki berat sekitar 30 gram dengan panjang mencapai 7,5 sentimeter. Selain itu, pada tubuh janin juga akan mulai terbentuk berbagai organ tubuh, seperti:

 

  • Otak.

  • Sumsum tulang belakang.

  • Kepala, mata, hidung, dan mulut.

  • Jari tangan dan kaki.

  • Alat kelamin.

 

Perlu diketahui, pada trimester pertama, ibu cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami keguguran. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kondisi dan kesehatan tubuh selama trimester pertama kehamilan.

 

2. Trimester Kedua (13–28 Minggu)

 

Memasuki trimester kedua, morning sickness cenderung akan mereda dan menghilang. Namun, pada trimester kedua, ibu hamil dapat mengalami beberapa kondisi berikut ini:

 

  • Perut mulai membesar.

  • Badan pegal-pegal.

  • Nafsu makan meningkat.

  • Munculnya stretch mark pada perut, paha, bokong, dan payudara.

  • Kulit di sekitar puting dan ketiak terlihat menggelap.

  • Tekanan darah rendah.

 

Trimester kedua juga menjadi fase ketika ibu hamil mulai merasakan janin bergerak untuk pertama kalinya. Umumnya, gerakan janin tersebut akan dirasakan pada minggu ke-20 kehamilan. Di sisi lain, seluruh organ vital pada tubuh janin juga sudah berkembang penuh pada fase ini. Idealnya, berat janin pada trimester kedua akan mencapai 1 kilogram. Selain itu, janin pada trimester kedua juga sudah bisa mendengar suara ibu dan lingkungan sekitarnya.

 

3. Trimester Ketiga (29–40 Minggu)

Tahapan perkembangan janin berikutnya akan berlangsung pada trimester ketiga kehamilan. Pada fase ini, tulang janin sudah terbentuk sempurna. Janin juga sudah dapat menghisap ibu jari, membuka dan menutup mata, menendang, merespons cahaya serta merenggangkan tubuh. Selain itu, memasuki bulan ke-8, pertumbuhan dan perkembangan otak pada janin akan berlangsung secara optimal.

 

Umumnya, berat badan janin pada trimester ketiga telah mencapai 3–4 kilogram. Setelah memasuki minggu ke-36, paru-paru janin sudah terbentuk sempurna dan siap untuk bekerja sendiri. Pada masa ini, posisi kepala janin biasanya sudah turun dan memasuki jalan lahir.

 

Sementara itu, ibu hamil sering kali mengalami kontraksi palsu setelah memasuki trimester terakhir ini. Payudara ibu juga sudah mulai memproduksi air susu ibu (ASI) yang dapat diberikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi nantinya. Pada trimester ketiga, ibu perlu melakukan sejumlah pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mempersiapkan diri menuju proses persalinan. Beberapa prosedur pemeriksaan yang umum dilakukan adalah:

 

  • Tes urine untuk mendeteksi kadar protein di dalam tubuh.

  • Pemeriksaan tekanan darah.

  • Pemantauan detak jantung janin.

  • Pemeriksaan kadar gula darah.

  • Pemeriksaan kehamilan dengan USG.

  • Pemeriksaan berat badan ibu.

  • Pemeriksaan amniosentesis jika terdapat kecurigaan adanya kelainan bawaan, fibrosis kistik, atau spina bifida pada janin. Selain itu, pemeriksaan ini juga perlu dilakukan jika terdapat riwayat kelainan kromosom dalam keluarga.

 

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan selama Masa Kehamilan

 

Kehamilan adalah kondisi yang menyebabkan perubahan besar bagi ibu, baik secara fisik maupun psikis. Maka dari itu, sebagai upaya menjaga kesehatan ibu dan buah hati, penting untuk menerapkan pola hidup sehat sebaik mungkin. Adapun pola hidup sehat saat hamil yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

 

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

  • Mengonsumsi suplemen yang penting selama masa kehamilan, seperti asam folat dan zat besi.

  • Tidak mengonsumsi obat-obatan lain, kecuali di bawah pengawasan dokter.

  • Membatasi konsumsi minuman yang mengandung kafein dan alkohol berlebih.

  • Menghindari konsumsi makanan mentah atau belum dimasak hingga matang.

  • Tidak merokok.

  • Berolahraga secara rutin.

  • Mengelola stres sebaik mungkin.

  • Memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan baik.

  • Mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin.

 

Komplikasi Kehamilan

 

Apabila ibu tidak menjaga kesehatannya dengan baik, beberapa komplikasi yang bisa terjadi selama masa kehamilan adalah:

 

 

Penting untuk dipahami bahwa terlambat menstruasi, mual, payudara nyeri, dan tanda-tanda lain yang dicantumkan di atas juga dapat merujuk pada kondisi medis lainnya. Untuk memastikan kehamilan, dibutuhkan diagnosis lebih lanjut oleh Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Anda pun bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai kemudahan akses, mulai dari melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan nikmati fitur-fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Nest Artikel Banner

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail