Mengenal Perbedaan Kontraksi Asli dan Palsu pada Ibu Hamil
Ibu dan Anak

Mengenal Perbedaan Kontraksi Asli dan Palsu pada Ibu Hamil

04 September 2025 3 menit waktu baca
Perbedaan kontraksi asli dan palsu

Kontraksi adalah situasi yang umumnya digunakan sebagai indikasi waktu melahirkan sudah dekat. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua kontraksi pada ibu hamil mengindikasikan jika persalinan sudah dekat. Bisa saja, ibu hamil hanya mengalami kontraksi palsu (braxton hicks). Namun, bagaimana cara membedakan kontraksi palsu dan asli? Mari simak informasi selengkapnya lewat ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Kontraksi?

 

Kontraksi adalah kondisi di mana rahim terasa kencang dan mengeras selama beberapa saat, lalu kembali rileks. Kontraksi merupakan salah satu tanda bahwa kehamilan telah mendekati waktu persalinan. Tujuan utama dari kontraksi adalah untuk mempersiapkan jalan lahir agar proses keluarnya bayi dari rahim dapat berjalan dengan lancar.

 

Namun nyatanya kontraksi tidak selalu menjadi tanda kelahiran. Pada masa kehamilan, ibu mungkin bisa mengalami kontraksi palsu (braxton hicks). Jenis kontraksi ini biasanya dapat disebabkan oleh hal lain seperti dehidrasi, tetapi sering disalahartikan sebagai suatu tanda jika persalinan sudah dekat.

 

Perbedaan Kontraksi Asli dan Palsu

 

Pada kehamilan pertama, ibu bisa saja merasa bingung dalam mengenali perbedaan kontraksi asli dan palsu, sehingga menganggap bahwa kontraksi hanya akan terjadi saat mendekati waktu melahirkan. Mari ketahui cara membedakan kontraksi palsu dan asli yang dapat dilihat melalui beberapa faktor, berikut penjelasannya.

 

1. Waktu Terjadinya

 

Perbedaan kontraksi asli dan palsu yang pertama dapat dilihat dari waktu terjadinya. Ciri kontraksi asli biasanya terjadi ketika usia kehamilan sudah mencapai 37–40 minggu. Apabila kontraksi asli terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu, maka ada risiko terjadinya kelahiran prematur.

 

Sementara itu, ciri kontraksi palsu biasanya terjadi pada trimester ketiga kehamilan. Namun, ada pula ibu hamil yang merasakan sensasi kontraksi sejak trimester kedua kehamilan. Gejala kontraksi ini sering kali muncul saat sore atau malam hari, biasanya saat ibu sedang merasa kelelahan atau setelah melakukan aktivitas fisik yang berat.

 

2. Durasi Kontraksi

 

Perbedaan kontraksi asli dan palsu juga bisa dilihat dari durasinya. Pada kontraksi asli, sensasi kencang-kencang di perut terasa stabil dan konsisten. Durasi kontraksi asli biasanya berlangsung selama 30–70 detik dengan interval yang teratur dan bisa bertambah lama seiring mendekatnya waktu persalinan.

 

Sementara itu, durasi kontraksi palsu bisa berbeda-beda, mulai dari 30 detik hingga 2 menit dan memiliki interval tidak teratur.

 

3. Sensasi yang Dirasakan

 

Pada kontraksi asli, lingkup sensasi kencang-kencang di perut terasa lebih luas, mulai dari perut hingga menjalar ke punggung bagian bawah. Sedangkan pada kontraksi palsu, ibu hamil biasanya hanya akan merasakan sensasi kencang-kencang di perut bagian bawah dan selangkangan.

 

Kontraksi palsu umumnya juga bisa mereda dan hilang dengan sendirinya ketika ibu aktif bergerak atau berjalan-jalan. Sebaliknya, pada kontraksi asli, ibu justru akan merasakan sensasi kencang-kencang dan kram perut dengan intensitas yang semakin kuat saat bergerak atau berjalan.

 

Cara Menghadapi Kontraksi Palsu

 

Kontraksi palsu yang terjadi selama kehamilan sebenarnya bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Meski begitu, ibu hamil biasanya akan merasa tidak nyaman dan cenderung panik saat terjadi kontraksi, apalagi jika kontraksi terjadi sebelum kehamilan cukup bulan. Guna mengurangi rasa ketidaknyamanan tersebut, berikut adalah beberapa cara mengatasi kontraksi palsu yang bisa dilakukan:

 

1. Istirahat dari Aktivitas Fisik yang Sedang Dilakukan

 

Jika sedang mengalami sensasi kencang-kencang di perut yang mengarah pada kontraksi palsu, sebaiknya ibu segera menghentikan aktivitas fisik yang sedang dikerjakan. Cobalah beristirahat sejenak atau berjalan santai untuk meredakan gejala tersebut.

 

2. Melakukan Relaksasi

 

Selain beristirahat dengan cara berjalan santai, disarankan juga untuk seorang ibu melakukan kegiatan yang dapat membuat tubuh menjadi rileks, seperti berendam di air hangat atau mendengarkan melodi musik yang dapat memberikan efek ketenangan batin.

 

3. Berjalan-jalan Sejenak

 

Terlalu lama berdiri juga bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya kontraksi palsu. Jika ibu mengalami hal ini, disarankan untuk berjalan-jalan sejenak sehingga rasa atau sensasi kencang-kencang pada perut mereda.

 

Penting bagi ibu yang baru hamil pertama kali memahami perbedaan kontraksi asli dan palsu. Namun, bila ibu merasa khawatir, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan.

 

Ibu juga bisa menggunakan NEST, sebuah layanan dan fasilitas kehamilan, melahirkan, dan pascamelahirkan lengkap yang didukung oleh berbagai tim dokter multidisiplin, mulai dari dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dokter spesialis anak, dokter spesialis anestesi, ahli gizi klinis, konsultan laktasi, hingga bidan dan tenaga medis profesional lainnya. Layanan NEST tersedia di Siloam Hospitals TB Simatupang dan Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang

 

Nest Artikel Banner

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail