Keguguran: Penyebab, Gejala, Penanganan, & Pencegahannya
Ibu dan Anak

Keguguran: Penyebab, Gejala, Penanganan, & Pencegahannya

03 September 2025 4 menit waktu baca
keguguran adalah

 

Keguguran adalah berhentinya kehamilan secara mendadak sebelum memasuki usia 20 minggu. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kelainan kromosom yang menyebabkan janin tidak mampu berkembang secara normal. Keguguran yang disebabkan oleh kelainan genetik cenderung sulit untuk dicegah. 

 

Kendati demikian, penting bagi ibu hamil untuk selalu menjaga kesehatan janin sebaik mungkin guna meminimalisasi risiko terjadinya keguguran. Mari kenali penyebab, gejala, penanganan, hingga cara mencegah keguguran selengkapnya dalam ulasan berikut.

 

Apa itu Keguguran?

 

Keguguran, abortus, atau miscarriage adalah kematian janin di dalam kandungan secara mendadak sebelum kehamilan memasuki usia 20 minggu. Kondisi ini sering kali terjadi sebelum kehamilan mencapai usia 13 minggu dan risikonya cenderung menurun bila kandungan telah melebihi usia 20 minggu.

 

Keguguran adalah komplikasi kehamilan yang umum terjadi. Dilansir dari Mayo Clinic, sebanyak 10 hingga 20 persen kehamilan berakhir dengan keguguran. Kendati demikian, keguguran dapat diminimalisasi dengan menjalani pola hidup sehat serta menghindari faktor risikonya.

 

Penyebab Keguguran

 

Penyebab keguguran yang paling sering terjadi adalah kelainan kromosom yang menyebabkan janin tidak mampu berkembang secara normal. Selain itu, ada pula sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami keguguran, di antaranya:

 

 

Gejala Keguguran

 

Gejala keguguran cenderung beragam menyesuaikan dengan jenisnya. Adapun penjelasan lengkap dari gejala keguguran adalah sebagai berikut:

 

1. Abortus Insipiens

 

Abortus insipiens merupakan kondisi ketika janin masih utuh dan belum keluar namun keguguran tetap tidak bisa dihindari karena mulut rahim telah terbuka. Gejala umum dari abortus insipiens adalah sebagai berikut:

 

 

2. Abortus Inkomplet

 

Abortus inkomplet merupakan jenis keguguran yang terjadi ketika sebagian janin telah keluar dari rahim. Umumnya, abortus inkomplet menyisakan sebagian plasenta di dalam rahim, sehingga perlu dibersihkan melalui tindakan kuretase. Sejumlah gejala yang mengindikasikan ibu hamil mengalami abortus inkomplet di antaranya:

 

  • Perdarahan hebat.

  • Kram perut.

  • Keluarnya plasenta atau bagian tubuh janin dari rahim.

 

3. Abortus Komplet

 

Abortus komplet adalah kondisi berupa keluarnya seluruh jaringan janin dari dalam rahim. Sejumlah gejala yang menandakan terjadinya abortus komplet antara lain:

 

  • Mulut rahim telah terbuka lebar.

  • Perdarahan vagina.

  • Nyeri perut seperti sedang melahirkan.

  • Keluarnya seluruh jaringan janin dari rahim.

 

4. Abortus Tak Terduga

 

Abortus tak terduga atau missed abortion merupakan jenis keguguran yang terjadi karena janin tidak berkembang sejak awal. Kondisi ini bisa dikenal dengan istilah kehamilan kosong (blighted ovum). Umumnya, abortus tak terduga tidak menimbulkan gejala seperti jenis keguguran lainnya, sehingga baru bisa terdeteksi saat melakukan pemeriksaan USG dan kontrol kehamilan.

 

5. Abortus Berulang

 

Sesuai dengan namanya, abortus berulang adalah kondisi ketika ibu mengalami keguguran sebanyak lebih dari dua kali secara berturut-turut. Penyebab abortus berulang yang paling sering terjadi adalah karena adanya kelainan genetik pada ibu hamil.

 

Penanganan Keguguran

 

Penanganan medis perlu segera dilakukan guna menghindari komplikasi keguguran, seperti abortus septik atau infeksi, yang membahayakan kesehatan. Adapun tindakan medis yang dilakukan untuk menangani keguguran adalah sebagai berikut:

 

1. Kuretase

 

Salah satu tindakan medis yang akan dilakukan oleh dokter untuk menangani keguguran adalah kuretase. Kuretase merupakan prosedur yang dilakukan dengan melebarkan serviks dengan alat khusus untuk mengeluarkan sisa jaringan janin atau plasenta dari dalam rahim.

 

2. Pemberian Obat-Obatan

 

Dokter akan meresepkan obat-obatan tertentu, seperti antibiotik dan antiperdarahan, untuk mempercepat proses pembersihan rahim, mencegah perdarahan, serta menurunkan risiko infeksi. Selain itu, injeksi imunoglobulin juga dapat dilakukan guna meminimalisasi masalah kesehatan pada kehamilan selanjutnya.

 

3. Pemulihan Mental

 

Kehilangan buah hati karena keguguran dapat menimbulkan perasaan kecewa, sedih, dan menyesal, sehingga turut mengganggu kesehatan mental penderitanya. Bila dibiarkan, kondisi tersebut dapat menimbulkan post traumatic stress disorder (PTSD). Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil yang mengalami keguguran untuk mencari kegiatan yang dapat memulihkan mentalnya, seperti bercerita kepada keluarga, teman, ataupun berdiskusi dengan psikolog.

 

Cara Mencegah Keguguran

 

Keguguran adalah kondisi yang sulit dicegah terutama jika disebabkan oleh kelainan genetik. Kendati demikian, Anda dapat menghindari keguguran yang dipicu oleh faktor risiko lainnya melalui sejumlah cara berikut:

 

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Menjalani pola hidup sehat, seperti menghindari asap rokok, mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol.

  • Mendapatkan vaksin yang dianjurkan oleh dokter sebelum hamil guna mencegah risiko infeksi.

  • Memeriksakan kehamilan secara rutin.

 

Penting untuk diketahui bahwa artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan saran medis dari dokter. Apabila ibu mengalami sejumlah keluhan selama kehamilan, jangan ragu untuk mengunjungi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh pemeriksaan lebih lanjut, diagnosis yang akurat, serta saran penanganan yang tepat.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 4

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail