Apa itu Malaria? Ini Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Apa itu Malaria? Ini Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

02 Juni 2025 4 menit waktu baca
Malaria adalah

 

Malaria adalah infeksi akibat Plasmodium yang dibawa oleh nyamuk Anopheles betina. Malaria termasuk penyakit menular yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk, tidak dari kontak fisik manusia ke manusia. Hingga kini, penyakit malaria masih menjadi ancaman di sejumlah daerah di Indonesia.

 

Menurut data Kemenkes, pada tahun 2021 terdapat lebih dari 90 ribu kasus malaria. Meski begitu, angka tersebut telah mengalami penurunan secara signifikan dari tahun 2020 yang mencapai lebih dari 200 ribu kasus. Malaria adalah kondisi yang bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Apabila tidak ditangani dengan baik, penyakit ini berisiko menyebabkan sejumlah komplikasi bahkan kematian. Mari simak artikel berikut untuk mengetahui informasi seputar malaria selengkapnya.

 

Apa itu Malaria?

 

Malaria adalah penyakit infeksi menular yang dapat menyebar melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Hampir sama dengan gejala demam berdarah, malaria umumnya ditandai dengan demam dan menggigil selama beberapa hari. Penularan malaria terjadi ketika nyamuk Anopheles betina yang telah terinfeksi Plasmodium menggigit manusia.

 

Plasmodium tersebut akan dilepaskan ke dalam aliran darah dan menyebabkan parasit berkembang di dalam hati, kemudian menyerang sel darah merah dan menimbulkan munculnya gejala klinis. Apabila tidak segera mendapat penanganan, malaria dapat menyebabkan komplikasi, seperti anemia dan hipoglikemia (gula darah rendah). Pada kondisi lebih serius, malaria bisa berkembang menjadi malaria serebral pemicu penyumbatan pembuluh darah otak dan perdarahan di area otak.

 

Penyebab Malaria

 

Malaria disebabkan oleh infeksi Plasmodium yang terbawa nyamuk Anopheles betina. Malaria tidak dapat menular lewat kontak langsung dari satu orang ke orang lainnya, melainkan melalui gigitan nyamuk. Akan tetapi, penyakit ini juga dapat menyebar dengan cara berikut:

 

  • Penularan dari ibu kepada bayi saat melahirkan (malaria kongenital).

  • Transfusi darah.

  • Penggunaan jarum suntik bersama.

 

Malaria disebabkan oleh infeksi parasit. Terdapat lima jenis spesies parasit yang bisa menyebabkan malaria pada manusia, yaitu:

 

  • Plasmodium vivax atau malaria tertiana, gejala yang ditimbulkan sedikit ringan dan muncul berselang setiap tiga hari. Jenis parasit ini dapat bertahan di dalam hati selama 3 tahun sehingga sangat berpotensi untuk kambuh kembali.

  • Plasmodium malariae atau malaria quartana, gejala yang timbul berselang setiap empat hari.

  • Plasmodium ovale atau malaria ovale, gejala yang ditimbulkan sama dengan malaria quartana. Jenis parasit ini banyak ditemukan di Afrika dan Pasifik Barat.

  • Plasmodium falciparum atau malaria tropika, gejala yang ditimbulkan berselang 48 jam sekali. Parasit ini dapat menyebabkan malaria serebral yang fatal sehingga menduduki urutan pertama penyebab kematian terbanyak akibat malaria.

 

Faktor Risiko Malaria

 

Malaria adalah penyakit yang dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit malaria, di antaranya adalah:

 

  • Usia. Malaria dapat terjadi pada semua kalangan usia, tetapi penyakit ini rentan dialami oleh anak berusia di bawah 5 tahun.

  • Tinggal di lingkungan dengan iklim tropis. Malaria sangat umum terjadi pada negara atau daerah yang memiliki iklim tropis, termasuk Indonesia.

  • Berada di daerah yang minim fasilitas kesehatan. Minimnya akses atau kurangnya ketersediaan fasilitas kesehatan yang menghambat pengobatan malaria dapat meningkatkan peluang tertular malaria dan berkembangnya penyakit menjadi kondisi yang lebih parah.

 

Gejala Malaria

 

Orang yang terinfeksi malaria biasanya baru mengalami gejala dalam kurun waktu 10 hari hingga 4 minggu pascagigitan pertama. Akan tetapi, tak jarang gejala tersebut muncul dalam waktu 7 hari setelah terinfeksi. Adapun beberapa gejala yang umum dialami oleh penderita malaria adalah sebagai berikut:

 

  • Demam tinggi.

  • Menggigil.

  • Mual dan muntah.

  • Diare.

  • Nyeri kepala.

  • Nyeri otot.

  • Kelelahan.

  • Banyak berkeringat.

  • Nyeri perut.

  • Kehilangan selera makan.

  • Kesulitan bernapas.

  • Detak jantung meningkat.

 

Jenis Malaria berdasarkan Tingkat Keparahan Gejala

 

Berdasarkan tingkat keparahan gejalanya, malaria dibedakan menjadi dua jenis yaitu malaria biasa dan berat. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

A. Malaria Biasa

 

Penderita dapat dikatakan mengalami jenis malaria biasa ketika kondisi tersebut tidak menimbulkan berbagai komplikasi serius serta hanya memunculkan gejala-gejala utama yang bertahan selama 6 hingga 10 jam dan berulang setiap dua hari sekali.

 

B. Malaria Berat

 

Malaria berat merupakan komplikasi dari malaria biasa yang tidak segera ditangani. Pada kasus malaria berat, terjadi proses yang disebut dengan sekuestrasi, yaitu kondisi ketika darah menggumpal dan menyebabkan pembuluh darah menuju otak tersumbat.

 

Penyumbatan pembuluh darah otak berisiko menyebabkan komplikasi berupa stroke, kejang, asidosis (peningkatan kadar asam dalam tubuh), anemia berat, dan penurunan kesadaran. Bahkan, penderita malaria berat berpotensi mengalami anemia serebral.

 

Pengobatan Malaria

 

Terapi kombinasi berbasis artemisinin atau artemisinin-based combination Therapy (ACT) adalah pengobatan malaria yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia dan WHO. ACT merupakan kombinasi dari dua atau lebih obat yang bekerja melawan parasit malaria melalui cara yang berbeda, misalnya artemether-lumefantrine (coartem) dan artesunate-mefloquine.

 

Pencegahan Malaria

 

Pencegahan malaria penting untuk dilakukan mengingat penyakit ini dapat berakibat fatal bagi penderitanya. Menurut anjuran Kemenkes RI, beberapa upaya untuk mencegah malaria adalah sebagai berikut:

 

  • Membersihkan lingkungan dengan air mengalir serta jangan lupa membersihkan peralatan rumah tangga secara rutin.

  • Jika memiliki tempat penampungan air seperti kolam ikan, disarankan untuk menebarkan ikan pemakan jentik nyamuk.

  • Menutup penampungan air saat tidak digunakan.

  • Menggunakan obat antinyamuk dan kelambu saat tidur untuk menghindari gigitan nyamuk.

  • Menghindari aktivitas di dekat perairan saat malam hari karena nyamuk malaria lebih aktif di malam hari.

 

Penting untuk diingat bahwa sejumlah gejala yang disebutkan pada artikel ini juga dapat merujuk pada kondisi medis lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat apabila mengeluhkan gejala serupa.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan tersebut telah sesuai dengan kondisi medis pasien.


Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 4

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail