Mengenal Diare, Jenis, Penyebab, hingga Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Diare, Jenis, Penyebab, hingga Cara Mengatasinya

11 Maret 2026 4 menit waktu baca
diare adalah

Diare adalah salah satu jenis gangguan pencernaan yang ditandai dengan peningkatan frekuensi buang air besar (lebih dari tiga kali sehari) dan tekstur feses yang cair. Diare dapat terjadi karena seseorang mengonsumsi makanan ataupun minuman yang tidak higienis. 

 

Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga berbulan-bulan. Pada kasus yang ringan, diare biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Meski begitu, kondisi ini tetap perlu mendapatkan perhatian lebih dan penanganan segera guna mencegah terjadinya perburukan kondisi. Mari simak informasi mengenai diare serta cara mengatasinya melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Diare?

 

Diare adalah gangguan pencernaan ketika seseorang buang air besar sebanyak tiga kali atau lebih dalam satu hari. Ketika mengalami diare, tekstur feses biasanya menjadi lebih lembek atau sangat berair. Diare adalah masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama pada bayi dan anak-anak.

 

Meski banyak kasus diare yang tergolong tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya, diare dapat mengganggu penderitanya serta berisiko menyebabkan komplikasi serius. Maka dari itu, diare tetap harus ditangani sesegera mungkin.

 

Jenis-Jenis Diare

 

Diare dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan durasinya. Jenis-jenis diare ini pun disebabkan oleh faktor yang berbeda-beda. Berikut penjelasannya:

 

1. Diare Akut

 

Diare akut merupakan jenis gangguan pencernaan yang terjadi secara tiba-tiba selama 3–7 hari. Diare akut umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri di saluran cerna. Infeksi tersebut dapat terjadi ketika penderita mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi virus atau bakteri.

 

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, diare akut menempati posisi kedua sebagai penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di Indonesia pada tahun 2025, dengan total sekitar 3 juta kasus. 

 

2. Diare Persisten

 

Diare persisten ditandai dengan buang air besar cair lebih dari tiga kali dalam 24 jam yang berlangsung selama lebih dari 2 minggu, tetapi kurang dari 4 minggu. Diare persisten umumnya disebabkan oleh patogen yang berbeda dari penyebab diare akut.

 

3. Diare Kronis

 

Seseorang dikatakan mengalami diare kronis ketika kondisi tersebut berlangsung selama 4 minggu atau bahkan lebih. Biasanya, diare kronis disebabkan oleh infeksi kronis, alergi (seperti pada intoleransi laktosa), efek samping obat-obatan, hingga kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi medis yang dapat mengakibatkan diare kronis adalah penyakit Crohn dan iritasi usus besar (IBS).

 

Penyebab dan Faktor Risiko Diare

 

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena diare, di antaranya:

 

  • Mengonsumsi air dari sumber yang tidak bersih.

  • Jarang mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari kamar mandi.

  • Menyimpan makanan di tempat yang tidak tertutup.

  • Mengonsumsi sisa makanan yang sudah basi.

 

Gejala Diare

 

Ketika seseorang mengalami diare, terdapat sejumlah gejala yang biasanya dialami, seperti:

 

 

Gejala Diare 

Diagnosis Diare

 

Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien serta keluarganya. Selanjutnya, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan penunjang jika dibutuhkan. Pemeriksaan penunjang untuk diagnosis diare adalah sebagai berikut:

 

  • Pemeriksaan sampel feses untuk mengetahui infeksi yang dialami pasien.

  • Tes darah untuk mengidentifikasi penyebab diare.

  • Sigmoidoskopi dan kolonoskopi apabila terdapat dugaan adanya penyakit serius.

 

Cara Mengatasi Diare

 

Diare tidak boleh diabaikan begitu saja. Untuk membantu mengatasi kondisi ini, berikut beberapa upaya pengobatan diare yang dapat dilakukan oleh penderita:

 

  • Tindakan paling penting dalam penanganan diare adalah mencegah dehidrasi. Penderita dapat mengonsumsi larutan oralit untuk mencegah terjadinya dehidrasi akibat diare. Oralit merupakan obat diare alami yang terbuat dari campuran gula, air, dan garam.

  • Mengonsumsi air kelapa sebagai obat diare alami. Air kelapa merupakan cairan elektrolit alami yang membantu mencegah terjadinya kekurangan cairan pada tubuh sebagai akibat dari diare.

  • Mengonsumsi obat diare, seperti attapulgite. Cara kerja attapulgite adalah dengan menyerap bakteri atau racun yang ada di dalam saluran pencernaan. Perlu diingat, konsumsi obat ini harus sesuai dengan anjuran dokter atau anjuran yang tertera pada kemasan obat.

  • Mengobati masalah kesehatan yang menyebabkan diare, seperti radang usus, penyakit Crohn, dan lain-lain.

 

Sementara itu, untuk menghindari terjadinya diare, sangat penting bagi individu untuk menjaga kebersihan diri, salah satunya yaitu dengan rutin mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.

 

Perlu dipahami bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Tidak menutup kemungkinan pula apabila diare disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak disebutkan di dalam artikel ini karena kondisi medis setiap pasien mungkin berbeda.

 

Apabila Anda mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan diare, seperti peningkatan frekuensi BAB disertai tekstur feses yang lembek, segera kunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterohepatologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait kondisi ini akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia sehingga bisa saja berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis pasien.

 

Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 1

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail