Penyebab BAB Berdarah dan Cara Mengatasinya, Wajib Tahu!
Kesehatan Tubuh

Penyebab BAB Berdarah dan Cara Mengatasinya, Wajib Tahu!

25 Agustus 2025 4 menit waktu baca
bab berdarah

 

BAB berdarah adalah kondisi terdapat darah pada feses. BAB berdarah tidak boleh disepelekan begitu saja mengingat terdapat berbagai penyakit serius yang bisa mendasari kondisi ini. Salah satu penyebab BAB berdarah yang perlu diwaspadai adalah radang usus. Apabila tidak ditangani dengan segera, kondisi ini berisiko menimbulkan komplikasi yang lebih berbahaya.

 

Mari waspadai kondisi BAB berdarah dengan mengenali berbagai penyebab hingga cara mengatasinya melalui artikel berikut.

 

Penyebab BAB Berdarah

 

BAB berdarah disebabkan oleh perdarahan yang terjadi di saluran pencernaan, seperti lambung dan usus besar. Sejumlah gangguan kesehatan yang dapat menjadi penyebab BAB berdarah adalah sebagai berikut:

 

1. Wasir

 

Wasir atau yang biasa dikenal dengan penyakit ambeien adalah kondisi ketika pembuluh darah di area anus membengkak hingga pecah karena mendapatkan tekanan yang besar. Kondisi tersebut dapat menyebabkan perdarahan sehingga muncul darah di feses.

 

2. Fisura Ani

 

Penyebab BAB berdarah berikutnya yaitu fisura ani. Fisura ani merupakan kondisi berupa luka atau rusaknya jaringan kulit di sekitar anus. Kondisi ini dapat terjadi saat seseorang mengeluarkan feses yang berukuran besar dan sangat keras. Ketika diperiksa, dokter akan menemukan robekan kulit atau benjolan kecil di sekitar anus penderita fisura ani.

 

3. Divertikulitis

 

Divertikulitis adalah masalah peradangan yang terjadi pada dinding usus besar, ditandai dengan terbentuknya kantung kecil di area tersebut. Walau sebagian besar kasus divertikulitis tidak menimbulkan gejala, terkadang kondisi ini bisa mengakibatkan munculnya darah pada feses. Divertikulitis berisiko tinggi terjadi pada seseorang yang jarang mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti buah-buahan dan sayuran.

 

4. Tukak Lambung

 

Tukak lambung merupakan penyakit yang ditandai dengan munculnya luka pada lambung disertai keluhan tertentu, seperti maag, kembung, mual, hingga nyeri ulu hati. Perlu diketahui bahwa lambung memiliki lapisan mukus yang berfungsi untuk melindungi lambung dari asamnya.

 

Luka yang muncul dari tukak lambung terjadi akibat terkikisnya lapisan mukus sehingga asam lambung langsung mengenai jaringan organ tubuh. Karena jaringan lambung terluka, makanan yang diolah pada organ tubuh pun bisa terkontaminasi oleh darah. Maka dari itu, tukak lambung bisa mengakibatkan feses berdarah.

 

5. Angiodisplasia

 

Kondisi yang menyebabkan terjadinya buang air besar berdarah selanjutnya yaitu angiodisplasia. Angiodisplasia merupakan kelainan pembuluh darah pada saluran pencernaan, biasanya di bagian kolon. Kelainan tersebut menyebabkan pembuluh darah menjadi rapuh sehingga mudah pecah dan mengakibatkan perdarahan.

 

6. Radang Usus

 

Radang usus, seperti kolitis ulseratif dan Crohn’s disease, adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh autoimun serta infeksi dari kuman atau bakteri. Akibat infeksi dari kuman atau bakteri, radang usus berpotensi menimbulkan iritasi hingga muncul luka pada organ tubuh tersebut. Hal inilah yang membuat munculnya darah di feses.

 

Adapun beberapa faktor risiko terjadinya radang usus yaitu:

 

  • Berusia di bawah 30 tahun.

  • Memiliki kebiasaan merokok.

  • Rendahnya asupan vitamin A dan E.

  • Mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid atau OAINS secara berlebihan, seperti diklofenak, metamisol, piroksikam, dan lain sebagainya.

  • Memiliki keluarga kandung yang pernah menderita radang usus.

  • Memiliki riwayat operasi usus buntu.

 Penyebab BAB Berdarah

 

Gejala BAB Berdarah

 

Buang air besar berdarah merupakan kondisi keluarnya darah melalui anus, baik bersamaan dengan feses ataupun tidak. Secara umum, gejala buang air besar berdarah adalah sebagai berikut:

 

  • Nyeri saat buang air besar.

  • Feses berwarna merah terang, merah gelap, atau bahkan hitam seperti oli.

  • Demam.

  • Sakit perut.

  • Mudah lelah.

  • Pusing.

  • Diare.

  • Adanya darah yang menetes dari anus.

 

Cara Mengobati BAB Berdarah

 

Untuk mengobati buang air besar berdarah, dokter biasanya akan memastikan penyebabnya terlebih dahulu. Prosedur yang dilakukan untuk mengobati buang air besar berdarah adalah sebagai berikut:

 

  • Infus dan transfusi darah bagi pasien yang kehilangan darah cukup banyak karena kondisi tersebut.

  • Pemberian obat BAB berdarah yang disesuaikan dengan penyebabnya. Sebagai contoh, jika munculnya darah di feses disebabkan oleh wasir, dokter akan memberikan obat untuk penyakit tersebut seperti venosmil, ardium, dan lain sebagainya.

  • Electrocauterization atau prosedur pengobatan buang air besar berdarah dengan membakar jaringan yang menyebabkan perdarahan menggunakan aliran listrik.

  • Endoscopic intravariceal cyanoacrylate injection, yaitu pemberian cyanoacrylate (perekat sintetis) dengan cara disuntikkan ke area perdarahan melalui endoskopi.

 

Selain itu, ada beberapa pantangan konsumsi yang perlu dihindari oleh penderita BAB berdarah, khususnya bila disebabkan oleh masalah lambung. Pantangan makanan untuk penderita BAB berdarah tersebut di antaranya:

 

  • Makanan pedas.

  • Alkohol.

  • Gorengan.

  • Makanan yang mengandung banyak keju.

  • Makanan yang mengandung garam berlebihan.

  • Kafein.

  • OAINS (obat antiinflamasi nonsteroid).

 

Penting untuk diketahui bahwa artikel ini hanya bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Berbagai kondisi yang dijelaskan di atas tidak secara spesifik mewakili penyebab-penyebab BAB berdarah. Pasalnya, terdapat kemungkinan BAB berdarah disebabkan oleh faktor atau kondisi medis lainnya yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Apabila Anda mengalami sejumlah gejala yang merujuk pada gangguan pencernaan, seperti BAB berdarah, nyeri saat BAB, dan diare berkepanjangan, segera kunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang akan dijalani terkait kondisi ini akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia sehingga mungkin berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis pasien.


Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 1

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail