Apa Itu Penyakit Crohn? Ini Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Apa Itu Penyakit Crohn? Ini Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

29 Mei 2026 5 menit waktu baca
penyakit crohn

Crohn’s disease atau penyakit Crohn adalah kondisi peradangan kronis yang menyerang lapisan dinding saluran pencernaan. Peradangan ini dapat menyerang seluruh bagian sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga anus.

 

Karena bersifat kronis, penyakit Crohn sering menimbulkan berbagai gangguan pencernaan dalam jangka panjang. Lantas, apa penyebab dan ciri-ciri seseorang memiliki penyakit Crohn? Apakah penyakit Crohn bisa disembuhkan? Simak jawabannya di artikel berikut. 

 

Apa Itu Penyakit Crohn?

 

Crohn’s disease atau penyakit Crohn adalah peradangan pada lapisan sistem pencernaan. Kondisi ini merupakan salah satu jenis inflammatory bowel disease (IBD) yang menyebabkan peradangan jaringan (inflamasi) di saluran pencernaan.

 

Pada penyakit Crohn, penderita dapat mengalami peradangan yang melibatkan berbagai area di sistem pencernaan, dari mulut hingga anus, tetapi yang paling sering terlibat adalah usus halus hingga bagian awal dari usus besar. Peradangan ini sering menyebar ke lapisan usus yang lebih dalam. 

 

Peradangan ini dapat menimbulkan berbagai keluhan pencernaan. Bahkan, pada beberapa kasus, penyakit Crohn bisa menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat. Namun, dengan mengelola gejala melalui pengobatan yang sesuai dan menjaga gaya hidup serta pola makan, penderita penyakit Crohn masih bisa menjalani hidup yang produktif.

 

Penyebab Penyakit Crohn

 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab penyakit Crohn. Namun, terdapat dugaan bahwa Crohn’s disease berkaitan dengan faktor genetik, gangguan sistem kekebalan tubuh, serta pengaruh lingkungan. Berdasarkan kombinasi ketiga faktor tersebut, Crohn’s disease lebih rentan terjadi pada individu:

 

  • Usia muda.

  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit Crohn, terutama keluarga hubungan derajat satu (orang tua, saudara kandung, dan anak).

  • Memiliki kebiasaan merokok.

  • Sering mengonsumsi makanan berlemak tinggi.

  • Mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen.

  • Stres.

  • Pernah menjalani apendektomi (operasi usus buntu).

 

Gejala Penyakit Crohn

 

Gejala penyakit Crohn bisa berbeda-beda, tergantung pada lokasi sistem pencernaan yang terdampak, tingkat keparahan, serta luasnya peradangan. Gejala awal penyakit ini umumnya muncul saat masa kanak-kanak atau dewasa awal, kemudian akan semakin berkembang seiring berjalannya waktu.

 

Selain itu, gejala penyakit Crohn juga dapat hilang-timbul atau dikenal sebagai periode remisi (saat gejala hilang) dan periode flare-up (saat gejala muncul kembali). Mengingat bahwa Crohn’s disease termasuk penyakit kronis, periode tersebut dapat terjadi secara berulang. Meski berbeda-beda, berikut gejala umum yang dapat ditimbulkan oleh penyakit Crohn:

 

  • Nyeri perut.

  • Diare.

  • Kram perut.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan atau diketahui penyebabnya.

  • BAB berdarah.

  • Sariawan.

  • Demam.

  • Pucat dan lemas.

  • Fistula ani (terbentuknya saluran abnormal pada anus) yang terasa nyeri.

 

Orang dengan penyakit Crohn yang lebih parah biasanya menimbulkan beberapa gejala tambahan, seperti:

 

  • Peradangan pada kulit, mata, dan persendian.

  • Radang hati atau saluran empedu.

  • Batu ginjal.

  • Kekurangan zat besi (anemia defisiensi zat besi).

  • Gangguan pertumbuhan atau perkembangan seksual pada anak-anak.

 

Diagnosis Penyakit Crohn

 

Dalam proses penegakan diagnosis penyakit Crohn, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala yang dialami pasien, riwayat kesehatan pasien beserta keluarga, serta faktor yang dapat memicu gejala, seperti obat-obatan yang dikonsumsi, pola makan, dan lain-lain.

 

Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, mulai dari pemeriksaan tanda vital (denyut nadi, tekanan darah, laju pernapasan, suhu, kadar saturasi oksigen) dan pemeriksaan fisik di area perut dengan stetoskop. Lalu, guna mengonfirmasi diagnosis Crohn’s disease, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • Pemeriksaan laboratorium, yang meliputi:

    • Tes darah, untuk mendeteksi anemia dan tanda-tanda infeksi. Tes ini juga dapat mengecek peradangan, fungsi hati, serta adanya infeksi yang tidak aktif seperti tuberkulosis.

    • Pemeriksaan feses, untuk menguji darah dan mendeteksi adanya bakteri atau parasit tersembunyi yang dapat menyebabkan infeksi.

  • Kolonoskopi, untuk melihat kondisi usus besar secara menyeluruh. Dalam prosedur ini, dokter juga bisa melakukan biopsi (pengambilan sampel) usus untuk membantu diagnosis.

  • Tes pencitraan, seperti CT scan dan MRI, untuk melihat kondisi usus halus dan jaringan sekitarnya secara lebih jelas.

  • Endoskopi kapsul, yaitu prosedur medis yang dilakukan dengan pasien menelan kapsul yang terdapat kamera di dalamnya untuk melihat kondisi usus halus dan mencari tanda-tanda penyakit Crohn. Namun, prosedur ini tidak dapat dilakukan bila ada dugaan penyempitan atau penyumbatan pada usus.

  • Balloon-assisted enteroscopy, untuk melihat lebih jauh ke dalam usus halus yang tidak terjangkau oleh endoskopi standar.

 

Komplikasi Penyakit Crohn

 

Penyakit Crohn yang tidak mendapatkan perawatan yang tepat berpotensi menimbulkan sejumlah komplikasi dan memerlukan penanganan medis lebih lanjut. Adapun beberapa komplikasi akibat Crohn's disease tersebut, di antaranya adalah sebagai berikut:

 

  • Fisura ani (robekan di anus).

  • Fistula ani.

  • Luka di saluran pencernaan.

  • Malnutrisi.

  • Obstruksi saluran cerna.

  • Osteoporosis.

  • Anemia defisiensi zat besi.

  • Anemia defisiensi vitamin B12 (folat).

  • Sacroiliitis (penyebaran radang ke sendi panggul).

  • Kanker usus besar.

 

Pengobatan Penyakit Crohn

 

Apakah penyakit Crohn bisa disembuhkan? Crohn’s disease tidak dapat disembuhkan, tetapi pengobatan yang tepat dapat membantu meredakan gejala yang dikeluhkan oleh pasien serta mencegah terjadinya komplikasi. Pengobatan ini juga dapat memperpanjang periode remisi. Secara umum, beberapa metode perawatan untuk penyakit Crohn adalah sebagai berikut:

 

  • Obat-obatan, di antaranya:

    • Obat antiinflamasi.

    • Obat imunosupresan.

    • Obat terapi biologis untuk menekan kerja sistem imun tubuh yang terlalu aktif, seperti natalizumab atau infliximab.

    • Antibiotik untuk mengatasi infeksi.

    • Obat antidiare untuk menghentikan diare kronis.

    • Obat antinyeri untuk meredakan nyeri perut.

  • Gaya hidup sehat, seperti:

    • Mengelola stres dengan baik.

    • Rutin berolahraga.

    • Pengaturan diet atau pola makan.

  • Penambahan nutrisi bila dibutuhkan, seperti:

    • Pemberian vitamin dan suplemen tambahan jika pasien tidak menyerap cukup nutrisi.

    • Penambahan nutrisi melalui infus atau selang makan bagi pasien yang mengalami malnutrisi.

  • Operasi. Operasi merupakan pilihan terakhir untuk menangani Crohn’s disease yang tidak dapat diatasi dengan jenis pengobatan lain. Tujuan operasi ini adalah mengangkat bagian dari saluran pencernaan yang rusak.

 

Penting untuk dipahami bahwa informasi mengenai penyakit Crohn dalam artikel ini disampaikan sebagai edukasi semata dan tidak dapat menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun saran perawatan langsung dari tenaga medis profesional. Mengingat penyakit Crohn merupakan kondisi kronis yang kompleks, gejala yang muncul pun dapat menyerupai gangguan pencernaan lainnya sehingga memerlukan evaluasi medis yang menyeluruh.

 

Karena itu, jika mengalami keluhan yang mengarah pada penyakit Crohn, seperti nyeri dan kram perut, atau gangguan pencernaan yang berlangsung lama, konsultasikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterohepatologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat serta penanganan yang tepat.

 

Apabila Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai kondisi yang dialami atau rekomendasi terkait penanganan yang disarankan, mencari second opinion atau pendapat medis kedua bisa menjadi pilihan yang bijak untuk membantu Anda mengambil keputusan medis yang tepat. 


Tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri; untuk mempermudah proses memperoleh pendapat medis kedua, Anda juga dapat menghubungi Siloam Medical Concierge guna memperoleh informasi jadwal dokter, layanan pemeriksaan, dan fasilitas medis yang tersedia. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.

 

 

second opinion perawatan nyaman

Sumber

CDC (Centers for Disease Control and Prevention). Crohn’s Disease Basics. Diakses pada 2026 | Crohn’s & Colitis Foundation. Living with Crohn’s Disease. Diakses pada 2026 | Mayo Clinic. Crohn’s Disease: Symptoms and Causes. Diakses pada 2026 | NIDDK (National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases). Crohn’s Disease. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail