Pentingnya Pemeriksaan Feses untuk Diagnosis Gangguan Pencernaan
Kesehatan Tubuh

Pentingnya Pemeriksaan Feses untuk Diagnosis Gangguan Pencernaan

13 Juni 2025 3 menit waktu baca
Pengecekan Digestive

 

Pemeriksaan feses direkomendasikan saat seseorang mengalami gangguan pencernaan. Melalui pemeriksaan ini, sampel feses akan dianalisis melalui warna, konsistensi, bau, keberadaan lendir, bakteri, virus, darah, dan lain sebagainya. Lantas, apa tujuan pemeriksaan feses dan di mana pemeriksaan ini bisa diperoleh? Mari temukan jawabannya melalui artikel di bawah ini.

 

Pemeriksaan Feses untuk Mendeteksi Berbagai Gangguan Pencernaan

 

Pemeriksaan feses adalah prosedur medis yang dilakukan dengan mengamati sampel feses untuk mengetahui kondisi sistem pencernaan pada tubuh pasien. Selain itu, pemeriksaan ini juga penting dilakukan untuk mengevaluasi fungsi sistem pencernaan dan membantu mendeteksi berbagai macam gangguan pencernaan, seperti:

 

  • Malabsorpsi atau gangguan penyerapan nutrisi.

  • Alergi, iritasi, atau peradangan pada saluran pencernaan.

  • Perdarahan dalam saluran pencernaan.

  • Infeksi virus, bakteri, jamur, atau parasit pada saluran pencernaan.

  • Penyakit liver dan pankreas.

  • Mengetahui penyebab dari gejala yang berkaitan dengan saluran pencernaan, seperti diare berkepanjangan, mual, muntah, BAB berdarah, perut kembung, dan sakit perut.

  • Gejala gangguan pencernaan parah, dehidrasi, dan ketidakseimbangan elektrolit.

  • Membantu menunjang diagnosis kanker usus besar.

 

Kapan Perlu Melakukan Pemeriksaan Feses?

 

Pemeriksaan feses sangat dianjurkan bagi seseorang yang mengalami gangguan pencernaan. Karena itu, ada baiknya seseorang melakukan pemeriksaan tinja apabila mengalami beberapa gejala di bawah ini.

 

 

Adapun beberapa kelompok individu yang kerap mengalami gangguan pencernaan dan disarankan untuk menjalani pemeriksaan tinja adalah sebagai berikut:

 

  • Bayi dan anak-anak.

  • Orang lanjut usia.

  • Orang dengan sistem imun yang lemah.

  • Orang yang telah bepergian ke luar negeri dan berisiko mengonsumsi makanan atau air yang tercemar.

  • Orang dengan gejala penyakit yang cukup parah.

 

Jenis Pemeriksaan Feses

 

Terdapat dua jenis pemeriksaan tinja yang bisa dipilih sesuai dengan kondisi tubuh, di antaranya pemeriksaan feses lengkap dan rutin. Berikut penjelasannya.

 

1. Pemeriksaan Feses Lengkap

 

Pemeriksaan feses lengkap merupakan prosedur medis yang dilakukan dengan menganalisis sampel feses secara menyeluruh. Melalui pemeriksaan ini, pasien akan memperoleh hasil yang komprehensif dan menyeluruh karena dilakukan dengan menganalisis beberapa parameter, yaitu:

 

  • Konsistensi.

  • Warna.

  • Bau.

  • Sisa makanan.

  • Keberadaan lendir.

  • Keberadaan zat asing.

  • Keberadaan darah.

  • Keberadaan bakteri, virus, jamur, dan parasit.

  • Kandungan lemak dan gula.

  • Tingkat keasaman (pH).

 

Pemeriksaan ini berguna untuk mengevaluasi fungsi sistem pencernaan, menilai efektivitas pola makan atau diet yang sedang dijalani, mendeteksi mikroba atau parasit pada saluran pencernaan, mengetahui adanya darah yang tak terlihat kasat mata, serta mendiagnosis berbagai penyakit pencernaan.

 

2. Pemeriksaan Feses Rutin

 

Pemeriksaan feses rutin adalah prosedur yang dilakukan untuk mendeteksi mikroorganisme atau parasit serta mengevaluasi fungsi sistem pencernaan. Pemeriksaan feses rutin cenderung praktis dan hasil pemeriksaan bisa diperoleh lebih cepat.

 

Perlu diperhatikan bahwa pemeriksaan ini harus dilakukan di luar siklus menstruasi dan tidak sedang menderita ambeien karena dapat memengaruhi hasilnya. Sebelum melakukan pemeriksaan, pasien juga dianjurkan untuk memberi tahu jenis obat serta suplemen yang sedang dikonsumsi pada dokter.

 

Lakukan Pemeriksaan Feses di Rumah Sakit Berkualitas!

 

Penting untuk diketahui bahwa pemeriksaan feses hanya direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis ditegakkan. Dokter akan terlebih dahulu mempertimbangkan kondisi medis pasien untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani prosedur ini.

 

Sebagai informasi, tahap dan jenis pemeriksaan ini dapat berbeda tergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tidak semua fasilitas kesehatan menyediakan layanan tersebut. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Oleh karena itu, apabila Anda mengalami gejala yang berkaitan dengan sistem pencernaan, seperti diare berkepanjangan, perut kembung, dan nyeri perut yang tak kunjung membaik, segera kunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis serta saran penanganan yang tepat.

 

Anda dapat memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dokter, memantau kesehatan secara online, hingga melakukan pemesanan paket kesehatan yang disarankan oleh dokter. Unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

My Siloam App (1)

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail