7 Penyebab BAB Berlendir & Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

7 Penyebab BAB Berlendir & Cara Mengatasinya

22 April 2026 5 menit waktu baca
bab berlendir

Melihat lendir saat buang air besar (BAB) dapat membuat khawatir. Namun, sedikit lendir pada feses adalah hal yang masih disebut normal. Lendir tersebut berfungsi untuk membantu feses melewati usus besar dengan lancar dan melindungi dinding usus dari iritasi.

 

Pada kondisi sehat, lendir biasanya sangat sedikit dan sering kali tidak terlihat. Jika jumlah lendir pada feses cukup banyak dan disertai keluhan lain, kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa menjadi salah satu tanda gangguan pada saluran cerna. Lebih jelasnya, mari simak pembahasan tentang penyebab BAB berlendir melalui ulasan di bawah ini.

 

Penyebab BAB Berlendir

 

Lendir yang keluar bersamaan dengan feses dengan jumlah yang banyak, dan disertai gejala lain, seperti nyeri perut, diare, dan BAB berdarah, dapat disebabkan oleh gangguan sistem pencernaan. Berikut uraian selengkapnya.

 

1. Infeksi Usus

 

Salah satu penyebab BAB berlendir adalah infeksi usus. Kondisi ini terjadi saat usus terpapar bakteri, virus, atau parasit yang didapatkan ketika seseorang mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi. Terjadinya infeksi dapat mengakibatkan usus meradang sehingga produksi lendir pun menjadi lebih banyak yang ikut keluar bersamaan dengan feses.

 

2. Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)

 

Sindrom iritasi usus besar atau irritable bowel syndrome (IBS) juga bisa menjadi penyebab BAB berlendir berikutnya. IBS adalah gangguan yang memengaruhi fungsi usus besar di dalam tubuh. Pada kondisi IBS, kontraksi otot usus saat makanan melewati usus besar tidak berjalan normal sehingga menyebabkan gangguan pencernaan, seperti diare (jika kontraksi terlalu banyak) dan sembelit (jika kontraksi terlalu sedikit).

 

Adapun sejumlah gejala IBS adalah rasa tidak nyaman di perut atau mulas, frekuensi buang air besar meningkat atau menurun daripada biasanya, perut kembung, hingga BAB berlendir. Gejala diare berlendir juga diperparah apabila penderitanya sedang cemas, stres, atau bahkan depresi.

 

3. Penyakit Crohn

 

Penyakit Crohn merupakan salah satu jenis radang usus yang dapat menyebabkan BAB berlendir. Hal ini terjadi akibat peradangan pada saluran cerna yang mengakibatkan produksi lendir menjadi lebih banyak. 

 

Selain banyaknya lendir pada feses saat BAB, gejala lain yang menandakan penyakit Crohn adalah rasa lelah berlebih dan diare. Selain karena inflamasi, robekan pada anus (anal fissure) juga dapat menjadi penyebab keluarnya lendir pada penyakit ini.

 

4. Kolitis Ulseratif

 

Penyebab keluar lendir saat BAB lainnya adalah kolitis ulseratif yang juga merupakan salah satu jenis radang usus. Kondisi ini termasuk dalam penyakit kronis yang bisa menyebabkan peradangan di usus besar hingga membuat dinding usus besar terluka, berdarah, berlendir, hingga bernanah.

 

Apabila lendir yang dihasilkan terlalu banyak, lendir dapat ikut keluar bersamaan dengan feses saat BAB. Sayangnya, hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab kolitis ulseratif. Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan sistem imun yang menyerang dinding usus.

 

5. Malabsorpsi Lemak atau Nutrisi

 

Malabsorpsi adalah kondisi di mana saluran pencernaan tidak dapat menyerap nutrisi dan cairan yang cukup dari makanan maupun minuman yang masuk ke dalam tubuh sebagaimana mestinya. Tidak hanya BAB berlendir dan bertekstur lengket, malabsorpsi juga dapat menyebabkan penurunan berat badan dan kulit kering.

 

Contoh penyakit dari malabsorpsi adalah intoleransi laktosa dan celiac disease. Penyakit lain seperti pankreatitis dan batu empedu juga dapat menyebabkan tidak terserapnya lemak,  sehingga lemak ikut keluar bersamaan dengan feses. Akibatnya, feses menjadi tampak berminyak dan berlendir.

 

6.  Cystic Fibrosis

 

Pada dasarnya, cystic fibrosis adalah kelainan genetik yang menyebabkan produksi lendir di tubuh terjadi secara berlebihan. Kondisi ini sebenarnya paling sering menyerang paru-paru. Namun, pada beberapa kasus, cystic fibrosis juga bisa memengaruhi saluran cerna hingga lendir yang dihasilkan menyumbat lubang atau saluran di dalam pankreas.

 

Sumbatan tersebut dapat menyebabkan enzim pankreas tidak dapat mencapai usus sehingga usus tidak bisa menyerap lemak dan protein dengan maksimal. Kondisi tersebut memicu terjadinya diare berkepanjang disertai dengan feses berlendir, berminyak, dan berbau busuk.

 

7. Kanker Usus Besar

 

Penyebab BAB berlendir yang perlu diwaspadai selanjutnya adalah kanker usus besar (kanker kolorektal). Pasalnya, kondisi ini menjadi salah satu penyebab paling umum timbulnya darah dan lendir pada feses saat buang air besar. Di samping itu, kanker usus besar juga dapat menyebabkan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, perdarahan di dubur, serta perubahan bentuk feses menjadi kecil dan pipih.

 

Kapan BAB Berlendir Harus Diperiksakan?

 

Segera periksa ke dokter jika BAB berlendir disertai:

 

  • Darah pada feses.

  • Diare lebih dari beberapa hari.

  • Nyeri perut hebat.

  • Demam.

  • Berat badan turun.

  • Lemas atau pucat.

  • BAB malam hari.

  • Perubahan pola BAB yang menetap.

 

Cara Mengatasi BAB Berlendir

 

Dokter perlu melakukan serangkaian diagnosis guna memastikan penyebab yang mendasarinya. Dokter biasanya akan memulai dengan anamnesis (wawancara medis), pemeriksaan fisik secara menyeluruh, lalu beberapa pemeriksaan penunjang, di antaranya:

 

 

Setelah melihat hasil pemeriksaan dan mendapati penyebab BAB berlendir, dokter akan menyusun rencana perawatan yang sesuai. 

 

Langkah Mandiri yang Disarankan

 

Di samping melakukan perawatan medis, dokter biasanya juga menyarankan pasien untuk memperbaiki gaya hidup, seperti:

 

  • Memperbanyak minum air putih untuk mencegah sembelit dan dehidrasi.

  • Memilih makanan bergizi seimbang dan banyak serat.

  • Mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik serta prebiotik.

  • Memastikan makanan yang dikonsumsi terjaga higienitasnya.

  • Menghindari makanan pemicu radang atau iritasi pada saluran cerna, seperti makanan pedas.

 

Pemeriksaan sejak dini penting untuk menemukan penyebab dan menentukan terapi yang tepat. Namun apabila gejala menetap, sering kambuh, atau hasil pemeriksaan masih belum memberikan kepastian, memperoleh second opinion dari dokter spesialis penyakit dalam dapat menjadi langkah yang bijak. Peninjauan ulang terhadap gejala dan tes penunjang lain dapat membantu menentukan penyebab serta pilihan terapi yang paling sesuai.

 

Untuk itu, apabila mendapati BAB berlendir yang tampak tidak biasa dan mengkhawatirkan, sebaiknya segera periksakan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.

 

Untuk kemudahan akses layanan, Anda juga dapat menghubungi Siloam Medical Concierge guna memperoleh informasi jadwal dokter, layanan pemeriksaan, dan fasilitas medis yang tersedia. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.

 

second opinion dokter spesialis

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail