Kesehatan Tubuh
Malabsorpsi - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Malabsorpsi adalah sekumpulan gejala yang ditimbulkan oleh gangguan penyerapan salah satu atau beberapa nutrisi di usus halus. Terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan malabsorpsi, salah satunya peradangan pada usus. Pada anak-anak, malabsorpsi berisiko menyebabkan tumbuh kembangnya terganggu.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyebab, gejala, cara mengatasi, hingga komplikasi yang bisa terjadi akibat malabsorpsi, mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Malabsorpsi?
Malabsorpsi adalah sekumpulan yang muncul akibat kelainan yang memengaruhi kemampuan usus halus dalam menyerap beberapa nutrisi dari makanan. Malabsorpsi bisa menyebabkan gangguan pencernaan bahkan hingga malnutrisi. Adapun malnutisi tersebut dapat terjadi bukan karena kurangnya asupan makanan, melainkan atas ketidakmampuan tubuh untuk menyerap nutrisi dari makanan.
Penyebab Malabsorpsi
Umumnya, proses pencernaan terbagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama adalah pemecahan makanan menjadi bagian-bagian agar bisa dicerna. Bagian kedua merupakan proses penyerapan semua nutrisi dalam makanan. Lalu, bagian ketiga adalah pengaliran nutrisi ke seluruh tubuh dan pembuangan sisa metabolisme setelah seluruh nutrisi diserap.
Gangguan malabsorpsi merupakan gangguan yang terjadi pada tahap kedua. Penderita mungkin mengalami kesulitan tertentu dalam menyerap beberapa jenis nutrisi. Adapun beberapa jenis tersebut, antara lain:
A. Malabsorpsi Karbohidrat
Pencernaan dan penyerapan karbohidrat sering mengacu pada pati, laktosa, dan sukrosa yang didapat dari makanan. Karbohidrat akan dipecah menjadi produk akhir berupa monosakarida yang memerlukan berbagai faktor yang memadai. Jika salah satu proses pencernaan karbohidrat terganggu, hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya malabsorbsi.
Adapun beberapa penyebab dari malabsorpsi karbohidrat adalah defisiensi berbagai enzim pencernaan, seperti amilase, lactase, sucrase, trehalase, serta hilangnya luas permukaan serap pada usus, misalnya penyakit celiac, autoimun, dan inflammatory bowel disease (IBD).
B. Malabsorpsi Lemak
Malabsorpsi lemak merupakan jenis malabsorpsi yang paling sering terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh adanya gangguan dalam pencernaan dan penyerapan lemak. Hal tersebut dapat terjadi akibat beberapa kondisi berikut ini:
-
Kadar pH usus berkurang, seperti pada sindrom Zollinger-Ellison.
-
Hilangnya luas permukaan serap usus sehingga mengakibatkan penurunan paparan enzim pencernaan, misalnya pada penyakit celiac.
-
Reseksi (pemotongan) usus halus pada operasi bariatrik.
-
Penyakit inflammatory bowel disease (IBD), seperti Crohn's disease dan ulcerative colitis.
-
Penyebab lainnya, seperti Whipple disease (infeksi bakteri Tropheryma whipplei), pertumbuhan berlebih bakteri usus kecil (small intestinal bacterial overgrowth/SIBO), sirosis hati, dan kolestasis.
C. Malabsorpsi Protein
Malabsorpsi protein dapat disebabkan oleh pankreatitis kronik, cystic fibrosis, hilangnya luas permukaan serap usus sehingga mengakibatkan penurunan paparan enzim pencernaan (misalnya pada penyakit celiac), reseksi usus halus pada operasi bariatrik, serta penyakit inflammatory bowel disease (IBD), seperti Crohn's disease dan ulcerative colitis.
Gejala Malabsorpsi
Malabsorpsi dapat memengaruhi proses penyerapan zat gizi, baik makronutrien (karbohidrat, lemak, dan protein) maupun mikronutrien (vitamin dan mineral). Gejala yang ditimbulkan bisa beragam, mulai dari diare hingga malnutrisi. Adapun beberapa gejala umum malabsorpsi adalah sebagai berikut:
-
Rasa tidak nyaman di perut.
-
Feses berwarna terang, berminyak, berbau busuk, dan lengket.
-
Diare berkepanjangan.
-
Lemah otot.
-
Penurunan berat badan.
-
Kulit kering.
-
Hipotensi (tekanan darah rendah).
-
Anemia (kurang darah).
-
Rambut rontok.
-
Edema tungkai.
-
Pada wanita, gangguan siklus menstruasi bisa terjadi, misalnya amenorea (kondisi ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi atau haid).
-
Pada anak-anak, gangguan proses tumbuh kembang, misalnya berat badan kurang dari normal.
Diagnosis Malabsorpsi
Sebagai langkah awal dalam proses diagnosis, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) terlebih dahulu mengenai gejala, riwayat kesehatan (termasuk riwayat penyakit dan obat-obatan), serta asupan makanan sehari-hari pasien.
Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti mengukur berat dan tinggi badan, tanda-tanda vital, dan pemeriksaan secara menyeluruh dari kepala hingga kaki, termasuk memeriksa kelemahan otot, dan mendeteksi adanya edema.
Guna mengonfirmasi diagnosis sekaligus memastikan penyebab malabsorpsi, dokter biasanya melakukan beberapa pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan tersebut, di antaranya:
-
Tes darah lengkap, untuk mendeteksi infeksi dan mengukur kadar zat gizi mikronutrien.
-
Tes pernapasan, untuk mendeteksi adanya gas hidrogen yang menandakan intoleransi laktosa.
-
Tes tinja, untuk mendeteksi apakah terdapat lemak dalam feses.
-
Tes keringat. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menegakkan diagnosis cystic fibrosis, yaitu dengan menilai tingkat keasinan keringat dengan mengoleskan bahan kimia yang memicu produksi keringat di kulit.
-
CT scan, untuk memeriksa kondisi organ pencernaan.
-
Biopsi, untuk memeriksa adanya jaringan atau sel abnormal pada usus dengan mengambil sampel jaringan dari usus halus.
-
Endoskopi, untuk menemukan adanya kelainan pada saluran pencernaan.
Cara Mengatasi Malabsorpsi
Tujuan utama pengobatan malabsorpsi adalah mengurangi gejala, mengatasi penyakit yang mendasarinya, serta membantu mencegah komplikasi. Jadi, penanganannya pun bisa berbeda-beda, tergantung dari penyebabnya. Namun, secara umum, beberapa pengobatan yang digunakan untuk menangani malabsorpsi adalah:
-
Memenuhi kebutuhan cairan tubuh, bisa melalui konsumsi oralit atau pemberian cairan infus.
-
Perencanaan diet dan pola makan yang sesuai dengan kondisi pasien untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Misalnya, jika malabsorpsi disebabkan oleh penyakit celiac, pasien disarankan menghindari makanan yang memiliki kandungan gluten di dalamnya.
-
Pemberian obat-obatan, seperti:
-
Obat untuk menghentikan diare.
-
Obat antiradang.
-
Obat untuk mengatasi infeksi, misalnya antibiotik (bisa disebabkan oleh infeksi bakteri).
-
Suplemen vitamin dan mineral.
-
Suplemen protease atau lipase.
-
Tindakan pembedahan, prosedur ini dilakukan bila malabsorpsi disebabkan oleh adanya obstruksi pada empedu.
Cara Mencegah Malabsorpsi
Pada beberapa kondisi, malabsorpsi tidak dapat dicegah, misalnya malabsorpsi yang disebabkan oleh penyakit celiac atau intoleransi laktosa. Namun, Anda tetap bisa mencegah malabsorpsi yang disebabkan oleh kondisi lain dengan cara:
-
Menghindari penyakit infeksi, misalnya dengan menjalani pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
-
Menghindari konsumsi obat pencahar atau antibiotik tanpa pengawasan dokter.
-
Melakukan kontrol ke dokter secara rutin bila harus mengonsumsi antibiotik dalam jangka panjang.
Komplikasi Malabsorpsi
Malabsorpsi adalah kondisi yang membuat tubuh tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik sehingga fungsi tubuh pun tidak dapat bekerja secara maksimal. Akibatnya, ada sejumlah komplikasi yang bisa terjadi. Beberapa komplikasi akibat malabsorpsi adalah sebagai berikut:
-
Diare berkepanjangan (kronis).
-
Kelelahan terus menerus (kronis).
-
Malnutrisi.
-
Penurunan berat badan.
-
Gangguan darah seperti, anemia dan gangguan pembekuan perdarahan.
-
Rentan terkena infeksi.
-
Gangguan elektrolit darah.
-
Gangguan tumbuh kembang.
-
Gangguan penglihatan.
-
Gangguan irama jantung.
-
Gangguan saraf, seperti kerusakan saraf tepi dan ataxia (gangguan keseimbangan).
Guna mencegah sejumlah komplikasi di atas, ada baiknya bila Anda atau kerabat segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat ketika merasakan sejumlah gejala yang mengarah pada malabsorpsi. Anda bisa memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter dan membuat janji temu dengan dokter terkait. Anda pun dapat melakukan self check-in dan antre secara virtual.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Sistem Pencernaan Lengkap
Skrining Lite
13 Service/Item
Rp2.000.000
Kunjungan Dokter Spesialis Penyakit Dalam - Homecare
Rp640.000
TERPOPULER
Feme Faeces / Feses Lengkap
Feses, Pencernaan
1 Service/Item
Rp144.900
TERPOPULER
CT Lower ABD Non-CNTRS / CT Scan Perut Bawah
CT Scan
Rp2.079.000
TERPOPULER
Complete Blood Count + Diff / Pemeriksaan Darah Lengkap
1 Service/Item
Rp123.300







