Tekanan Darah Rendah (Hipotensi) - Penyebab dan Gejalanya
Kesehatan Tubuh

Tekanan Darah Rendah (Hipotensi) - Penyebab dan Gejalanya

04 Juni 2025 4 menit waktu baca
hipotensi adalah

Hipotensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang berada di bawah batas normal. Kondisi ini merupakan kebalikan dari hipertensi atau tekanan darah tinggi. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan penyakit ini muncul pada seseorang.

 

Tekanan darah rendah atau hipotensi bukan hanya diidentifikasikan sebagai gejala Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun, dapat pula merupakan sebuah masalah kesehatan dan bisa menjadi penyakit tersendiri.

 

Untuk lebih memahami, simak penjelasan lengkap mengenai tekanan darah rendah pada artikel berikut.

 

Apa itu Hipotensi?

 

Hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah dalam tubuh di bawah batas normal atau biasa dikenal sebagai tekanan darah rendah. Tekanan darah rendah ini bisa terjadi sebagai gangguan kesehatan sendiri atau sebagai gejala dari penyakit tertentu, seperti demam berdarah. 

 

Apabila tekanan darah sangat rendah, aliran darah ke seluruh tubuh akan terhambat dan bisa menyebabkan komplikasi penyakit tertentu, seperti masalah jantung, stroke, dan lain sebagainya.

 

Mungkin Anda akan bertanya-tanya, apa perbedaan antara hipertensi dan hipotensi? Jadi, hipertensi merupakan kondisi tekanan darah dalam tubuh seseorang yang berada di atas 140/90 mmHg. Kebalikan dari hipertensi, hipotensi adalah kondisi yang terjadi ketika tekanan darahnya di bawah 90/60 mmHg. Sedangkan, tekanan darah normal berada di antara 90/60 mmHg sampai dengan 120/80 mmHg.

 

Apabila tekanan darah berada di antara 120/80 mmHg dan 140/90 mmHg, maka kondisi ini disebut dengan prehipertensi. Karena itulah, baik hipertensi maupun hipotensi adalah kondisi yang harus ditangani dengan tepat sesegera mungkin.

 

Penyebab Hipotensi

 

Perubahan tekanan darah pada seseorang merupakan kondisi yang yang normal. Hal tersebut dapat terjadi karena kondisi dan aktivitas yang dilakukan. Selain itu, ada beberapa faktor penyebab tekanan darah rendah yang dialami oleh penderitanya. Beberapa penyebab hipotensi adalah sebagai berikut:

 

1. Rendahnya Volume Darah dalam Tubuh

 

Kondisi ini bisa terjadi saat seseorang mengalami cedera parah dan mengalami pendarahan. Jika pendarahan terjadi dalam jumlah besar, hal tersebut dapat menurunkan volume darah dan aliran darah ke berbagai jaringan tubuh tidak akan optimal. Sehingga, menyebabkan tekanan darah dalam tubuh menurun secara drastis.

 

2. Dehidrasi

 

Ketika tubuh mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi, volume darah akan menurun. Kondisi ini dapat mengakibatkan penurunan volume darah dalam tubuh. Akibatnya, tubuh akan terasa lemas, mudah lelah, dan pusing.

 

3. Masalah Jantung

 

Masalah pada jantung, seperti gagal jantung, serangan jantung, dan lain sebagainya bisa membuat fungsi jantung tidak berjalan optimal. Akibatnya, kondisi tersebut dapat mempengaruhi tekanan darah tubuh, seperti menyebabkan penyakit hipotensi.

 

4. Dalam Masa Kehamilan

 

Tekanan darah rendah atau hipotensi juga bisa dialami oleh ibu yang sedang dalam masa kehamilan. Umumnya, hipotensi akan terjadi pada ibu yang memasuki 1 sampai dengan 24 minggu masa kehamilan. Sistem peredaran darah ibu hamil akan meluas dengan cepat. Sehingga, hal tersebut berdampak pada tekanan darahnya. 

 

Hipotensi yang terjadi pada ibu hamil merupakan hal wajar. Biasanya, tekanan darah akan kembali normal setelah sang ibu sudah melahirkan. Walau begitu, ibu hamil tetap disarankan untuk mendatangi dokter agar bisa memastikan kondisi tubuhnya tidak mempengaruhi kesehatan janin.

 

5. Anemia

 

Kekurangan hemoglobin bisa mengakibatkan tekanan darah menurun. Sebab, hemoglobin yang berada di bawah batas normal membuat tubuh tidak memiliki cukup darah untuk dialirkan. Dengan begitu, tekanan darah juga ikut menurun.

 

6. Infeksi Serius pada Organ Vital

 

Infeksi yang terjadi pada organ vital juga bisa mengganggu aliran darah dan mengakibatkan terjadinya hipotensi. Kondisi tersebut biasa dikenal dengan istilah syok septik. Jika bakteri menginfeksi dengan cukup parah, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan organ atau bahkan kematian. Maka dari itu, infeksi tersebut perlu ditangani secara medis sesegera mungkin.

 

Gejala Hipotensi

 

Umumnya hipotensi tidak selalu menimbulkan gejala, namun penting untuk meningkatkan kewaspadaan. Berikut beberapa gejala hipotensi, di antaranya:

 

  • Mudah merasa pusing.

  • Mual atau muntah.

  • Mudah merasa lemas.

  • Penglihatan kabur.

  • Sulit berkonsentrasi.

  • Kulit cenderung pucat.

  • Mudah pingsan.

  • Linglung atau kebingungan.

  • Napas dangkal dan cepat.

 

Cara Mengatasi Hipotensi

 

Dokter biasanya akan melakukan serangkaian pengobatan untuk pasien apabila sudah dipastikan terkena penyakit hipotensi. Pengobatan yang akan dilakukan untuk mengatasi tekanan darah rendah, yaitu:

 

  • Meresepkan obat yang mempersempit pembuluh darah: contoh obat tersebut di antaranya vasopressin, catecholamine, dan lain-lain.

  • Meningkatkan volume darah: cara mengatasi tekanan darah rendah (hipotensi) ini dikenal dengan istilah resusitasi cairan. Prosedurnya dilakukan dengan cara memasukkan cairan ke dalam aliran darah melalui infus.

 

Cara Mencegah Hipotensi

 

Mencegah hipotensi dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat. Berikut ini beberapa cara mencegah hipotensi, seperti:

 

  • Mengonsumsi air putih yang cukup. Anda perlu minum air putih minimal 2 liter/hari agar terhindar dari dehidrasi.

  • Rutin berolahraga, setidaknya 30 sampai dengan 60 menit per harinya.

  • Mengonsumsi makanan sehat, perbanyak makan sayuran dan buah-buahan.

  • Jika ingin mengubah posisi tubuh, lakukan secara perlahan. Misalnya, Anda yang sedang berbaring dan duduk, sebaiknya tarik napas dalam-dalam terlebih dahulu sebelum mengubah posisi ke duduk atau berdiri.

 

Dengan demikian, hipotensi adalah kondisi medis seseorang di mana seseorang menderita tekanan darah rendah, yang tingkat keparahannya dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat. 

 

Jika Anda memerlukan perawatan medis untuk kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat.

 

Anda dapat memanfaatkan fitur Cari Dokter untuk membuat janji temu dengan dokter terkait. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk kemudahan berkonsultasi secara virtual dengan dokter Siloam Hospitals. Mari unduh aplikasinya dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 3

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail