Kesehatan Tubuh
Ini Tekanan Darah Normal Orang Dewasa, Remaja, dan Bayi

Table of Contents
Tekanan darah normal setiap orang berbeda-beda, tergantung dari usia. Misalnya, tekanan darah atau tensi normal orang dewasa berkisar antara 90/60 hingga 120/80 mmHg. Sementara itu, tekanan darah normal pada bayi baru lahir adalah 60/40 mmHg. Mari simak informasi selengkapnya mengenai tensi normal di setiap usia beserta gangguan kesehatan yang berkaitan dengan tekanan darah melalui artikel berikut.
Tekanan Darah Normal Berdasarkan Usia
Tekanan darah adalah tekanan yang ditimbulkan oleh gaya atau dorongan sirkulasi darah terhadap dinding pembuluh darah arteri ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh. Tekanan darah terbagi menjadi dua, yaitu tekanan darah sistolik (saat jantung berkontraksi dan memompa darah ke seluruh tubuh) dan tekanan darah diastolik (saat jantung berelaksasi).
Perlu diketahui bahwa tekanan darah manusia ditentukan oleh elastisitas pembuluh darah, volume darah, serta kemampuan jantung dalam melakukan kontraksi. Kondisi-kondisi tersebut pun berbeda pada setiap individu, tergantung dari usia dan kesehatan tubuh.
Berikut masing-masing penjelasan mengenai tensi normal berdasarkan usia, mulai dari bayi hingga lansia.
1. Tekanan Darah Normal Bayi
Tekanan darah normal pada bayi dapat berubah seiring dengan pertumbuhannya. Tekanan darah bayi baru lahir dipengaruhi oleh berat lahir, usia kehamilan, dan lain-lain. Tekanan darah normal pada bayi baru lahir adalah sekitar 60/40 mmHg yang kemudian meningkat secara perlahan menjadi 65–90 mmHg (sistolik) dan 45–65 mmHg (diastolik) hingga usianya 6 bulan.
Tekanan darah bayi bisa mencapai 80–100 mmHg (sistolik) dan 55–65 mmHg (diastolik) ketika berada pada usia 6–12 bulan. Lalu pada usia 1–2 tahun, tekanan darah normalnya berada di sekitar 85–113 mmHg (sistolik) dan 37–69 mmHg (diastolik). Kisaran tersebut bersifat perkiraan fisiologis. Interpretasi klinis tetap mengacu pada tabel persentil tekanan darah anak sesuai pedoman IDAI (2022).
2. Tekanan Darah Normal Anak-Anak
Tekanan darah dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, tinggi badan, dan ukuran/massa otot tubuh. Semakin bertumbuh seorang anak dan semakin banyak massa ototnya, maka semakin tinggi pula tekanan darahnya. Ketika berusia 3 tahun, tekanan darahnya berkisar di angka 95–110 mmHg (sistolik) dan 56–70 mmHg (diastolik). Sementara itu, ketika mereka menginjak usia 6–12 tahun, tekanan darahnya bisa semakin tinggi hingga 97–112 mmHg (sistolik) dan 57–71 mmHg (diastolik).
3. Tekanan Darah Normal Remaja
Ketika beranjak remaja, yakni sekitar usia 13 hingga 18 tahun, tekanan darah atau tensi normal seseorang juga akan berubah. Normalnya, tekanan darah seseorang di usia remaja adalah sekitar 112–128 mmHg (sistolik) dan 66–80 mmHg (diastolik).
4. Tekanan Darah Normal Orang Dewasa
Tensi normal orang dewasa adalah sekitar 90–120 mmHg untuk tekanan darah sistolik dan 60–80 mmHg untuk tekanan darah diastolik. Tekanan darah sistolik atau diastolik yang terlalu rendah atau tinggi mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, seperti aktivitas yang sedang dijalani, kondisi emosional, perubahan hormonal pada ibu hamil, atau kondisi medis lainnya yang memerlukan pemantauan lebih lanjut.
5. Tekanan Darah Normal Lansia
Secara umum, tensi normal lansia sama dengan orang dewasa, yakni 90–120 mmHg (sistolik) dan 60–80 mmHg (diastolik). Akan tetapi, angka tersebut bisa saja berubah-ubah karena dipengaruhi oleh faktor fisiologis organ-organ tubuh seiring pertambahan usia.
Cara Mengukur Tekanan Darah
Perlu dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah tekanan darah seseorang tergolong normal atau tidak. Cek tekanan darah ini dapat dilakukan di apotek, klinik, rumah sakit maupun secara mandiri di rumah menggunakan alat bernama tensimeter.
Perlu diperhatikan bahwa dalam menjalani pengecekan tekanan darah, sebaiknya hindari merokok, minuman berkafein dan beralkohol, dan aktivitas berat setidaknya 30 menit sebelumnya agar hasil pengecekan lebih akurat dan dapat menggambarkan kondisi kesehatan tubuh yang sebenarnya.
Apabila hasilnya berkisar di angka 120/80 mmHg hingga 139/89 mmHg (pada orang dewasa), hal ini dapat menandakan keadaan pre-hipertensi dan disarankan untuk mulai memperbaiki gaya hidup dengan rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta rendah garam.
Seseorang perlu waspada ketika hasilnya menunjukkan angka 140/90 mmHg atau di atasnya. Kondisi ini merupakan tanda tekanan darah tinggi atau hipertensi sehingga perlu mendapatkan penanganan medis secara tepat dengan segera.
Gangguan Kesehatan Terkait Tekanan Darah
Tensi yang tidak normal menandakan adanya gangguan pada kesehatan tubuh. Adapun jenis gangguan kesehatan yang bisa terjadi terkait dengan tekanan darah adalah:
A. Hipertensi
Hipertensi terjadi ketika tekanan darah terlalu tinggi, yaitu di angka 140/90 mmHg atau lebih. Kondisi ini tidak selalu menunjukkan gejala yang jelas sehingga penderita hipertensi sering kali tidak menyadari dirinya memiliki tekanan darah di atas normal. Apabila tak kunjung ditangani, tekanan darah tinggi dapat memicu komplikasi serius berupa penyakit jantung, stroke, serangan jantung, gagal ginjal serta gangguan penglihatan.
B. Hipotensi
Hipotensi atau tekanan darah rendah adalah kondisi saat tekanan darah berada di angka 90/60 mmHg atau di bawahnya. Saat berada dalam kondisi hipotensi, kepala terasa melayang atau berputar. Jika terjadi secara terus-menerus, hipotensi dapat meningkatkan risiko timbulnya masalah kesehatan pada organ-organ tubuh, di antaranya otak, ginjal, dan jantung.
Tekanan darah rendah juga perlu diwaspadai apabila penderitanya mengalami sejumlah gejala, seperti dehidrasi, kelelahan, mual, pusing, napas pendek atau cepat, hingga kehilangan kesadaran (pingsan). Sebaiknya, segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika kondisi ini terjadi.
Cara Menjaga Tekanan Darah Normal
Tekanan darah normal dapat dijaga dengan menerapkan sejumlah gaya hidup sehat, di antaranya:
-
Membatasi asupan kafein, seperti teh, kopi, dan minuman bersoda untuk mencegah peningkatan tekanan darah.
-
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, seperti sayuran, biji-bijian, serta makanan dan minuman rendah lemak.
-
Olahraga secara rutin minimal 30 menit per hari atau 150 menit per minggu.
-
Mengelola stres dengan melakukan meditasi, latihan pernapasan, yoga, pilates, atau melakukan hal-hal yang menyenangkan, seperti menonton film.
Pertanyaan yang Sering Diajukan seputar Tensi Normal
Terdapat sejumlah pertanyaan yang cukup sering diajukan mengenai tensi normal. Berikut di antaranya:
Berapa Tensi Normal untuk Orang Dewasa?
Tensi normal orang dewasa adalah di antara 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg.
Bagaimana Tensi Normal Berdasarkan Usia?
Tensi atau tekanan darah normal dapat berbeda-beda tergantung usia seseorang, yaitu:
-
Bayi baru lahir sampai 1 bulan: Di antara 60/20 mmHg hingga 90/60 mmHg.
-
Bayi 1–11 bulan: Di antara 87/53 mmHg hingga 105/66 mmHg.
-
Bayi 1–3 tahun: Di antara 95/52 mmHg hingga 105/66 mmHg.
-
Anak-anak usia 3–5 tahun: Di antara 95/56 mmHg hingga 110/70 mmHg.
-
Anak-anak usia 6–12 tahun: Di antara 97/57 mmHg hingga 112/71 mmHg.
-
Remaja usia 13–18 tahun: Di antara 112/66 mmHg hingga 128/80 mmHg.
-
Dewasa dan lansia: Di antara 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg.
Kapan Tekanan Darah Dikatakan Tinggi atau Hipertensi?
Seseorang dapat dikatakan mengalami hipertensi ketika hasil pemeriksaan menunjukkan angka 140/90 mmHg atau lebih.
Apa Saja Tanda Tekanan Darah Rendah atau Hipotensi?
Gejala tekanan darah rendah (hipotensi) dapat berupa dehidrasi, tubuh terasa lemas dan lelah, mual, pusing, napas pendek atau cepat, sulit berkonsentrasi, kulit tampak pucat, hingga pingsan.
Apa Itu mmHg dalam Tekanan Darah?
mmHg dalam tekanan darah merupakan singkatan dari millimeters of mercury (millimeter air raksa). mmHg adalah satuan yang digunakan untuk mengukur tekanan darah.
Apakah Tekanan Darah 90/60 Normal?
Bagi orang dewasa, tekanan darah 90/60 masih tergolong normal. Namun, jika tekanan darah di bawah 90/60 mmHg, kondisi tersebut mengindikasikan hipotensi atau tekanan darah rendah.
Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan di atas bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran pengobatan dari dokter. Apabila Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada hipertensi dan hipotensi, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat agar bisa memperoleh diagnosis yang akurat serta pengobatan yang tepat.
Proses, metode, dan opsi pengobatan di setiap rumah sakit dapat berbeda, tergantung kondisi medis pasien serta fasilitas yang dimiliki. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda dapat memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini







