Perbedaan Preeklamsia dan Eklamsia yang Perlu Diketahui!
Ibu dan Anak

Perbedaan Preeklamsia dan Eklamsia yang Perlu Diketahui!

01 April 2026 4 menit waktu baca
perbedaan preeklamsia dan eklamsia

Preeklamsia dan eklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang perlu diwaspadai karena dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin. Preeklamsia adalah kondisi ketika tekanan darah ibu hamil meningkat setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu dan disertai adanya protein di dalam urine. Sementara itu, eklamsia adalah komplikasi yang lebih serius, yaitu ketika tekanan darah tinggi pada ibu hamil disertai dengan kejang selama masa kehamilan.

 

Penting bagi ibu hamil untuk memahami perbedaan preeklamsia dan eklamsia agar dapat mengenali tanda-tandanya lebih dini serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko komplikasi selama kehamilan. Dengan begitu, ibu hamil dapat mengambil langkah penanganan yang tepat. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

 

Perbedaan Preeklamsia dan Eklamsia

 

Meskipun sama-sama berkaitan dengan peningkatan tekanan darah atau hipertensi selama kehamilan, preeklamsia dan eklamsia merupakan dua kondisi yang berbeda. Perbedaan eklamsia dan preeklamsia dapat diamati dari beberapa aspek berikut:

 

1. Penyebab

 

Hingga saat ini, penyebab pasti preeklamsia dan eklamsia belum diketahui secara jelas. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko ibu hamil mengalami kondisi ini, seperti riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya, gangguan ginjal, kehamilan kembar (gemeli), diabetes tipe 1 atau tipe 2, penyakit autoimun, serta hipertensi kronis. Eklampsia tidak memiliki penyebab yang terpisah, melainkan merupakan perkembangan dari preeklampsia yang sudah memengaruhi sistem saraf hingga menimbulkan kejang.

 

2. Gejala

 

Perbedaan preeklamsia dan eklamsia dapat dikenali dari gejala yang muncul selama kehamilan. Preeklamsia biasanya terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu, dan paling sering muncul pada trimester akhir hingga beberapa minggu setelah melahirkan. Kondisi ini sering berkembang perlahan dan kerap baru terdeteksi saat kontrol kehamilan rutin. Tanda utamanya meliputi tekanan darah tinggi (≥140/90 mmHg) dan adanya protein dalam urine.

 

Pada kondisi yang lebih berat, preeklamsia dapat berkembang menjadi tahap peringatan yang dikenal sebagai impending eclampsia. Gejalanya antara lain: 

 

  • Tekanan darah yang sangat tinggi (≥160/100 mmHg).

  • Sakit kepala hebat.

  • Gangguan penglihatan.

  • Pembengkakan pada wajah atau anggota tubuh.

  • Nyeri ulu hati.

  • Mual muntah.

  • Penurunan jumlah urine.

 

Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berlanjut menjadi eklamsia, yang ditandai dengan kejang. Pada beberapa kasus, kejang dapat muncul tiba-tiba tanpa gejala yang jelas sebelumnya. Karena itu, eklamsia merupakan kondisi darurat yang memerlukan penanganan segera.

 

3. Diagnosis

 

Pada preeklamsia, pemeriksaan biasanya dimulai dari pemantauan tekanan darah selama kunjungan antenatal (pemeriksaan kesehatan ibu hamil secara rutin). Jika tekanan darah ibu hamil mencapai ≥140/90 mmHg dalam 2 atau lebih waktu pemeriksaan, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebabnya. Pemeriksaan tersebut umumnya meliputi:

 

  • Tes urine untuk mendeteksi adanya protein dalam urin (proteinuria).

  • Tes darah guna menilai fungsi organ, seperti ginjal, hati, dan jumlah trombosit.

  • Pemeriksaan USG (ultrasonografi) dan pemantauan detak jantung janin untuk memastikan pertumbuhan dan kesehatannya tetap baik.

 

Semua pasien preeklampsia merupakan kehamilan berisiko tinggi sehingga harus dirujuk ke rumah sakit dan dipantau oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Dokter akan menegakkan diagnosis dengan melihat tanda-tanda gangguan pada organ tubuh, seperti ginjal, hati, atau sistem saraf (impending eclampsia) serta adanya kejang yang disertai tekanan darah tinggi.

 

4. Pengobatan

 

Penanganan preeklamsia dan eklamsia tidak selalu sama pada setiap pasien. Dokter biasanya akan mempertimbangkan beberapa faktor terlebih dahulu, seperti seberapa berat kondisi yang dialami ibu, potensi komplikasi yang dapat terjadi, usia kehamilan, serta kondisi janin.

 

Pada preeklamsia, pilihan penanganan bergantung pada tingkat keparahan kondisi dan usia kehamilan. Jika kehamilan sudah mendekati cukup bulan, dokter umumnya akan mempertimbangkan persalinan lebih awal untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Namun, jika kondisi masih tergolong ringan dan usia kehamilan belum cukup bulan, ibu hamil biasanya akan dipantau secara ketat melalui: 

 

  • Pemeriksaan tekanan darah. 

  • Tes darah dan urine. 

  • Pemantauan kondisi janin.

  • Pemberian obat untuk menurunkan tekanan darah dan mencegah kejang.

 

5. Prognosis

 

Pada preeklamsia, prognosis umumnya bergantung pada tingkat keparahan kondisi serta seberapa cepat diagnosis dan penanganan diberikan. Jika terdeteksi lebih awal dan ditangani dengan tepat, risiko komplikasi dapat dikendalikan. Namun, preeklamsia tetap dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan bagi ibu maupun janin, seperti gangguan pertumbuhan janin, kelahiran prematur, atau gangguan fungsi organ pada ibu.

 

Sementara itu, eklamsia merupakan kondisi yang darurat karena dapat mengancam jiwa. Selain kejang, eklamsia juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan, edema paru, hingga gagal napas pada ibu hamil. Risiko ini juga dapat berdampak pada kondisi bayi yang dilahirkan, terutama jika penanganan tidak segera dilakukan.

 

Sementara itu, eklamsia memerlukan penanganan segera karena menimbulkan kejang pada ibu hamil. Perawatan biasanya dilakukan di rumah sakit untuk mengendalikan kejang, menurunkan tekanan darah, serta menstabilkan kondisi ibu hamil. Oleh karena itu, segera hubungi 1-500-911 untuk layanan darurat jika ibu mengalami gejala eklamsia.

 

Demikian penjelasan mengenai perbedaan preeklamsia dan eklamsia. Perlu diingat bahwa artikel ini hanya bertujuan sebagai edukasi semata karena keduanya memiliki gejala dan langkah pengobatan yang berbeda. Oleh karena itu, informasi yang disampaikan di atas tidak dapat menggantikan saran dan diagnosis langsung dari dokter. 

 

Jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada preeklamsia, seperti nyeri perut bagian atas, pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, hingga sakit kepala yang menetap, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) Subspesialis Kedokteran Fetomaternal di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dapat berbeda di setiap rumah sakit, tergantung pada fasilitas yang tersedia. Meski demikian, setiap prosedur tetap dilakukan berdasarkan standar medis yang berlaku. Dokter dan tenaga kesehatan akan memastikan pemeriksaan berjalan dengan aman.

 

Gunakan aplikasi MySiloam untuk membantu Anda mengelola kesehatan dengan lebih mudah. Dengan aplikasi ini, Anda dapat melihat jadwal praktik dokter, memesan janji temu dengan dokter terkait, hingga melihat hasil pemeriksaan secara online. Unduh MySiloam sekarang untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Exon Publications. Preeclampsia and Eclampsia. Diakses pada 2026 | MSD Manual. Preeclampsia and Eclampsia. Diakses pada 2026 | Medical News Today. What Is the Difference between Preeclampsia and Eclampsia? Diakses pada 2026 | NIH. Preeclampsia and Eclampsia. Diakses pada 2026 | Healthline. What You Need to Know About Preeclampsia and Eclampsia. Diakses pada 2026 | Jurnal Penelitian Perawat Profesional. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Pra Eklampsia. Diakses pada 2026 | American Journal of Obstetrics & Gynecology. Eclampsia in the 21st Century. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail