Kesehatan Tubuh
Apa itu Gagal Napas? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Respiratory failure atau gagal napas adalah kondisi ketika darah mengandung banyak karbon dioksida namun minim oksigen akibat ketidakmampuan sistem pernapasan. Kondisi ini dapat membuat tubuh kekurangan oksigen sehingga menyebabkan seluruh organ tubuh tidak bisa berfungsi dengan baik.
Mari kenali penyebab, gejala, cara mendiagnosis, hingga pengobatan gagal napas selengkapnya melalui artikel berikut ini.
Apa itu Gagal Napas (Respiratory Failure)?
Respiratory failure atau gagal napas adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika di dalam tubuh tidak terdapat cukup oksigen (hipoksia) atau terlalu banyak karbon dioksida (hiperkapnia). Karena dapat menyebabkan hipoksia, gagal napas dapat memengaruhi fungsi berbagai organ vital tubuh, termasuk jantung dan otak. Selain itu, penumpukan karbon dioksida dalam darah juga bisa berubah menjadi racun dan menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan tubuh.
Jenis-Jenis Gagal Napas
Gagal napas adalah kondisi yang dapat terjadi secara tiba-tiba (akut) maupun berkembang seiring dengan berjalannya waktu (kronis). Secara umum, gagal napas dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu hypoxic respiratory failure dan hypercapnic respiratory failure. Berikut adalah masing-masing penjelasan dari tipe gagal napas.
-
Hypoxic respiratory failure (type I respiratory failure) atau gagal napas tipe 1: Terjadi ketika sistem pernapasan tidak dapat menyediakan oksigen secara memadai ke tubuh sehingga menyebabkan hipoksemia. Ciri gagal napas tipe 1 adalah nilai tekanan parsial oksigen (PaO2) <60 mmHg dengan tekanan parsial karbon dioksida (PaCO2) dapat normal atau menurun.
-
Hypercapnic respiratory failure (type II respiratory failure) atau gagal napas tipe 2: Terjadi ketika sistem pernapasan tidak dapat mengeluarkan karbon dioksida dari tubuh secara memadai sehingga menyebabkan hiperkapnia. Gagal napas ini merupakan hipoksia dengan nilai tekanan parsial karbondioksida arteri (PaCO₂) >45 mmHg.
Penyebab Gagal Napas
Gagal napas terjadi ketika terdapat kondisi yang menghalangi tubuh untuk memasukkan oksigen ke dalam darah ataupun mengeluarkan karbon dioksida dari darah. Hal tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor yang memengaruhi, yaitu:
-
Aliran udara atau aliran darah yang terlalu sedikit menuju paru-paru.
-
Penyumbatan saluran pernapasan, bisa karena jaringan parut atau penumpukan cairan di paru-paru.
-
Tidak mampu bernapas dengan benar. Hal ini bisa terjadi karena kondisi medis tertentu yang memengaruhi fungsi paru-paru, seperti cedera pada dinding dada, serta gangguan pada saraf atau otot-otot yang berperan penting dalam sistem pernapasan.
-
Kelainan aliran darah menuju jantung.
Adapun sejumlah kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya gagal napas adalah sebagai berikut.
-
Kondisi medis yang memengaruhi fungsi paru-paru, seperti PPOK, cystic fibrosis, pneumonia, emboli paru, COVID-19, edema paru (pembengkakan pada organ paru-paru yang terjadi akibat adanya penumpukan cairan), asma, dan lain-lain.
-
Penyakit jantung, seperti serangan jantung (infark miokard), penyakit jantung bawaan, dan gagal jantung.
-
Gangguan pada sistem saraf dan otot yang dapat mengganggu fungsi pernapasan, seperti cedera kepala berat, stroke, tumor otak, gangguan saraf tulang belakang, herniasi otak (kondisi ketika jaringan dan cairan otak bergeser dari posisinya sehingga mendesak area di sekitarnya), sindrom Guillain-Barré, amyotrophic lateral sclerosis (ALS), distrofi otot (kelainan herediter yang ditandai oleh kelemahan dan pengecilan otot secara progresif), dan lain-lain.
-
Perdarahan berat.
-
Gangguan keseimbangan asam basa dalam tubuh (asidosis dan alkalosis).
-
Gangguan elektrolit.
-
Kebiasaan merokok.
-
Sering terpapar polusi udara, debu, dan zat kimia berbahaya.
-
Penyalahgunaan NAPZA dan minuman beralkohol.
-
Efek samping obat-obatan, seperti obat penenang atau obat antinyeri golongan opioid.
-
Bayi baru lahir (terutama bayi prematur) atau lansia berusia di atas 65 tahun.
Gejala Gagal Napas
Gejala gagal napas cenderung beragam, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Namun, ada beberapa gejala umum yang kerap dialami oleh penderita gagal napas, seperti misalnya batuk berdarah dan kulit pucat. Mari simak selengkapnya terkait gejala gagal napas di bawah ini.
-
Napas cepat.
-
Jantung berdebar.
-
Batuk berdarah.
-
Napas berbunyi, baik mengi ataupun stridor.
-
Lemas.
-
Kulit pucat.
-
Berkeringat berlebihan.
-
Gelisah dan linglung.
-
Bibir dan jari-jari tangan kebiruan (sianosis).
-
Nyeri kepala.
-
Pingsan.
Komplikasi Gagal Napas
Jika tidak segera ditangani dengan tepat, gagal napas dapat berisiko menyebabkan kerusakan pada berbagai organ tubuh yang bisa memicu berbagai komplikasi serius. Adapun sejumlah komplikasi gagal napas yang perlu dipahami dan diwaspadai adalah:
-
Fibrosis paru.
-
Gagal napas kronis.
-
Serangan jantung.
-
Gagal jantung.
-
Gagal ginjal akut.
-
Perdarahan pada saluran cerna, seperti lambung dan usus.
-
Kerusakan otak.
-
Koma.
-
Kematian.
Diagnosis Gagal Napas
Dalam menegakkan diagnosis gagal napas, dokter dapat segera melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat kondisi kulit, dan mendengarkan suara dari paru-paru serta jantung menggunakan stetoskop. Kemudian, beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan dokter untuk mengonfirmasi diagnosis gagal napas adalah:
-
Pulse oximetry untuk mengukur kadar oksigen di dalam darah.
-
Analisis gas darah. Tes darah ini dilakukan untuk mengukur jumlah oksigen dan karbon dioksida dalam darah.
-
Pemeriksaan fungsi paru-paru. Dalam prosedur pemeriksaan ini, dokter dapat meminta pasien untuk bernapas melalui corong yang terpasang pada mesin khusus guna mengevaluasi fungsi paru-paru.
-
Tes pencitraan, seperti rontgen dada dan CT scan.
Pengobatan Gagal Napas
Pengobatan gagal napas dapat dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan serta penyebab yang mendasarinya. Secara umum, ada sejumlah metode yang dapat dilakukan untuk menangani gagal napas, seperti terapi oksigen dan pemberian antibiotik. Berikut adalah selengkapnya.
-
Terapi oksigen.
-
Pemberian cairan melalui akses intravena (IV).
-
Pemberian antibiotik untuk menangani gagal napas yang disebabkan oleh pneumonia bakterial atau sepsis.
-
Pemberian bronkodilator untuk menangani gagal napas yang disebabkan oleh asma.
-
Pemberian obat golongan diuretik untuk menangani gagal napas yang disebabkan oleh edema paru.
-
Pemasangan ventilator mekanik untuk memberikan bantuan napas kepada pasien.
-
Extracorporeal membrane oxygenation (ECMO), yaitu penggunaan mesin bypass untuk membantu menambahkan oksigen dan mengurangi karbon dioksida di dalam darah pasien.
-
Trakeostomi, yaitu tindakan pembedahan dengan cara membuat lubang dari bagian depan leher menuju tenggorokan untuk memasukkan tabung pernapasan.
Pada dasarnya, tingkat kesembuhan gagal napas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, penyebab yang mendasarinya, seberapa cepat pasien memperoleh penanganan, dan ada tidaknya komplikasi yang menyertai kondisi tersebut.
Pencegahan Gagal Napas
Pada dasarnya, gagal napas tidak selalu bisa dicegah. Namun, risiko terjadinya gagal napas dapat diminimalkan dengan mengelola penyakit paru-paru, jantung, dan neurologis yang sedang diderita. Selain itu, perubahan gaya hidup juga sangat membantu menghindari risiko terjadinya kondisi ini.
Perubahan gaya hidup yang dimaksud, di antaranya adalah berhenti merokok, menghindari iritan paru (polusi, menjadi perokok pasif, paparan asap kimia berbahaya), menghindari minum alkohol, dan melakukan vaksinasi.
Gagal napas adalah kondisi darurat medis, sehingga penting untuk segera menanganinya dengan tepat. Oleh karenanya, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala-gejala yang mengarah pada kondisi tersebut.
Untuk memudahkan, jadwalkan terlebih dahulu pertemuan Anda dengan dokter Siloam Hospitals menggunakan fitur Cari Dokter atau melalui aplikasi MySiloam. Anda juga dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses layanan kesehatan lebih mudah dan cepat. Unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tomas Ari Kurniawan Komala, SpAn
Anestesiologi
Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Charles Wijaya Tan, M.Kes, Sp.An-KMN
Anestesiologi
Subspesialis Manajemen Nyeri
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini







