Kesehatan Tubuh
Sering Tidur Mendengkur? Kenali Tanda-tanda Sleep Apnea

Table of Contents
Apakah keluarga atau pasangan Anda suka mendengkur saat tidur? Atau bahkan tanpa sadar Anda sendiri melakukannya? Mendengkur atau mengorok saat tidur menjadi hal yang dapat mengganggu kualitas tidur, baik itu untuk yang mendengarnya bahkan juga untuk diri sendiri yang melakukannya. Dengkuran dapat terjadi karena terhambatnya atau menyempitnya saluran napas. Makin sempit saluran napas, makin keras pula suara dengkuran yang dihasilkan. Apa itu sleep apnea atau gangguan tidur? Berikut penjelasannya.
Gangguan tidur yang terjadi saat pernapasan seseorang terganggu ini dikenal juga dengan nama sleep apnea. Pada gangguan tidur ini, pernapasan yang berlangsung saat tidur dapat terhenti kurang lebih 10 detik dan terjadi berulang mulai dari puluhan hingga ratusan kali. Kondisi inilah yang menyebabkan seseorang mendengkur dalam tidurnya. Sleep apnea dapat dikatakan sebagai suatu kondisi yang berbahaya karena tubuh bisa saja kekurangan oksigen.
Gejala Sleep Apnea
Gejala sleep apnea dapat dirasakan pada saat tidur dan setelah bangun tidur. Gejala pada saat tidur mungkin saja tidak dirasakan oleh penderita, tetapi bagi orang di sekitarnya hal tersebut bisa sangat terlihat. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut terkait gejala sleep apnea saat tidur dan setelah bangun tidur.
Saat Tidur
Dalam keadaan tidur, penderita kondisi ini tidak akan menyadari gejala yang ada. Beberapa gejala umum yang terjadi pada penderita slep apnea pada saat tidur antara lain:
- Mendengkur atau mengorok dengan suara yang keras.
- Napas terhenti selama beberapa kali dan berlangsung sangat sering.
- Pada saat mengambil napas, penderita akan terengah-engah.
- Sering terbangun dari tidur karena batuk atau merasa napas berat seperti tercekik.
- Penderita sleep apnea seringkali mengalami insomnia atau keadaan sulit tidur.
Saat Bangun Tidur
Jika pada saat tidur pengidap sleep apnea tidak dapat merasakan gejalanya, maka setelah bangun tidur gejala berikut ini dapat dirasakan oleh penderita:
- Mulut akan terasa kering.
- Mengalami sakit pada bagian kepala sesaat setelah bangun tidur.
- Meski telah tidur dalam kurun waktu yang lama, penderita biasanya akan merasa sangat mengantuk pada siang hari.
- Penurunan tingkat konsentrasi yang mengakibatkan sulit belajar dan susah untuk mengingat sesuatu.
- Penderita sleep apnea akan mengalami perubahan mood dan mudah sekali marah.
- Terjadinya penurunan libido.
Penyebab Sleep Apnea
Ada 3 penyebab terjadinya sleep apnea, yaitu:
1. Sleep Apnea Obstruktif
Gangguan tidur sleep apnea obstruktif merupakan gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya berhenti bernapas akibat otot belakang di bagian tenggorokan yang terlampau rileks. Gejalanya akan sering muncul hingga 30 kali per jam saat tidur dan ditandai dengan intensitas suara dengkuran yang cukup keras.
Pada saat mengalami hal ini, kadar oksigen dalam tubuh akan mengalami penurunan dan terjadi peningkatan karbon dioksida. Kondisi ini dapat memengaruhi otak dan mengurangi kualitas tidur. Penyebab lain dari sleep apnea obstruktif adalah:
- Obesitas atau kelebihan berat badan.
- Ukuran lingkar leher.
- Alur napas yang menyempit.
- Jenis kelamin laki-laki.
- Lansia.
- Keturunan.
- Kebiasaan merokok dan minum alcohol.
- Konsumsi obat penenang.
- Hidung mengalami penyumbatan.
2. Sleep Apnea Sentral
Sleep apnea sentral dipengaruhi oleh keadaan otak yang gagal megirimkan penanda dengan baik ke bagian otot yang bekerja sebagai pengontrol pernapasan. Kondisi ini akan menyebabkan penderitanya tidak bisa bernapas dalam kurun waktu tertentu. Faktor utama yang menyebabkan kondisi ini adalah terjadinya gangguan kinerja otak. Selain itu, faktor pendukung lain terjadinya sleep apnea sentral adalah:
- Lansia.
- Jenis kelamin laki-laki.
- Gangguan jantung.
- Konsumsi narkotika.
- Stroke.
3. Sleep Apnea Kompleks
Sleep apnea kompleks adalah gangguan tidur yang merupakan gabungan dari sleep apnea obstruktif dan sentral. Gejalanya akan semakin kompleks jika dibandingkan dengan jenis sleep apnea lainnya.
Cara Mengatasi Sleep Apnea Secara Alami
1. Melakukan Diet
Sleep apnea menyerang orang yang memiliki berat badan berlebih. Untuk mengurangi gejalnya, Anda dapat melakukan diet untuk mengurangi kadar lemak dalam tubuh. Lemak berlebih dapat menghalangi jalur pernapasan. Apabila jalur penapasan terhambat, otomatis aliran oksigen ke otak juga menjadi terhambat sehingga timbul kondisi sleep apnea. Oleh karena itu, mengatur pola makan sangat penting bagi penderita sleep apnea.
2. Tidur Hadap Samping
Bagi penderita sleep apnea yang memiliki kebiasaan tidur telentang atau tengkurap, cobalah untuk mengubah untuk mengubah posisi tidur menyamping. Tidur menyamping akan lebih memudahkan udara mengisi saluran pernapasan. Posisi tidur menyamping adalah posisi terbaik untuk melancarkan pernapasan.
3. Olahraga
Di samping diet, hal berikutnya yang bisa Anda terapkan untuk menurunkan berat badan dan mengurangi gejala sleep apnea adalah olahraga yang teratur. Olahraga dapat membantu otot pada bagian pernapasan bekerja dengan normal dan kadar lemak dalam tubuh yang berkurang akan melancarkan saluran penapasan.
4. Stop Merokok
Rokok dapat memperberat kerja paru-paru sehingga bisa menyebabkan kondisi sleep apnea. Bagi Anda perokok disarankan untuk menghentikan aktivitas tersebut jika tidak ingin keadaan sleep apnea semakin parah. Bukan hanya itu, kebiasan merokok memiliki dampak buruk lain bagi kesehatan.
Cara Mengobati Sleep Apnea Secara Medis
Apabila Anda merasa tidak mampu menangani gangguan tidur sleep apnea secara alami, mintalah bantuan medis untuk mengatasi gangguan tidur tersebut demi kelangsungan kualitas hidup Anda sehari-hari. Berikut ini tindakan medis untuk mengatasi sleep apnea:
1. Terapi
Terapi ini dapat dilakukan dengan menggunakan media seperti CPAP (Continous Airway Pressure), BPAP (Bilevel Positive Airway Pressure), dan MAD (Mandibular Advencement Device). Dokter ahli akan memandu Anda untuk melakukan terapi sesuai kebutuhan dan tingkat keparahan yang diderita.
2. Operasi
Jalan terakhir yang dapat ditempuh adalah dengan tindakan operasi. Prosedur operasi yang bisa dilakukan untuk mengatasi sleep apnea antara lain uvulopalatopharyngoplasty, ablasi radiofrekuensi, operasi reposisi rahang, stimulasi saraf, dan trakeostomi.
Kondisi sleep apnea dapat membahayakan karena mengganggu pernapasan dan mengakibatkan berbagai kondisi dari ringan hingga yang memerlukan tindakan medis. Oleh karena itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter dokter Siloam Hospital terdekat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan medis secara tepat.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini







