Hipoksia - Penyebab, Tipe, Gejala hingga Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Hipoksia - Penyebab, Tipe, Gejala hingga Pengobatannya

18 November 2025 5 menit waktu baca
hipoksia adalah

Hipoksia adalah kondisi di mana kadar oksigen di dalam jaringan tubuh menurun. Gejala hipoksia yang umumnya terjadi pada penderita yakni sesak napas, sulit berbicara dan tubuh terasa lemas.

 

Kenali gejala-gejala lainnya hingga cara mengobati hipoksia untuk penanganan yang lebih tepat melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Hipoksia?

 

Seperti yang telah diketahui bersama, dalam kondisi normal, oksigen yang masuk ke dalam tubuh akan masuk ke dalam paru-paru.

 

Selanjutnya, oksigen akan langsung dibawa menuju jantung. Dari jantung, oksigen kemudian akan disebar ke seluruh tubuh lewat pembuluh darah, termasuk menuju otak.

 

Namun saat terjadi hipoksia, oksigen tidak sampai ke sel dan jaringan yang membuat jaringan tubuh memiliki kadar oksigen di bawah batas normal. 

 

Setelah itu, Anda pun akan mengalami beberapa keluhan kesehatan, mulai dari pusing, hingga linglung.

 

Penyebab Hipoksia

 

Hipoksia disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari faktor lingkungan hingga kondisi kesehatan tertentu.

 

Dari faktor lingkungan, hipoksia bisa terjadi akibat rendahnya kadar oksigen di lingkungan, misalnya berada di ruang hampa udara, tenggelam, berada di ketinggian, dan lain sebagainya. 

 

Sementara untuk kondisi medis, penyebab hipoksia adalah sebagai berikuti:

 

  • Penyakit paru-paru, seperti pneumothorax, edema paru, hipertensi pulmonal, PPOK, bronkitis, emfisema, kanker paru, atau pneumonia.
  • Penyakit jantung, seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung kongestif, bradikardi, atau ventrikel fibrilasi.
  • Penyakit yang berhubungan dengan kelainan pada darah, seperti methemoglobinemia, anemia, dan lain sebagai
  • Mengalami keracunan, seperti keracunan karbon monoksida (CO2) atau keracunan sianida.
  • Altitude sickness atau penyakit akibat ketinggian.
  • Infeksi yang menyebabkan sepsis.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat bius atau fentanyl.

 

Selain itu, penyebab hipoksia juga bisa dipicu karena pasien mengalami cedera serius yang menyebabkannya kehilangan banyak darah, seperti ditusuk, kecelakaan, luka tembak, dan lain sebagainya. 

 

Hipoksia bisa juga menjadi gejala komplikasi infeksi virus corona atau COVID-19 yang dikenal dengan Happy Hypoxia.

 

Jika tidak ditangani dengan baik (terlebih jika Anda memiliki riwayat penyakit penyerta), kondisi ini bisa sangat berbahaya dan tak jarang berujung pada kematian.

 

Jenis Hipoksia

 

Kondisi kurangnya oksigen di sel dan jaringan tubuh ini dapat dibagi dalam beberapa jenis berdasarkan faktor penyebab hipoksia. Jenis hipoksia adalah:

 

1. Hipoksia Anemik

 

Hipoksia anemik terjadi ketika tubuh kekurangan pasokan oksigen yang disebabkan oleh kadar hemoglobin dalam sel darah merah sangat rendah.

 

2. Hipoksia Histotoksik

 

Hipoksia histotoksik merupakan kondisi ketika jaringan tubuh tidak mampu menggunakan oksigen sesuai dengan fungsinya.

 

3. Hipoksia Stagnan

 

Hipoksia stagnan merupakan kondisi ketika aliran darah dalam tubuh berkurang sehingga proses pengaliran oksigen berjalan tidak maksimal.

 

4. Hipoksia Hipoksik

 

Hipoksia hipoksik merupakan kondisi kurangnya oksigen di dalam darah.

 

5. Hipoksia Metabolik

 

Hipoksia metabolik disebabkan karena kebutuhan oksigen pada jaringan dan sel mengalami lonjakan cukup tinggi karena sebab tertentu.

 

Sebagai catatan, selain penyebab dan macam-macam hipoksia di atas, Anda wajib waspada dengan kondisi tertentu, seperti asma dan ALS atau Amyotrophic Lateral Sclerosis. Kedua kondisi tersebut bisa menjadi penyebab, bahkan memperburuk hipoksia.

 

Gejala Hipoksia

 

Hipoksia adalah kondisi yang tergolong sulit dikenali. Selain karena gejalanya yang berbeda sesuai dengan penyebab dan jenisnya, kemunculan gejalanya terkadang lambat. Biasanya mereka baru menyadari mengalami hipoksia saat sudah dalam kondisi akut.

 

Beberapa gejala yang umum terjadi pada penderita hipoksia adalah sebagai berikut:

 

  • Sesak napas
  • Sulit bicara
  • Napas menjadi cepat
  • Linglung atau bingung
  • Batuk secara terus menerus
  • Hilang kesadaran
  • Tubuh lemas
  • Berkeringat

 

Jika Anda melihat keluarga atau seseorang sulit bernapas, lemas, linglung, tiba-tiba tidak bisa bicara, atau kejang, segera bawa ke IGD karena sudah menunjukkan sinyal bahaya.

 

Selain itu, Anda pun harus bertindak cepat jika mendapati bibir, kuku, dan kulit menjadi kemerahan seperti ceri atau berwarna kebiruan.

 

Kondisi ini terkadang diiringi dengan perubahan detak jantung, bisa jadi lebih lambat atau justru malah jadi cepat.

 

Diagnosis Hipoksia

 

Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan cara memeriksa tingkat kesadaran, tekanan darah, detak jantung, warna bibir dan ujung kuku, frekuensi pernapasan, dan detak jantung. 

 

Sambil melakukan pemeriksaan, dokter akan memberikan pertolongan pertama hingga kondisi pasien stabil.

 

Untuk memastikan kondisinya sekaligus mengetahui penyebab utama pasien mengalami hipoksia, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, di antaranya:

 

  • Tes darah, untuk mengetahui adanya infeksi atau anemia.
  • Tes fungsi paru, untuk memastikan fungsi paru pada pasien.
  • Tes oksimetri, untuk memantau kadar oksigen dalam darah
  • Elektrokardiogram (EKG), untuk melihat kondisi detak jantung dan memastikan ada tidaknya kerusakan jantung.
  • Analisis gas darah, untuk mengetahui potensi keracunan serta mengevaluasi metabolisme dan sistem pernapasan pasien.
  • Echo jantung, untuk memantau struktur dan kondisi jantung, termasuk untuk memastikan ada tidaknya kelainan di katup jantung dan bagian lain pada jantung.
  • CT Scan atau foto Rontgen, untuk melihat potensi kelainan di paru-paru, seperti infeksi paru atau pneumothorax.
  • CT Scan atau MRI kepala, untuk memprediksi adanya kelainan di otak, seperti stroke, tumor, atau perdarahan di otak.

 

Dengan mengetahui penyebab utamanya, dokter akan lebih mudah melakukan upaya pengobatan, sekaligus mencegah hipoksia kambuh kembali.

 

Cara Mengobati Hipoksia

 

Proses pengobatan hipoksia pada dasarnya bertujuan untuk mengembalikan pasokan oksigen ke jaringan dan sel dalam tubuh. 

 

Dengan cara ini, organ tubuh akan kembali bekerja dengan baik sekaligus mencegah terjadinya kematian jaringan.

 

Penanganan utama pada pasien hipoksia adalah pemberian oksigen. Sesuai dengan tujuan awal yang disebutkan di atas, proses ini bertujuan untuk meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh.

 

Cara mengobati hipoksia dapat diberikan melalui:

 

  • Selang hidung (nasal kanul) atau masker.
  • Ventilator atau alat bantu napas, biasanya ventilator diberikan kepada pasien hipoksia parah dan mengalami kesulitan bernapas.
  • Terapi hiperbarik, umumnya dilakukan untuk pasien hipoksia parah dan keracunan karbon monoksida.

 

Selain dengan pemberian udara, dokter biasanya akan memberikan terapi obat-obatan. Biasanya ini diberikan saat pasien yang sudah dalam kondisi stabil atau pasien hipoksia yang berhasil dideteksi sejak dini. 

 

Beberapa obat-obatan yang biasa diberikan pada pasien hipoksia adalah:

 

  • Obat kortikosteroid, untuk meredakan peradangan di paru-paru
  • Inhaler atau obat asma, untuk mengobati serangan asma.
  • Obat anti kejang, untuk meredakan kejang.
  • Antibiotik, untuk mengobati infeksi bakteri.

 

Dalam kondisi tertentu, kerusakan jaringan akibat hipoksia bisa menyebabkan hilangnya kesadaran, gangguan fungsi organ, hingga kematian.

 

Untuk itu, penanganan cepat dan tepat merupakan kunci utama mencegah komplikasi hipoksia yang lebih buruk.

 

Apabila ada anak, keluarga, dan kerabat yang mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter-dokter Siloam Hospital terdekat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan medis secara tepat.

 

Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 3

Dokter Kami
dr-tomas-ari-kurniawan-komala-span

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tomas Ari Kurniawan Komala, SpAn

Anestesiologi

Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-charles-wijaya-tan-span

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Charles Wijaya Tan, M.Kes, Sp.An-KMN

Anestesiologi

Subspesialis Manajemen Nyeri


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-agung-purnomo-span

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Agung Purnomo, SpAn

Anestesiologi

Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail