Ibu dan Anak
Sepsis pada Bayi dan Anak: Gejala dan Cara Mencegahnya

Table of Contents
Sepsis adalah respons sistem kekebalan tubuh yang tak terkendali terhadap infeksi atau cedera. Penyakit sepsis dapat menyerang siapa saja tapi rentan dialami anak, terutama bayi prematur dan baru lahir karena daya tahan tubuh yang belum optimal. Penyakit sepsis pada bayi sering tidak terdeteksi karena gejalanya mirip dengan penyakit umum.
Komplikasi yang ditimbulkan sepsis pada bayi dan anak cukup berbahaya, mulai dari keracunan darah, gangguan sirkulasi darah, pelebaran pembuluh darah, hipotermia, penurunan tekanan darah, hingga berujung kematian.
Oleh karena itu, orang tua perlu lebih waspada terutama jika anak mulai mengalami demam yang disertai batuk dan pilek karena merupakan tanda awal terjadinya sepsis.
Gejala Sepsis
Berikut gejala-gejala sepsis pada bayi dan anak yang perlu diketahui orang tua agar lebih sigap memperhatikan kesehatan anak:
- Kurang nafsu makan, muntah, dan bayi sulit minum ASI.
- Perubahan warna kulit seperti memucat atau membiru.
- Demam > 38,5 derajat C atau hipotermia < 36 derajat C.
- Timbul ruam kemerahan.
- Tubuh terasa lemah, lesu, dan kurang aktif.
- Kesulitan bernapas dan sleep apnea (henti napas).
- Perubahan detak jantung menjadi lebih lambat atau cepat dari biasanya.
Penyebab terjadinya sepsis pada bayi dan anak dipicu oleh sejumlah faktor. Untuk bayi, sepsis biasanya timbul karena adanya infeksi pada ibu dan proses persalinan yang tidak steril yang mengakibatkan bayi mengalami infeksi saat dilahirkan.
Selain itu, faktor lingkungan yang kurang bersih juga bisa menjadi salah satu penyebab sepsis pada bayi dan anak. Maka dari itu, kebersihan bayi selama pada masa perawatan khususnya bayi baru lahir, sangat perlu diperhatikan untuk menghindari risiko terjangkitnya sepsis.
Pencegahan Sepsis
Kunci pencegahan sepsis secara efektif adalah menerapkan perilaku hidup bersih bagi anak, antara lain:
- Menjaga kebersihan tangan dengan rutin mencuci tangan secara benar dan baik.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Nutrisi yang baik juga membantu tubuh dalam melawan komplikasi sepsis.
- Memastikan kebersihan dan kematangan makanan, serta air minum. Hindari minum langsung air putih dari keran air.
Selain tiga langkah di atas, untuk pencegahan sepsis pada bayi dan anak, jangan lupa untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan anak dengan rutin melakukan desinfeksi terhadap ruangan maupun barang yang sering dipakai secara reguler. Pastikan juga untuk memberitahu dan mengajarkan anak mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) demi tumbuh kembang anak sehat bebas sepsis.
Bila Anda menemukan salah satu atau beberapa gejala sepsis pada bayi dan anak Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Siloam Hospital terdekat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan medis secara tepat.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan secara mudah dan cepat. Segera miliki aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini







