Kesehatan Tubuh
Gagal Jantung: Kenali Ciri, Penyebab, dan Pengobatannya

Table of Contents
Gagal jantung adalah kondisi ketika jantung menjadi terlalu lemah untuk berfungsi dengan baik. Ciri-ciri gagal jantung yang paling umum dapat berupa sesak napas saat beristirahat maupun beraktivitas hingga kelelahan berlebihan.
Meski terdengar menakutkan, gagal jantung bukan berarti jantung berhenti bekerja sepenuhnya. Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, banyak pasien tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik. Mari simak penjelasannya melalui artikel berikut.
Apa Itu Gagal Jantung?
Gagal jantung adalah kondisi ketidakmampuan jantung dalam memenuhi suplai darah ke bagian tubuh lainnya akibat gangguan struktur maupun fungsi jantung. Akibatnya, fungsi beberapa organ tubuh menjadi tidak maksimal atau bahkan terhenti.
Gagal jantung berbeda dengan serangan jantung. Gagal jantung adalah penurunan fungsi jantung yang terjadi secara progresif. Sementara itu, serangan jantung terjadi secara tiba-tiba akibat sumbatan pada pembuluh darah koroner. Tanpa penanganan yang tepat, serangan jantung dapat memicu gagal jantung di kemudian hari.
Menurut World Health Organization (2025), penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia. Oleh karena itu, apabila fungsi jantung terganggu, penting bagi pasien untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesegera mungkin.
Ciri-Ciri dan Gejala Gagal Jantung
Gagal jantung merupakan kumpulan gejala yang kompleks ketika seseorang memiliki gejala khas gagal jantung, tanda khas gagal jantung, dan adanya bukti objektif dari gangguan struktur atau fungsi jantung saat istirahat. Berikut gejala dan ciri-ciri gagal jantung berdasarkan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tata Laksana Gagal Jantung:
-
Gejala khas gagal jantung: Sesak napas saat istirahat atau aktivitas, kelelahan, dan edema tungkai.
-
Tanda khas gagal jantung: Takikardia, takipnea, ronki paru, efusi pleura, peningkatan tekanan vena jugularis, edema perifer, hepatomegali.
Tanda objektif gangguan struktur atau fungsional jantung saat istirahat: Kardiomegali, suara jantung tiga, murmur jantung, abnormalitas dalam gambaran ekokardiografi, dan kenaikan konsentrasi peptide natriuretik.

Faktor Risiko dan Penyebab Gagal Jantung
Terdapat beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab gagal jantung, baik karena penyakit dasar pada jantung maupun di luar jantung. Beberapa risiko dan penyebab gagal jantung adalah:
-
Gangguan ritme jantung.
-
Gangguan otot jantung atau kardiomiopati.
-
Infeksi pada jantung atau miokarditis.
-
Katup jantung yang mengalami kerusakan.
-
Kekurangan sel darah merah atau anemia.
-
Memiliki kondisi kesehatan seperti hipertensi, diabetes, ataupun penyakit tiroid.
Meski penyakit gagal jantung bisa menimpa siapa saja, dalam banyak kasus, penyakit ini banyak didapati pada mereka yang berusia lebih dari 40 tahun. Selain itu, wanita memiliki prevalensi yang lebih tinggi untuk mengalami kondisi ini dibandingkan pria di usia lanjut.
Risiko gagal jantung juga tinggi pada kelompok orang yang menderita tekanan darah tinggi, sedang menjalani pengobatan tertentu, obesitas atau berat badan berlebih, dan memiliki pola hidup tidak sehat, seperti jarang berolahraga, merokok, serta sering mengonsumsi junk food.
Diagnosis Gagal Jantung
Dalam proses diagnosis gagal jantung, dokter akan memulai dengan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui keluhan dan riwayat medis pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pasien. Berikut penjelasannya:
-
Dokter menggunakan stetoskop untuk mengetahui apakah ada suara jantung yang terdengar abnormal (murmur jantung) atau tidak. Dokter juga akan mendengarkan suara paru-paru untuk mencari kemungkinan penumpukan cairan di dalamnya.
-
Dokter memeriksa beberapa bagian tubuh, seperti kaki, perut, lengan dan pembuluh darah di leher. Hal ini dilakukan untuk mengetahui adanya pembengkakan di bagian tubuh tersebut.
Untuk memastikan kondisi pasien, dokter dapat meminta pasien untuk melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:
-
Pemeriksaan darah, untuk mengukur darah lengkap, kadar NT-proBNP, dan mengevaluasi faktor risiko seperti diabetes, kadar kolesterol dalam darah yang tinggi, dan lain-lain.
-
Elektrokardiogram (EKG), untuk mengevaluasi aktivitas listrik jantung.
-
Ekokardiografi, untuk menilai kemampuan pompa jantung, mendeteksi kelainan struktural, dan menentukan fraksi ejeksi.
-
Tes pencitraan seperti angiogram koroner, CT scan jantung, MRI jantung, serta pemeriksaan lain yang dibutuhkan.
-
Kateterisasi jantung, jika dokter mencurigai adanya penyebab lain yang mendasari gagal jantung.
Pengobatan Gagal Jantung
Pengobatan gagal jantung bertujuan untuk:
-
Mengurangi gejala.
-
Memperlambat perkembangan penyakit.
-
Meningkatkan kualitas hidup pasien.
-
Menurunkan risiko komplikasi serius.
Dokter akan menentukan terapi sesuai kondisi dan tingkat keparahan pasien. Penanganan dapat berupa perubahan gaya hidup, pemberian obat-obatan, hingga tindakan medis tertentu. Dalam beberapa kondisi, dokter dapat melakukan tindakan seperti:
-
Pemasangan implantable cardioverter-defibrillator (ICD).
Cara Mencegah Gagal Jantung
Seseorang dengan faktor risiko gagal jantung, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, dan lainnya, dianjurkan untuk mulai menerapkan langkah pencegahan berikut sejak dini:
-
Lebih aktif secara fisik dengan rutin berolahraga, minimal 30 menit per hari.
-
Membatasi asupan makanan yang mengandung gula, garam, dan lemak yang tinggi.
-
Terapkan pola makan seimbang yang tinggi serat.
-
Menjaga berat badan yang ideal.
-
Istirahat yang cukup dan penuhi kebutuhan cairan tubuh.
-
Mengelola stres dengan baik.
-
Berhenti merokok.
-
Melakukan pemeriksaan jantung secara berkala.
Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan pada artikel ini untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter. Penyebab dan gejala yang dijelaskan di atas pun tidak secara spesifik merepresentasikan gagal jantung. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya.
Segera periksakan diri ke Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat apabila Anda mengalami gejala yang mengarah pada gagal jantung, seperti sesak napas yang semakin memberat, mudah lelah, kaki bengkak, atau jantung berdebar.
Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah kerusakan organ yang lebih berat dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Karenanya, manfaatkan layanan Chest Pain Ready Hospital untuk penanganan gawat darurat jantung yang cepat dan tepat. Dengan layanan ini, pasien dapat menjalani pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) dalam waktu kurang dari 10 menit sejak tiba, ditangani oleh tim jantung multidisiplin yang siaga 24/7, serta didukung fasilitas cath lab dan perawat bersertifikasi. Hubungi emergensi 1-500-911 untuk selamatkan lebih banyak jantung.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Novi Yanti Sari, SpJP, FIHA, FAPSC, FHFA, FACC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Perawatan Intensif dan Kegawatan Kardiovaskular
Siloam Hospitals Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Dewasa Muda (20-40 Tahun)
Skrining Jantung
10 Service/Item
Rp1.600.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Lansia (Di Atas 65 Tahun)
Skrining Jantung
16 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Resiko Metabolik
Skrining Jantung
19 Service/Item
Rp2.200.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Aritmia
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp6.600.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Dewasa (41-64 Tahun)
Skrining Jantung
15 Service/Item
Rp1.700.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Olahraga
Skrining Jantung, Skrining Pelari
13 Service/Item
Rp2.000.000






