Kesehatan Tubuh
Kardiomiopati Bisa Berujung Gagal Jantung, Kenali Gejala dan Penyebabnya

Table of Contents
Kardiomiopati adalah kelainan otot jantung yang memengaruhi fungsi jantung dalam memompa darah. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja dari berbagai kalangan usia. Pada sebagian kasus, kardiomiopati berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas.
Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti gangguan irama jantung hingga gagal jantung. Agar dapat ditangani sedini mungkin, penting untuk mengenali penyebab dan gejala kardiomiopati berikut ini. Mari simak penyebab kardiomiopati dan gejala-gejalanya melalui ulasan berikut.
Apa Itu Kardiomiopati?
Kardiomiopati adalah kondisi kelainan otot yang mengubah struktur dan menurunkan fungsi jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh yang sering kali disebut sebagai jantung lemah. Lebih tepatnya, kardiomiopati adalah kondisi yang terjadi karena otot jantung mengalami perubahan struktur, baik menebal, kaku, atau berdilatasi sehingga kesulitan untuk memompa darah dengan baik. Pada beberapa kasus, kardiomiopati dapat menyebabkan gagal jantung.
Jenis-Jenis Kardiomiopati
Kardiomiopati dapat dibedakan menjadi empat jenis berdasarkan bagaimana penyakit ini memengaruhi otot jantung. Berikut penjelasannya.
1. Kardiomiopati Dilatasi (Dilated Cardiomyopathy)
Jenis kardiomiopati yang paling sering terjadi adalah dilated cardiomyopathy. Kelainan otot jantung tipe ini terjadi karena ventrikel (ruang bilik) kiri jantung melebar atau membesar sehingga dinding ototnya menjadi lebih tipis.
Dilated cardiomyopathy sering terjadi pada laki-laki dan merupakan tipe yang paling banyak ditemukan pada anak-anak. Meski begitu, dilated cardiomyopathy juga dapat ditemukan pada usia berapa pun dan dapat terjadi karena faktor keturunan maupun tidak.
2. Kardiomiopati Restriktif (Restrictive Cardiomyopathy)
Kardiomiopati restriktif merupakan kelainan otot jantung yang terjadi karena ventrikel mengalami kekakuan atau tidak elastis, namun umumnya tidak terjadi penebalan pada dinding ventrikel. Oleh karena itu, ventrikel menjadi kaku dan mengakibatkan jantung tidak mengembang dan tidak dapat menampung darah dengan baik. Restrictive cardiomyopathy merupakan tipe yang paling jarang ditemui.
3. Kardiomiopati Hipertrofi (Hypertrophic Cardiomyopathy)
Kardiomiopati hipertrofi terjadi karena penebalan dinding serta otot jantung yang tidak normal. Gejala kardiomiopati hipertrofi umumnya ditemui pada anak-anak atau remaja dan dapat menyebabkan kematian mendadak pada pasien dewasa atau atlet usia dewasa muda. Tipe kardiomiopati ini sering kali berasal dari keturunan. Penebalan dinding jantung tersebut akan mengakibatkan jantung kesulitan untuk memompa darah secara normal.
4. Arrhythmogenic Right Ventricular Dysplasia (ARVD)
Kelainan otot jantung satu ini lebih jarang terjadi dibandingkan dengan jenis lainnya. Arrhythmogenic right ventricular dysplasia atau ARVD terjadi karena adanya jaringan parut pada otot ventrikel kanan jantung. Tipe ini sering ditemukan pada pria. Kondisi ini diketahui bisa menyebabkan gangguan detak jantung atau aritmia.
Penyebab Kardiomiopati
Pada sebagian kasus, penyebab kardiomiopati tidak diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan faktor genetik atau penyakit tertentu yang memengaruhi otot jantung.
Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko kardiomiopati meliputi:
-
Hipertensi atau tekanan darah tinggi kronis.
-
Memiliki riwayat penyakit jantung, seperti arteri koroner, serangan jantung, dan lain-lain.
-
Mengonsumsi alkohol atau kokain dalam waktu yang lama.
-
Katup jantung bermasalah.
-
Sedang dalam masa pengobatan kanker, seperti kemoterapi.
-
Infeksi otot jantung.
Gejala Kardiomiopati
Gejala penyakit kardiomiopati cenderung beragam, tergantung dari tingkat keparahannya. Secara umum, beberapa gejala penyakit kardiomiopati adalah sebagai berikut:
-
Sesak napas, terutama saat sedang aktif bergerak.
-
Mudah lelah.
-
Nyeri pada bagian dada.
-
Pusing atau mudah pingsan.
-
Perut kembung karena adanya tumpukan cairan berlebih dalam tubuh.
-
Pembengkakan di telapak kaki, perut, dan urat pada leher.
Pengobatan Kardiomiopati
Pengobatan kardiomiopati bertujuan untuk mengurangi gejala, menjaga fungsi jantung, dan mencegah komplikasi. Penanganan akan disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahan penyakit.
Beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan meliputi:
-
Meresepkan obat untuk mengatasi gejala kardiomiopati, seperti obat antihipertensi, antiaritmia, diuretik, kortikosteroid, antikoagulan, dan lain sebagainya.
-
Operasi miektomi, yaitu prosedur pembedahan dengan membuang jaringan otot jantung abnormal. Biasanya operasi ini dilakukan pada penderita hypertrophic cardiomyopathy kronis.
-
Implan pacemaker atau alat pacu jantung untuk membantu mengalirkan aliran listrik ke jantung agar denyut jantung menjadi lebih teratur.
-
Transplantasi jantung akan dilakukan sebagai pilihan terakhir apabila cara pengobatan lainnya tidak berjalan efektif. Transplantasi jantung dilakukan dengan mengganti jantung pasien kardiomiopati dengan jantung pendonor yang sehat.
-
Perubahan diet dan aktivitas fisik.
Cara Mencegah Kardiomiopati
Tidak semua kasus kardiomiopati dapat dicegah, terutama yang disebabkan faktor keturunan. Namun, risiko terjadinya penyakit ini dapat dikurangi dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti:
-
Mengonsumsi makanan yang sesuai dengan 10 pesan gizi seimbang.
-
Istirahat dan tidur dengan cukup.
-
Rutin berolahraga.
-
Menghindari kebiasaan merokok.
-
Membatasi konsumsi minuman beralkohol.
-
Mengelola stres dengan baik.
-
Menjaga berat badan ideal.
Kardiomiopati adalah penyakit otot jantung yang dapat berkembang menjadi kondisi serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Karena gejalanya sering menyerupai penyakit jantung lain, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang sesuai.
Apabila Anda mengalami keluhan seperti sesak napas, nyeri dada, atau jantung berdebar yang tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat.
Siloam International Hospitals menyediakan layanan Chest Pain Ready Hospital untuk penanganan emergensi jantung yang cepat dan tepat. Setibanya di rumah sakit, pasien akan langsung menjalani pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) dalam waktu kurang dari 10 menit, ditangani oleh tim jantung multidisiplin yang siaga 24/7, serta didukung fasilitas cath lab dan perawat bersertifikasi. Manfaatkan Chest Pain Ready Hospital di Siloam dan hubungi 1-500-911 untuk selamatkan lebih banyak jantung.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Dewasa Muda (20-40 Tahun)
Skrining Jantung
10 Service/Item
Rp1.600.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Lansia (Di Atas 65 Tahun)
Skrining Jantung
16 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Resiko Metabolik
Skrining Jantung
19 Service/Item
Rp2.200.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Aritmia
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp6.600.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Dewasa (41-64 Tahun)
Skrining Jantung
15 Service/Item
Rp1.700.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Olahraga
Skrining Jantung, Skrining Pelari
13 Service/Item
Rp2.000.000







