Kesehatan Tubuh
Kardiomiopati Restriktif - Penyebab, Gejala, & Pengobatan

Table of Contents
Kardiomiopati restriktif adalah suatu kondisi ketika otot-otot bilik jantung bagian bawah (ventrikel) mengalami kekakuan sehingga tidak bisa terisi darah dari jantung bagian atas (atrium). Kondisi ini dapat menyebabkan darah kembali ke atrium, bahkan ke paru-paru.
Hal ini tentunya dapat memicu penumpukan cairan dan sejumlah masalah lainnya, seperti gagal jantung. Sebenarnya, apa penyebab kardiomiopati restriktif? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Kardiomiopati Restriktif?
Sumber: Cincinnati Children's Hospital
Seperti yang sudah dijelaskan, restrictive cardiomyopathy (RCM) atau kardiomiopati restriktif adalah kondisi ketika jaringan otot di ruang bawah jantung (ventrikel) menjadi kaku akibat jaringan normal jantung digantikan oleh jaringan abnormal seperti jaringan parut (scar tissue). Kondisi ini mengganggu kemampuan ventrikel untuk berkontraksi dan berelaksasi normal.
Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, ventrikel yang kaku membuat atrium membesar dan aliran darah pada jantung akan menurun. Selain itu, ketika bilik kiri bawah jantung (ventrikel kiri) tidak dapat meregang dan terisi penuh dengan darah, tekanan di jantung akan menumpuk, yang menyebabkan irama jantung tidak normal (aritmia), bahkan memicu gagal jantung.
Sebagai informasi, jantung memiliki empat ruang yang terbuat dari otot yang berkontraksi untuk memompa darah, yaitu dua ruang atas yang disebut atrium dan dua ruang bawah yang dikenal sebagai ventrikel. Pada kondisi RCM, ventrikel menjadi kaku dan tidak mampu terisi darah dengan penuh, sehingga memengaruhi aliran darah dalam jantung.
Penyebab Kardiomiopati Restriktif
Kardiomiopati restriktif adalah kondisi yang dapat diturunkan. Sekitar 25–30% kasusnya disebabkan oleh faktor genetik yang diturunkan dalam satu keluarga, seperti orang tua kandung, saudara kandung, atau bahkan paman, bibi, dan sepupu yang didiagnosis RCM.
Selain faktor genetik, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh gangguan kesehatan lain yang bisa memicu penumpukan zat dalam otot jantung, sehingga membuat otot jantung menjadi kaku dan tidak mampu berelaksasi secara normal. Beberapa kondisi tersebut, di antaranya:
-
Penumpukan protein abnormal di tubuh (amiloidosis).
-
Kelebihan zat besi di dalam tubuh (hemokromatosis) sehingga bersifat toksik pada organ-organ tubuh, salah satunya jantung.
-
Penyakit yang diwariskan, seperti penyakit Fabry.
-
Efek samping perawatan kanker, termasuk kemoterapi dan radioterapi.
Gejala Kardiomiopati Restriktif
Pada tahap awal, kardiomiopati restriktif mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, seiring dengan berjalannya waktu atau memburuknya kondisi, penderita dapat mengalami gagal jantung. Kondisi tersebut dapat menimbulkan gejala berupa:
.
-
Mudah lelah.
-
Nafsu makan menurun.
-
Jantung berdebar-debar.
-
Sesak napas, terutama malam hari, saat tiduran, atau beraktivitas.
-
Batuk.
-
Nyeri dada, biasanya terjadi saat berolahraga atau beristirahat.
-
Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, dan perut.
Diagnosis Kardiomiopati Restriktif
Proses penegakan diagnosis kardiomiopati restriktif dimulai dengan tanya jawab medis (anamnesis) dari dokter. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk mendengarkan detak jantung dan mengukur tekanan darah. Guna mengonfirmasi diagnosis, dokter akan meminta pasien menjalani pemeriksaan tambahan. Pemeriksaan tersebut di antaranya:
-
Ekokardiogram (pemeriksaan utama untuk mendiagnosis RCM).
-
Elektrokardiogram.
-
Tes darah atau urine.
-
CT scan jantung.
-
MRI jantung.
-
PET scan jantung.
-
Biopsi mikoard.
-
Pengujian genetik.
Komplikasi Kardiomiopati restriktif
Kardiomiopati restriktif dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang serius jika tidak ditangani dengan tepat. Beberapa komplikasi yang bisa ditimbulkan akibat kardiomiopati restriktif adalah sebagai berikut:
Pengobatan Kardiomiopati Restriktif
Tujuan utama pengobatan kardiomiopati adalah meminimalkan atau mencegah gejala, serta mengurangi risiko irama jantung yang tidak normal dan menunda perkembangan penyakit. Apabila tidak memiliki gejala tertentu, pasien biasanya cukup disarankan untuk memeriksakan diri secara berkala ke dokter spesialis jantung.
Sementara itu, pada pasien yang memerlukan perawatan, beberapa pilihannya adalah sebagai berikut:
-
Pemberian kortikosteroid (bagi penderita sarkoidosis).
-
Pemberian obat diuretik.
-
Pemberian obat pengencer darah.
-
Pemberian obat antiaritmia, beta blockers, atau calcium channel blockers untuk mengatasi irama jantung yang tidak normal.
-
Terapi flebotomi (pembuangan darah untuk penderita hemokromatosis).
-
Pengobatan untuk amiloidosis.
-
Operasi transplantasi jantung.
-
Perawatan paliatif.
Pencegahan Kardiomiopati Restriktif
Kondisi ini dapat menyebabkan jantung bekerja lebih untuk memompa darah. Meski kardiomiopati restriktif tidak bisa dicegah sepenuhnya, penderita dapat melakukan beberapa cara guna mencegah jantung bekerja secara berlebihan, di antaranya mengontrol tekanan darah, menjaga berat badan sehat, dan mengurangi atau mengelola stres.
Perlu dipahami bahwa tanda dan gejala terkait kardiomiopati restriktif di atas tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama yang mewakili kondisi tersebut. Bukan tidak mungkin, beberapa gejala yang disebutkan di atas juga terjadi pada kondisi medis lain, sehingga penting untuk melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang tepat.
Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Siloam Hospitals menyediakan Paket Skrining Jantung yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.
Sumber
Cincinnati Childrens. Restrictive Cardiomyopathy. Diakses pada 2024 | American Heart Association. Restrictive Cardiomyopathy. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Restrictive Cardiomyopathy. Diakses pada 2024 | PennMedicine. Restrictive Cardiomyopathy. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini






