Mengenal Steroid, Manfaat, Dosis yang Tepat dan Efek Samping
Kesehatan Tubuh

Mengenal Steroid, Manfaat, Dosis yang Tepat dan Efek Samping

15 Oktober 2025 5 menit waktu baca
Steroid adalah

Pada dasarnya, steroid adalah jenis hormon yang diproduksi secara alami oleh tubuh manusia, namun bisa juga ditemukan dalam hewan atau disintesis di laboratorium. Obat golongan steroid biasanya digunakan untuk kondisi darurat yang mengancam nyawa, seperti syok anafilaktik.

 

Penggunaan obat steroid tidak bisa sembarangan dan dosisnya harus sesuai dengan resep dokter. Jika tidak dikonsumsi sesuai dengan anjuran dokter, obat ini bisa menimbulkan sejumlah dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

 

Mari simak penjelasan lebih lanjut tentang manfaat, dosis, serta efek samping obat steroid melalui artikel di bawah ini.

 

Apa itu Steroid?

 

Obat steroid adalah golongan obat yang dikenal ampuh dalam mengatasi peradangan, sehingga disebut juga dengan obat antiradang (umumnya jenis kortikosteroid). Adapun sejumlah kondisi peradangan tubuh yang biasanya diobati dengan obat steroid adalah rematik atau peradangan pada sendi, radang usus, asma, radang ginjal, radang mata, dan lain-lain.

 

Di samping itu, steroid juga sering digunakan untuk mengatasi penyakit yang berkaitan dengan gangguan sistem imun tubuh, seperti alergi dan lupus. Sifatnya yang bisa menekan reaksi berlebihan dari sistem imun tubuh juga dapat dimanfaatkan untuk menunjang pemulihan pasien yang baru menjalani operasi transplantasi organ.

 

Jenis-Jenis Steroid

 

Steroid atau obat golongan kortikosteroid dapat diberikan dalam beberapa bentuk, mulai dari tablet, suntikan, hingga inhaler dan semprotan. Pemberian jenis steroid akan disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

 

1. Tablet

 

Tablet steroid atau kortikosteroid adalah bentuk obat steroid yang dinilai paling efektif karena dapat memengaruhi seluruh tubuh. Namun, obat ini tidak disarankan untuk diberikan kepada pasien dengan kondisi infeksi yang sudah meluas, karena dapat menyebabkan kondisinya semakin parah.

 

Pemberian obat ini juga perlu dilakukan secara hati-hati pada orang dengan masalah kesehatan tertentu, seperti pengidap gangguan mental, masalah pada fungsi hati, serta sejumlah penyakit lainnya, termasuk serangan jantung, diabetes, osteoporosis, psikosis, dan hipertensi.

 

2. Suntikan

 

Selain dalam bentuk tablet, obat steroid juga bisa diberikan dalam bentuk suntikan kortikosteroid. Namun, sebaiknya suntikan ini dihindari oleh orang yang mengidap gangguan pada proses pembekuan darah (hemofilia) atau infeksi, kecuali atas anjuran dokter.

 

3. Inhaler dan Semprotan

 

Steroid juga tersedia dalam bentuk inhaler dan semprotan. Namun, penggunaan dalam bentuk inhaler dan semprotan harus dilakukan secara hati-hati oleh penderita infeksi, seperti penyakit TB (tuberkulosis).

 

Biasanya, dokter yang meresepkan obat steroid akan memberikan kartu steroid. Kartu tersebut digunakan sebagai bukti bahwa pemiliknya diberikan resep steroid secara legal oleh dokter. Dalam kartu tersebut juga dilengkapi dengan rincian obat beserta dosisnya.

 

4. Salep 

 

Kortikosteroid dalam sediaan salep biasanya digunakan untuk mengatasi beragam masalah medis yang terkait dengan kulit. Contohnya seperti eksim, reaksi alergi di kulit, psoriasis, dan lain sebagainya.

 

Manfaat Steroid

 

Pada umumnya, dokter memberikan resep obat steroid sesuai dengan kebutuhan dan kondisi medis pasien, sehingga pasien bisa mendapatkan manfaatnya secara optimal tanpa adanya efek samping. Adapun beberapa manfaat steroid adalah sebagai berikut:

 

1. Mengatasi Reaksi Alergi Kulit

 

Obat golongan steroid dalam bentuk topikal atau salep dapat membantu meredakan pembengkakan, kemerahan, dan gatal-gatal pada kulit yang mungkin timbul akibat penyakit kulit tertentu, salah satunya seperti psoriasis.

 

2. Mengatasi Asma

 

Steroid adalah salah satu obat penunjang perawatan asma karena dapat meredakan peradangan di saluran napas yang bisa memicu gejala-gejala asma, seperti sesak napas dan batuk. Terdapat dua jenis obat steroid yang direkomendasikan untuk pasien asma, yaitu obat hirup dan tablet.

 

3. Mengatasi Radang Rematik

 

Steroid adalah obat yang dapat diberikan kepada penderita rematik yang gejalanya sudah parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Dalam kondisi ini, dokter dapat memberikan jenis steroid oral (tablet) atau suntikan.

 

4. Mengurangi Lemak

 

Obat golongan kortikosteroid juga diketahui dapat membantu mengurangi lemak dalam tubuh. Hal ini dikarenakan kortikosteroid memiliki kemampuan dalam mengoksidasi lemak (oksidasi lipid).

 

5. Meningkatkan Ukuran Otot

 

Salah satu manfaat steroid yang paling terkenal yaitu meningkatkan massa otot. Steroid adalah produk turunan dari hormon testosteron yang berperan penting dalam pertumbuhan otot. Pada beberapa kasus, steroid dapat membantu meningkatkan massa otot meski tanpa olahraga.

 

6. Perawatan Kanker

 

Steroid juga memiliki kemampuan dalam mengendalikan pertumbuhan hingga membunuh sel kanker, serta memperkecil ukuran tumor, sehingga kerap digunakan sebagai salah satu perawatan kanker bersamaan dengan kemoterapi.

 

7. Mengatasi Berbagai Penyakit

 

Adapun beberapa penyakit lain yang dapat diatasi dengan steroid adalah sebagai berikut:

 

  • Peradangan pada ginjal.

  • Urtikaria. 

  • Anemia hemolitik autoimun.

  • Bell’s palsy.

  • Mata merah akibat peradangan pada konjungtiva (konjungtivitis).

  • Radang usus.

  • Cedera kepala dan perdarahan otak.

 

Aturan Minum dan Dosis Steroid

 

Sebenarnya, dosis steroid berbeda-beda pada setiap pasien, tergantung dari kondisi medis pasien. Dalam hal ini, pasien perlu mengikuti perintah dari dokter serta petunjuk yang tertera dalam kemasan obat.

 

Perlu diingat bahwa steroid adalah obat keras yang sebaiknya tidak dikonsumsi tanpa resep dari dokter. Pasalnya, obat ini dapat menekan sistem imun tubuh (imunosupresan). Jika dikonsumsi oleh orang tanpa gangguan imun atau tanpa kondisi medis tertentu, maka sistem imun orang tersebut akan menurun, sehingga ia lebih mudah terkena infeksi.

 

Efek Samping Steroid

 

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, penggunaan steroid harus berada di bawah pengawasan dokter. Jika dikonsumsi sembarangan, obat golongan kortikosteroid ini dapat menimbulkan sejumlah efek samping, antara lain:

 

  • Perubahan pada kulit, seperti munculnya jerawat atau stretch mark (selulit).

  • Gangguan sistem pencernaan.

  • Glaukoma.

  • Kenaikan berat badan disertai gejala sindrom Cushing (gangguan yang terjadi dalam tubuh akibat tingginya kadar hormon kortisol).

  • Meningkatnya risiko osteoporosis.

 

Itulah penjelasan mengenai obat steroid, mulai dari manfaat, dosis, hingga efek samping yang perlu diperhatikan. Jika mengalami kondisi medis dan membutuhkan jenis obat steroid, sebaiknya langsung konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter berpengalaman di Siloam Hospitals terdekat.

 

Anda dapat memanfaatkan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.


Gunakan juga fitur dalam aplikasi MySiloam untuk melakukan Self Check In agar memudahkan Anda check in dan mengantre secara online. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail