Apa itu Bell's Palsy? Ini Gejala, Penyebab, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Apa itu Bell's Palsy? Ini Gejala, Penyebab, & Pengobatannya

28 Oktober 2024 3 menit waktu baca
bell's palsy adalah

Bell’s palsy adalah kelumpuhan pada saraf wajah yang membuat penderitanya sulit menggerakan bagian-bagian wajahnya, seperti sulit mengerutkan dahi. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai stroke, padahal keduanya merupakan kondisi medis yang berbeda. Lantas, apakah bell’s palsy berbahaya? Mari simak pembahasan seputar bell’s palsy di sini.

 

Apa itu Bell’s Palsy?

 

Bell’s palsy adalah kondisi lumpuhnya saraf wajah (saraf ketujuh atau saraf fasialis) akibat peradangan dan pembengkakan saraf yang mengontrol otot pada salah satu sisi wajah. Biasanya kondisi tersebut membuat perubahan bentuk pada salah satu sisi wajah atau terlihat perot. Hal ini tentunya cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat berkumur maupun minum. 

 

Sering kali penderitanya juga mengalami keluhan seperti mata kering dan merah karena bell’s palsy membuat pelumasan mata tidak optimal. Jika gejala yang dialami masih ringan, biasanya bell’s palsy tidak berbahaya dan dapat disembuhkan secara sempurna. Namun, jika gejalanya berat dan terlambat ditangani tentu dapat berakibat pada kelemahan wajah permanen.

 

Gejala Bell’s Palsy

 

Penting bagi Anda untuk mengetahui gejala bell’s palsy agar dapat ditangani secara cepat dan tepat. Beberapa gejala bell’s palsy adalah sebagai berikut:

 

  • Salah satu sisi wajah melemah dari dahi hingga dagu. 

  • Terjadinya perot pada wajah, sulit tersenyum, sulit mengangkat alis, dan sulit menutup mata. 

  • Pendengaran menjadi lebih sensitif (pendengaran pada telinga di sisi wajah yang lumpuh terasa lebih keras).

  • Lidah terasa kebal atau kurangnya kemampuan mengecap rasa.

 

Faktor Risiko Bell’s Palsy

 

Bell’s palsy lebih rentan terjadi pada kelompok orang dengan faktor risiko tertentu. Jika Anda termasuk dalam kelompok dengan faktor risiko tersebut, penting untuk lebih waspada karena kemungkinan terkena penyakit ini lebih tinggi. Beberapa faktor risiko bell’s palsy adalah sebagai berikut:

 

  • Penderita diabetes

  • Penderita infeksi saluran pernapasan, seperti influenza atau flu

  • Ibu hamil, terutama saat trimester akhir atau minggu pertama setelah melahirkan. 

 

Penyebab Bell’s Palsy

 

Walaupun sepintas gejalanya mirip stroke, bell’s palsy bukanlah stroke. Hal ini dikarenakan biasanya penyebab bell’s palsy adalah infeksi virus (herpes, gondok, influenza, dan sejenisnya) serta paparan terhadap udara dingin. Sementara itu, penyebab stroke berhubungan dengan gangguan saraf akibat sumbatan pembuluh darah otak.

 

Bell’s palsy adalah suatu kondisi yang tidak menyebabkan kelumpuhan atau kelemahan pada tangan maupun kaki. Namun, penderita memiliki kesulitan dalam mengerutkan dahi, mengangkat alis, dan membuka-tutup mata secara normal. 

 

Berbeda dengan mayoritas penderita stroke yang masih dapat melakukan tiga hal tersebut. Oleh karenanya, untuk memastikannya, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala-gejala di atas.

 

Pengobatan Bell’s Palsy

 

Jika terkena bell’s palsy, dokter akan menyarankan kombinasi pengobatan tertentu seperti rencana fisioterapi dan konsumsi obat-obatan. Umumnya, pasien baru bisa sembuh dalam hitungan minggu atau bulan tergantung tingkat keparahan kelemahan wajah yang dialami. 

 

Itulah informasi terkait bell’s palsy yang perlu diketahui. Tetap praktikkan gaya hidup sehat dengan rajin mengonsumsi makanan tinggi serat, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mencegah kemungkinan terjadinya bell’s palsy.

 

Penting untuk diingat bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi bell’s palsy. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

Dokter Kami
dr-lothar-matheus-mvs-spn-

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lothar Matheus Manson Vanende Silalahi, M.Sc, SpN, FINA

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail