Mata Kering - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Mata Kering - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

15 Oktober 2025 5 menit waktu baca
mengenal mata kering (gejala, penyebab, pengobatan)

Mata kering adalah kondisi ketika mata tidak mengandung air mata yang cukup untuk melumasi lapisan mata. Kondisi ini dikenal dengan istilah keratoconjunctivitis sicca. Mata kering dapat membuat penderitanya mengeluhkan rasa tidak nyaman di sekitar mata, seperti gatal, nyeri, atau bahkan penglihatan kabur. Mari simak informasi selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Mata Kering?

 

Keratoconjunctivitis sicca, dry eye syndrome, atau sindrom mata kering adalah kondisi ketika air mata tidak dapat melumasi lapisan mata dengan baik. Air mata sendiri merupakan cairan yang terdiri dari air, garam, lemak, protein, dan mucin (sejenis protein) untuk melumasi mata serta menjaga permukaan mata agar tetap halus.

 

Selain itu, air mata juga berfungsi untuk melindungi mata dari kontaminasi benda asing, seperti kuman penyebab infeksi, debu, dan kotoran lainnya. Dalam kondisi normal, air mata akan melumasi permukaan mata ketika berkedip. Namun, pada dry eye syndrome, terdapat gangguan produksi atau komposisi air mata yang membuat permukaan mata tidak terlumasi dengan baik.

 

Penyebab Mata Kering

 

Penyebab mata kering dibagi menjadi dua, yaitu penurunan produksi air mata dan peningkatan penguapan air mata. Berikut adalah masing-masing penjelasan terkait penyebab dry eye syndrome.

 

1. Penurunan Produksi Air Mata

 

Dry eye syndrome adalah kondisi yang kerap terjadi karena penurunan produksi air mata oleh kelenjar air mata. Sejumlah kondisi yang dapat menurunkan produksi air mata adalah:

 

 

2. Peningkatan Penguapan Air Mata

 

Jika tidak mengandung lemak yang cukup, air mata cenderung menguap sehingga membuat mata mudah kering. Secara umum, berikut adalah sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan air mata mudah menguap.

 

  • Defisiensi vitamin A.

  • Terpapar polusi udara atau udara kering.

  • Reaksi alergi pada mata.

  • Gangguan pada kelopak, seperti ektropion (kelopak mata berbalik ke luar) atau entropion (kelopak mata berbalik ke dalam).

  • Kebiasaan membaca atau menatap layar gadget dalam jangka waktu lama.

  • Menderita penyakit Parkinson sehingga membuat seseorang jarang berkedip.

 

Faktor Risiko Mata Kering

 

Selain itu, terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami sindrom mata kering, yaitu:

 

  • Berjenis kelamin wanita.

  • Mengalami perubahan hormon karena berbagai kondisi, seperti kehamilan, menopause, atau mengonsumsi pil KB.

  • Menggunakan lensa kontak dalam jangka waktu yang lama.

 

Gejala Mata Kering

 

Gejala yang termasuk ke dalam sindrom mata kering cenderung bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, tergantung dengan tingkat keparahannya. Secara umum, berikut adalah sejumlah gejala yang kerap dialami oleh penderita sindrom ini.

 

  • Sensasi panas, kering, dan sensasi benda asing.

  • Mata terasa nyeri.

  • Mata merah dan berair.

  • Kelopak mata berkedut.

  • Kelopak mata terasa berat.

  • Terasa sulit untuk membuka mata.

  • Sensasi tidak nyaman saat melihat cahaya terang.

  • Terdapat lendir di dalam atau di sekitar mata, terutama setelah bangun tidur.

  • Penglihatan kabur.

 

Komplikasi Mata Kering

 

Jika dibiarkan berlarut dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat, sindrom mata kering ini berisiko menimbulkan gangguan kesehatan lain yang dapat mengganggu aktivitas keseharian, seperti:

 

 

Diagnosis Mata Kering

 

Dalam menegakkan diagnosis dry eye syndrome, dokter dapat melakukan wawancara medis dengan pasien (anamnesis) untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Lalu, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik, terutama pada bagian wajah dan mata untuk melihat gejala yang muncul secara fisik.

 

Untuk mengonfirmasi diagnosis, dokter juga dapat melakukan sejumlah pemeriksaan lanjutan, seperti:

 

  • Tes pewarna epitel: Untuk memeriksa kerusakan pada kornea mata pasien.

  • Tes Schirmer: Untuk mengukur produksi air mata.

  • Tes osmolaritas air mata: Untuk memeriksa komposisi air dan zat lain yang ada di dalam air mata.

  • Tear break up time: Untuk memeriksa kondisi permukaan mata pasien dengan cara meneteskan senyawa khusus yang mengandung fluorescein.

  • Tes darah: Untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang menyebabkan sindrom mata kering.

 

Cara Mengatasi Mata Kering

 

Pengobatan mata kering utamanya bertujuan untuk meringankan gejala serta mengatasi penyebab yang mendasarinya. Adapun sejumlah metode yang dapat dilakukan untuk menangani sindrom mata kering adalah sebagai berikut.

 

  • Melakukan perawatan mandiri, seperti menghindari paparan polusi udara, rutin berkedip, membersihkan mata secara rutin, menghindari pemakaian riasan pada mata atau kontak lensa terlalu lama, hingga menggunakan air mata buatan.

  • Menggunakan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter, seperti tetes mata antibiotik, tetes mata yang mengandung kortikosteroid atau cyclosporine, atau tetes mata serum autologous.

  • Menggunakan lensa kontak khusus.

  • Menjalani terapi intensed-pulsed light therapy atau vectored thermal pulsation untuk membuka sumbatan pada kelenjar minyak mata yang menyebabkan mata kering.

  • Pada kasus yang tergolong parah, dokter dapat menyarankan pasien untuk menjalani tindakan pembedahan guna menyumbat saluran pembuangan air mata secara permanen.

 

Cara Mencegah Mata Kering

 

Secara umum, pencegahan mata kering dapat dilakukan dengan cara menghindari faktor risikonya. Adapun sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menghindari kondisi tersebut adalah:

 

  • Menghindari paparan polusi udara atau angin dari pendingin ruangan, kipas, dan pengering rambut.

  • Berkedip secara teratur saat sedang membaca atau menggunakan komputer dan smartphone.

  • Mengistirahatkan mata selama beberapa saat ketika menggunakan komputer atau smartphone.

  • Menggunakan kacamata hitam jika ingin beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung dan udara kering.

  • Tidak merokok.

  • Mencukupi waktu tidur, minimal 7–9 jam setiap malam.

  • Mencukupi asupan cairan tubuh dengan minum air putih sebanyak kurang lebih 2 liter setiap hari.

  • Menggunakan tetes air mata buatan secara rutin saat sedang menggunakan kontak lensa.

  • Mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A, seperti wortel, brokoli, telur, sayuran hijau, dan ikan makarel.

  • Berkonsultasi dengan dokter jika sedang mengonsumsi obat sistemik yang bisa menyebabkan sindrom mata kering.

 

Meski biasanya tidak menimbulkan gejala serius, mata kering adalah kondisi yang perlu ditangani dengan tepat agar tidak memicu terjadinya komplikasi. Karena itu, ada baiknya untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis oftalmologi jika Anda mengeluhkan gejala terkait dengan gangguan mata. 

 

Untuk memudahkan, Siloam Hospitals menghadirkan fitur Cari Dokter yang dilengkapi dengan informasi jadwal praktik dan pembuatan appointment dengan dokter secara online. Anda juga bisa memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk memesan paket kesehatan hingga konsultasi langsung dengan dokter secara virtual. Download MySiloam sekarang dan nikmati kemudahan akses layanan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-anastasia-vanny-launardo-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anastasia Vanny Launardo, M.Kes, SpM

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-boyke-kuhurima-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Boyke Kuhurima, SpM (K)

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-nursyamsi-spm-m-kes

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Nursyamsi, SpM, M.Kes

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail