Kesehatan Tubuh
Konjungtivitis - Gejala, Jenis, Penyebab dan Pengobatannya

Table of Contents
Konjungtivitis adalah peradangan konjungtiva yang menyebabkan mata merah hingga bengkak, kadang disertai rasa mengganjal dan berair. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu mata atau keduanya.
Konjungtiva sendiri merupakan salah satu bagian dari mata berbentuk lapisan tipis (membran transparan) yang berfungsi untuk melindungi bola mata dan mengandung pembuluh darah untuk memberi nutrisi pada kornea. Karena beberapa sebab, konjungtiva bisa mengalami gangguan, salah satunya adalah infeksi yang disebut dengan konjungtivitis.
Gejala Konjungtivitis
Konjungtivitis adalah kondisi yang tidak menyebabkan gangguan pada penglihatan. Namun, Anda akan mengalami rasa tidak nyaman, sensasi seperti ada benda asing, mata merah, dan berair.
Konjungtivitis bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan, asalkan daya tahan tubuh tinggi. Namun, bila kondisi tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri, maka diperlukan pemeriksaan dan pemberian obat konjungtivitis yang sesuai.
Berikut ini merupakan beberapa gejala konjungtivitis yang wajib Anda waspadai:
- Konjungtivitis alergi: mata merah dan gatal dengan sekret yang lengket.
- Konjungtivitis virus: mata merah dan bengkak dengan sekret serous (berair dan encer).
- Konjungtivitis bakterial: mata merah, bengkak, serta kotoran kuning kehijauan yang lengket dan banyak.
- Konjungtivitis sicca: mata kemerahan, gatal dan kering, yang biasanya disebabkan oleh kurangnya produksi air mata.
Jika Anda mengalami gejala tambahan seperti pusing, kehilangan indera penciuman dan perasa, badan pegal, nyeri dada, dan sesak napas, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan. Saat ini, konjungtivitis adalah salah satu kondisi yang termasuk ke dalam gejala infeksi COVID-19 Meski bersifat sementara, namun fokus utama Anda adalah mencegah penularan dan mempercepat proses pengobatannya.
Jenis dan Penyebab Konjungtivitis
Konjungtivitis adalah kondisi yang kompleks. Meski gejalanya hampir sama, namun penyebab konjungtivitis bisa beragam. Berikut beberapa jenis konjungtivitis adalah:
1. Konjungtivitis Non-infeksi
Jenis konjungtivitis non-infeksi merupakan gangguan konjungtiva akibat peradangan. Kondisi ini tidak menular dan umumnya bersifat ringan. Gejala konjungtivitis non-infeksi cenderung tidak berat, seperti menyebabkan mata merah serta terkadang terasa gatal dan berair. Konjungtivitis non-infeksi terbagi atas dua jenis, yakni:
a. Konjungtivitis Alergi
Konjungtivitis alergi umumnya terjadi pada mereka yang memiliki alergi musiman. Secara umum, kondisi ini tidak berbahaya. Namun, terdapat pula konjungtivitis alergi yang bisa menyebabkan pembengkakan jangka panjang atau biasa disebut dengan konjungtivitis vernal. Kondisi ini cukup umum terjadi, terutama mereka yang memiliki riwayat alergi kuat, seperti rinitis alergi, eksim, dan asma.
b. Konjungtivitis Papiler Raksasa
Jenis konjungtivitis papiler raksasa umumnya disebabkan oleh paparan benda asing yang mengenai mata, misalnya terlalu lama menggunakan lensa kontak. Gejalanya dimulai dengan kemunculan bintik-bintik kecil (papil atau folikel) di dalam kelopak mata bagian atas dan terus membesar. Jika Anda mengalaminya, segera hentikan penggunaan lensa kontak dan hubungi dokter jika dalam beberapa hari tidak membaik.
2. Konjungtivitis Infeksi
Konjungtivitis infeksi merupakan gangguan pada konjungtiva yang disebabkan oleh infeksi, baik karena bakteri, virus, maupun parasit. Konjungtivitis infeksi bisa menular dan berpotensi memicu komplikasi bila tidak diobati dengan adekuat. Konjungtivitis infeksi dibagi dalam 3 jenis sesuai dengan penyebab infeksinya, yakni:
a. Konjungtivitis Bakterial
Penyebab konjungtivitis bakterial adalah infeksi bakteri stafilokokus atau streptokokus. Umumnya, infeksi ini berasal dari sistem pernapasan atau kulit yang kemudian menyebar hingga mata.
Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan konjungtivitis bakterial, di antaranya:
- Gigitan serangga.
- Higienitas yang rendah.
- Menggunakan make up atau skin care yang terkontaminasi bakteri.
- Sering bertukar produk kosmetik atau penggunaan produk kosmetik Bersama.
- Penggunaan lensa kontak yang tidak steril (termasuk tangan saat mengenakan dan melepas lensa kontak) atau menggunakan lensa kontak bersama dengan orang lain yang terpapar konjungtivitis bakterial.
b. Ophthalmia Neonatorum
Ophthalmia neonatorum merupakan konjungtivitis pada bayi yang disebabkan oleh infeksi Chlamydia trachomatis atau Neiseria gonorrhoeae (penyakit seksual menular yang umumnya terjadi pada laki-laki, namun bisa menular pada wanita) yang dapat mengontaminasi mata bayi saat melewati jalan lahir.
c. Konjungtivitis Virus
Konjungtivitis virus merupakan peradangan pada konjungtiva yang disebabkan oleh adenovirus. Biasanya konjungtivitis ini bisa sembuh dalam waktu 1 minggu. Gejala umum ditandai dengan mata merah dengan kotoran mata berwarna bening.
Selain adenovirus, konjungtivitis virus bisa juga disebabkan oleh virus herpes yang menyerang mata. Biasanya serangan virus ini akan menimbulkan lenting atau bintik berisi cairan dengan ukuran yang cukup kecil, kurang dari 1 mm. Dalam kondisi daya tahan tubuh lemah, infeksi herpes ini bisa menyebabkan gangguan pernapasan, pembesaran kelenjar getah bening, dan demam.
3. Konjungtivitis Kimia
Sesuai dengan namanya, penyebab konjungtivitis kimia dikarenakan oleh paparan zat kimia berbahaya yang masuk ke dalam mata. Iritasi mata ini umumnya disebabkan oleh polusi udara atau bisa juga paparan zat kimia langsung ke mata, misalnya klorin di kolam renang. Jenis ini tidak terlalu berbahaya, tapi juga tidak bisa diabaikan, tergantung dari jenis bahan kimia yang masuk ke dalam mata.
Pengobatan Konjungtivitis
Terapi konjungtivitis harus disesuaikan dengan penyebab utamanya (terkadang tidak perlu diobati, hanya meredakan gejalanya saja). Selama pemeriksaan, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait aktivitas, kebiasaan sehari-hari riwayat kesehatan, dan lainnya.
Jika sudah ditemukan apa penyebab konjungtivitis yang dialami pasien, dokter akan langsung melakukan terapi atau pengobatan. Beberapa pengobatan konjungtivitis adalah:
1. Konjungtivitis Alergi
Konjungtivitis alergi diobati dengan cara pemberian obat tetes mata alergi dan tablet antihistamin untuk mengurangi peradangan.
2. Konjungtivitis Infeksi
Konjungtivitis infeksi diobati dengan obat tetes mata atau salep yang mengandung antibiotik. Untuk mengurangi bengkak pada mata, disarankan kompres dingin dengan kapas dan air es.
3. Konjungtivitis Virus
Pemberian obat tetes air mata buatan berguna untuk membantu meningkatkan kelembapan mata. Umumnya konjungtivitis akibat virus bisa sembuh sendiri.
4. Konjungtivitis Kimia
Konjungtivitis akibat paparan zat kimia bisa dilakukan dengan membilas mata dengan cairan sebanyak-banyaknya, obat tetes anti radang, dan terkadang diperlukan steroid oles apabila kondisi kornea intact.
Setelah memahami apa itu konjungtivitis secara menyeluruh, perlu diketahui juga bahwa konjungtivitis terkait infeksi virus corona pada dasarnya sama seperti konjungtivitis yang disebabkan oleh virus, yang dapat sembuh sendiri seiring dengan peningkatan sistem kekebalan tubuh dan keberhasilan Anda melawan COVID-19.
Konjungtivitis yang berkomplikasi merupakan masalah mata yang berkaitan dengan indera penglihatan. Sebaiknya, jangan mengobati konjungtivitis sendiri. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter-dokter Siloam Hospital terdekat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan medis secara tepat.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini






