Alami Lelah Pascastroke? Ini Penyebab dan Perawatannya
Kesehatan Tubuh

Alami Lelah Pascastroke? Ini Penyebab dan Perawatannya

08 April 2026 5 menit waktu baca
lelah pascastroke

Stroke sering kali meninggalkan dampak yang tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga dirasakan dalam bentuk kelelahan yang berkepanjangan. Banyak penyintas mengalami kondisi yang dikenal sebagai lelah pascastroke, yaitu rasa lelah yang muncul meskipun aktivitas yang dilakukan tidak terlalu berat.

 

Kondisi ini bisa memengaruhi kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari, proses pemulihan, hingga kualitas hidup secara keseluruhan. Oleh karena itu, pahami apa itu lelah pascastroke, penyebabnya, serta bagaimana cara mengelolanya dalam artikel berikut ini.

 

Apa Itu Lelah Pascatroke?

 

Kelelahan atau post-stroke fatigue (PSF) merupakan salah satu keluhan yang sering dialami pasien selama masa pemulihan pascastroke, baik stroke ringan, stroke berat, atau TIA (transient ischemic attack). Kondisi ini kerap digambarkan sebagai rasa lelah yang tidak proporsional terhadap aktivitas yang dilakukan, dapat muncul baik secara fisik maupun mental, dan sering kali tidak membaik meskipun sudah beristirahat.

 

PSF merupakan keluhan yang cukup umum, dengan angka kejadian yang diketahui terjadi pada 25–85% penyintas stroke. Kelelahan ini biasanya terjadi 3 bulan setelah stroke dan dapat berdampak negatif pada pemulihan pasien, salah satunya menghambat proses rehabilitasi.

 

PSF yang muncul selama proses rehabilitasi dapat membatasi aktivitas motorik dan menghambat pemulihan fungsi motorik pascastroke. Selain itu, penyintas stroke yang mengalami PSF memiliki kemungkinan sekitar 5,4 kali lebih kecil untuk mencapai tingkat fungsi yang lebih baik dibandingkan pasien tanpa kelelahan.

 

Penyebab Lelah Pascatroke

 

Kelelahan pascastroke dapat disebabkan oleh faktor yang berbeda-beda pada setiap orang. Hasil penelitian dalam Brain Sciences (2023) menunjukkan bahwa PSF merupakan komplikasi umum setelah stroke yang berhubungan dengan gangguan mood, gangguan tidur, dan faktor neurologi serta kondisi klinis lainnya. Secara umum, penyebab lelah pascastroke adalah sebagai berikut:

 

  • Perubahan cara kerja otak setelah stroke, kerusakan pada area tertentu dapat mengganggu pengaturan energi, konsentrasi, dan kontrol aktivitas, sehingga tubuh terasa lebih cepat lelah.

  • Ketidakseimbangan antara aktivitas dan energi tubuh, aktivitas ringan sehari-hari bisa terasa jauh lebih berat karena tubuh membutuhkan usaha lebih besar dibanding sebelum stroke.

  • Kelemahan otot setelah stroke, berkurangnya aktivitas dan imobilisasi dapat menyebabkan penurunan kekuatan otot dan daya tahan tubuh. Hal ini membuat aktivitas ringan sekalipun terasa lebih melelahkan.

  • Faktor emosional dan psikologis, kondisi seperti stres, kecemasan, atau depresi setelah stroke dapat memperberat rasa lelah.

  • Gangguan pola tidur setelah stroke, seperti insomnia dan sleep apnea.

  • Efek samping obat-obatan, seperti beta-blocker, antidepresan, dan obat epilepsi. Obat-obatan ini dapat menimbulkan efek samping berupa rasa lelah pada sebagian pasien.

 

Gejala Lelah Pascastroke

 

Kelelahan pascastroke tidak sama dengan rasa lelah biasa. Normalnya, lelah akan membaik setelah beristirahat. Namun, pada PSF, istirahat saja tidak cukup untuk membuat rasa lelah mereda. Meski gejalanya bisa berbeda-beda pada setiap orang, PSF umumnya terasa seperti:

 

  • Kekurangan energi atau tenaga sehingga aktivitas ringan terasa lebih melelahkan.

  • Rasa lelah yang menetap bahkan tanpa aktivitas berat.

  • Selalu merasa lelah secara fisik dan mental.

  • Sulit berpikir jernih (brain fog).

  • Mudah merasa kewalahan saat melakukan aktivitas sehari-hari.

 

Perawatan Lelah Pascastroke

 

Penanganan lelah pascastroke umumnya dilakukan melalui berbagai pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien. Beberapa metode dapat membantu mengurangi tingkat kelelahan sekaligus mendukung proses pemulihan dan rehabilitasi pascastroke, antara lain:

 

1. Aktivitas Fisik

 

Meski sering merasa lelah, bukan berarti pasien harus menghindari aktivitas fisik sepenuhnya. Justru, aktivitas fisik tetap dianjurkan, namun perlu dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan pasien. Aktivitas ini justru dapat membantu menjaga kekuatan tubuh tanpa membuat kelelahan semakin berat. Beberapa latihan yang direkomendasikan antara lain:

 

  • Aktivitas sederhana sehari-hari, seperti berjalan, bangun dari kursi lalu duduk kembali, atau memindahkan benda ringan, dilakukan secara rutin.

  • Latihan aerobik ringan, seperti bersepeda, berjalan santai, atau senam kardio dengan intensitas rendah.

  • Latihan kekuatan otot menggunakan beban ringan atau resistance band.

  • Kombinasi latihan aerobik dan kekuatan.

 

2. Cognitive Behavioral Therapy

 

Pendekatan cognitive behavioral therapy (CBT) merupakan salah satu bentuk terapi psikologis yang dapat membantu pasien memahami pola pikir serta respons terhadap gejala yang dialami. Melalui pendekatan ini, pasien dapat belajar mengelola respons tersebut secara lebih sehat, sehingga lebih mampu menghadapi aktivitas sehari-hari.

 

3. Terapi Tambahan

 

Selain melakukan aktivitas fisik dan menjalani CBT, beberapa terapi tambahan yang dapat diberikan pada pasien pascastroke adalah sebagai berikut:

 

1. Obat-obatan

 

Beberapa jenis obat yang mungkin diresepkan oleh dokter untuk membantu menangani kelelahan pascastroke adalah sebagai berikut:

 

  • Modafinil.

  • Monoaminergic stabilizer.

  • Suplemen vitamin D.

 

2. Terapi Fisik dan Musik

 

Terapi fisik atau fisioterapi dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan. Beberapa metode, seperti metode transcranial direct current stimulation (tDCS) yang tergolong stimulasi otak noninvasif, masih dalam tahap penelitian dan penggunaannya biasanya disesuaikan dengan kondisi pasien.

 

Selain itu, aktivitas sederhana seperti mendengarkan musik yang familiar juga diketahui dapat membantu meredakan rasa lelah. Pada beberapa orang, mengombinasikan terapi musik dengan gerakan ringan seperti senam atau tari dapat memberikan manfaat tambahan.

 

3. Latihan Pernapasan

 

Untuk mengurangi keluhan lelah pascastroke, penderita biasanya juga disarankan untuk 

melakukan latihan pernapasan. Metode terapi yang bisa dilakukan adalah latihan pernapasan dada dan perut serta latihan diafragma.

 

Kapan Harus ke Dokter?

 

Hingga saat ini, belum ada terapi tunggal yang terbukti efektif sebagai terapi utama untuk post-stroke fatigue. Jika kelelahan tidak kunjung membaik atau semakin mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

 

Dokter dapat menilai kemungkinan penyebab lain, seperti gangguan tidur, depresi, atau efek samping obat yang dapat memperburuk kelelahan pascastroke. Evaluasi medis juga membantu menentukan penanganan yang paling sesuai untuk mendukung proses pemulihan pasien.

 

Itulah penjelasan mengenai lelah pascastroke atau PSF (post-stroke fatigue) yang perlu dipahami. Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Tidak menutup kemungkinan apabila gejala-gejala yang disebutkan merujuk pada kondisi medis lainnya.

 

Jika Anda atau kerabat mengalami lelah pascastroke yang mengganggu aktivitas, sebaiknya konsultasikan dengan Dokter Spesialis Neurologi (Otak dan Saraf) di Siloam Hospitals terdekat. Melalui pemeriksaan yang menyeluruh, dokter dapat membantu mencari penyebab kelelahan serta menentukan penanganan yang sesuai agar proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Frontiers Sec. Neurorehabilitation. Post-stroke fatigue: a review of development, prevalence, predisposing factors, measurements, and treatments. Diakses pada 2026 | Neurorehabilitation and Neural Repair. Mechanisms of Post-Stroke Fatigue: A Follow-Up From the Third Stroke Recovery and Rehabilitation Roundtable. Diakses pada 2026 | Frontiers in Neurology. Post-stroke fatigue: a review of development, prevalence, predisposing factors, measurements, and treatments. Diakses pada 2026 | Belitung Nursing Journal. Post-stroke fatigue interventions for stroke survivors: A scoping review. Diakses pada 2026 | NHS Royal Berkshire. Fatigue after stroke. Diakses pada 2026 | Stroke Association. Post-stroke fatigue and tiredness. Diakses pada 2026 | Journal of Patient-Reported Outcomes. Post-stroke fatigue: an exploratory study with patients and health professionals to develop a patient-reported outcome measure. Diakses pada 2026 | Journal of Advanced Nursing. Predictors and short‐term outcomes of post‐stroke fatigue in initial phase of transition from hospital to home: A prospective observational study. Diakses pada 2026 | Brain Sciences. Personalized Biomarkers and Neuropsychological Status Can Predict Post-Stroke Fatigue. Diakses pada 2026 | BMJ Neurology Open. Poststroke fatigue in subacute and chronic stroke rehabilitation phase: prevalence, associated factors and impact on self-efficacy and functional ability. Diakses pada 2026 | Annual International Conference of IEEE Engineering in Medicine and Biology Society. Evaluation of Central Fatigue in Post-stroke Rehabilitation: A Pilot Study Yuchen. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail