Transcranial Direct Current Stimulation, Kenali Manfaatnya!
Kesehatan Tubuh

Transcranial Direct Current Stimulation, Kenali Manfaatnya!

06 Oktober 2025 4 menit waktu baca
transcranial Direct Current Stimulation

Transcranial direct current stimulation (tDCS) adalah teknik neuromodulasi noninvasif yang menggunakan arus listrik berintensitas rendah yang dialirkan melalui elektroda di permukaan kepala untuk memodulasi aktivitas otak. tDCS diyakini mampu memengaruhi konektivitas jaringan saraf dengan efek samping yang minim. Mari simak informasi lebih lanjut mengenai tDCS melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa Itu Transcranial Direct Current Stimulation (tDCS)?

 

Transcranial direct current stimulation (tDCS) adalah metode noninvasif (nonbedah) yang digunakan untuk menurunkan atau meningkatkan eksitabilitas neuron (lonjakan listrik saraf) pada area otak yang dialiri arus. Prosedur ini memiliki mekanisme dua arah dalam memodulasi aktivitas otak, yaitu arus anoda (kehilangan elektron) dan arus katoda (menerima elektron). 

 

Arus anoda merupakan arus yang menimbulkan stimulasi. Sementara itu, arus katoda berfungsi untuk menurunkan eksitabilitas (potensial aksi) saraf dengan cara memicu hiperpolarisasi dan depolarisasi pada membran saraf.

 

tDCS diyakini dapat menstimulasi area tertentu di otak dengan arus listrik lemah untuk meningkatkan fokus, daya ingat, suasana hati, bahkan kondisi seperti demensia. Secara umum, terapi ini diklaim dapat membantu:

 

  • Meningkatkan kejernihan berpikir, fokus, dan daya ingat.

  • Menambah energi dan motivasi.

  • Mengurangi “brain fog” setelah infeksi (seperti COVID-19), penyakit Lyme, atau kondisi lain.

  • Meredakan depresi atau kecemasan.

  • Mengurangi keinginan merokok atau menggunakan narkoba.

  • Memperbaiki gejala ADHD atau penyakit Alzheimer.

 

Bagaimana Transcranial Direct Current Stimulation Bekerja?

 

Prosedur transcranial direct current stimulation biasanya menggunakan penutup kepala atau ikat kepala untuk menempatkan elektroda di kulit kepala. Saat sumber daya dinyalakan, elektroda tersebut mengalirkan arus listrik lemah ke otak. Sesi terapi ini biasanya berlangsung 20–30 menit dan bisa diulang selama beberapa hari atau minggu.

 

Apakah Transcranial Direct Current Stimulation Benar-Benar Efektif?

 

Masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai potensi tDCS dapat membantu kondisi tertentu. Kendati demikian, hingga saat ini, tDCS dinilai bekerja efektif untuk orang-orang dengan kondisi sebagai berikut:

 

  • Depresi: tDCS dapat membantu mengurangi gejala depresi bahkan hingga remisi (tidak ada gejala).

  • Penyakit Alzheimer: Terapi tDCS dapat membantu meningkatkan daya ingat dan fungsi kognitif lain pada penderita Alzheimer ringan hingga sedang.

  • ADHD: Penelitian dalam JAMA Psychiatry (2022) menunjukkan bahwa orang dewasa dengan ADHD mengalami peningkatan atensi (perhatian) setelah menjalani tDCS berdurasi 30 menit setiap hari selama satu bulan.

 

Manfaat Transcranial Direct Current Stimulation

 

Pada dasarnya, aktivitas otak terjadi karena aktivitas listrik pada neuron (sel saraf). Adanya rangsangan listrik dari luar (seperti melalui tDCS) dapat mengubah pola aktivitas otak, baik sementara maupun permanen. tDCS dapat meningkatkan atau menurunkan keaktifan neuron pada bagian otak yang dialiri arus.

 

Efek dari tCDS tidak hanya saat alat digunakan, melainkan bisa bertahan hingga sekitar 2 jam setelahnya. Alat ini bisa memberikan pengaruh jangka panjang terhadap neuroplastisitas.  Durasi dan kuatnya efek tersebut tergantung dari berapa lama dan seberapa besar arus listrik diberikan. 

 

tDCS juga dapat membantu mengubah frekuensi tembakan neuron dan memiliki efek jangka panjang yang berhubungan dengan neuroplastisitas (kemampuan otak untuk beradaptasi dan berubah. 

 

Hal ini memungkinkan otak untuk membentuk koneksi saraf baru, memperkuat koneksi yang sudah ada, serta menciptakan jalur baru untuk memulihkan fungsi setelah cedera atau untuk mempelajari keterampilan dan kebiasaan baru. tDCS juga diyakini berpotensi untuk membantu menangani stroke, epilepsi, nyeri kronis, penyakit Alzheimer, depresi berat, dan kecanduan.

 

Risiko Efek Samping Transcranial Direct Current Stimulation

 

tDCS adalah prosedur yang aman digunakan. Namun, seperti halnya prosedur medis lain, terdapat beberapa efek samping yang perlu diwaspadai. Jurnal dalam Brain Disorder (2025) menyebutkan bahwa efek samping yang bisa muncul saat terapi tDCS meliputi:

 

  • Gatal.

  • Sensasi terbakar.

  • Sakit kepala.

  • Kesemutan.

  • Rasa kantuk.

  • Sulit berkonsentrasi.

  • Lelah ringan.

  • Kemerahan di kulit.

  • Pusing. 

 

Tindakan Pencegahan Saat Menggunakan Transcranial Direct Current Stimulation

 

Beberapa tindakan pencegahan efek samping yang bisa dilakukan sebelum menggunakan tDCS adalah sebagai berikut:

 

  • Pasien dipastikan tidak memiliki implan logam di kulit atau otak.

  • Pasien dipastikan tidak memiliki penyakit kulit.

  • Kulit pasien dibersihkan dengan halus menggunakan kapas atau kain khusus sebelum elektroda dipasang.

  • Hambatan listrik kulit diukur terlebih dahulu untuk memastikan sesuai dengan batas yang ditentukan oleh produsen tDCS.

  • Spons elektroda direndam dengan larutan garam agar hambatan kulit berkurang dan elektroda menempel dengan baik.

 

Perlu diketahui bahwa jadwal sesi terapi tidak boleh dilakukan terlalu dekat agar otak dan jaringan di permukaan kulit memiliki waktu yang cukup untuk pulih dari efek yang tidak diinginkan.

 

Itulah penjelasan mengenai tCDS yang penting untuk dipahami. Namun, perlu diketahui bahwa prosedur ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya. Dokter tentu akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini. Apabila ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai prosedur ini, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.


Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

News Medical. Transcranial Direct Current Stimulation Risks. Diakses pada 2025 | Clinical Neurophysiology Practice. Adverse events of tDCS and tACS: A review. Diakses pada 2025 | JAMA Psychiatry. Transcranial Direct Current Stimulation vs Sham for the Treatment of Inattention in Adults With Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder: The TUNED Randomized Clinical Trial. Diakses pada 2025 | Harvard Health Publishing. Can electrical brain stimulation boost attention, memory, and more?. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail