Kesehatan Tubuh
Apa Itu Flu (Influenza)? Kenali Virus Penyebab & Gejalanya

Table of Contents
Flu atau dikenal juga sebagai influenza adalah gangguan sistem pernapasan yang sering kali terjadi ketika memasuki musim pancaroba. Penyakit influenza disebabkan oleh virus influenza yang mudah ditularkan ke orang lain, terutama pada 3–4 hari pertama saat penderitanya terinfeksi. Mari kenali penyebab, gejala, pengobatan, hingga langkah pencegahan flu selengkapnya melalui ulasan berikut.
Apa Itu Flu (Influenza)?
Flu atau influenza adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengan gejala berupa batuk, pilek, hidung tersumbat, demam, dan sakit kepala. Penularan penyakit flu dapat terjadi melalui percikan atau cipratan air liur (droplet) dari penderita flu.
Flu adalah kondisi yang kerap disamakan dengan common cold atau selesma. Walaupun memiliki gejala yang serupa, dua kondisi tersebut disebabkan oleh virus yang berbeda. Selain itu, gejala influenza juga cenderung lebih parah hingga sering kali mengganggu aktivitas pengidapnya dan dapat terjadi secara mendadak.
Sementara itu, gejala selesma biasanya cenderung ringan dan terjadi secara bertahap. Selain itu, gejala influenza juga memiliki kemiripan dengan COVID-19. Namun, perlu diketahui bahwa influenza biasanya tidak menimbulkan sesak napas seperti gejala COVID-19.
Penyebab Flu
Seperti yang telah disinggung di awal, penyakit influenza disebabkan oleh infeksi virus influenza. Virus penyebab influenza tersebut dapat menyebar dengan mudah ketika menghirup percikan air liur di udara (droplet) dari penderita flu saat bersin atau batuk. Penularan juga bisa terjadi saat tangan yang terkena percikan air liur penderita flu tersebut menyentuh mulut, hidung, atau mata.
Selain itu, sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami flu adalah sebagai berikut:
-
Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, misalnya karena mengidap penyakit HIV/AIDS.
-
Tubuh dalam kondisi yang tidak prima karena kurang istirahat.
-
Sedang hamil atau baru melahirkan.
-
Balita dan lansia.
-
Menderita kondisi medis tertentu, seperti asma, diabetes, penyakit jantung, atau obesitas.
-
Tinggal atau bekerja di fasilitas umum, seperti panti jompo, asrama, dan lain-lain.
-
Sering kontak langsung atau menggunakan peralatan pribadi bersama dengan penderita flu.
Gejala Flu
Umumnya, gejala flu hampir serupa dengan common cold. Namun, berbeda dengan common cold, gejala flu biasanya akan menyerang secara tiba-tiba, cenderung lebih parah, mengganggu aktivitas penderitanya, dan dapat berlangsung lebih lama. Adapun sejumlah gejala umum flu adalah sebagai berikut:
-
Pilek.
-
Demam.
-
Menggigil.
-
Batuk.
-
Bersin-bersin.
-
Nyeri tenggorokan.
-
Nyeri kepala.
-
Lemas.
-
Mual dan/atau muntah.
-
Tidak nafsu makan.
Gejala-gejala tersebut biasanya akan muncul dan memberat pada 2–3 hari setelah terinfeksi oleh virus influenza. Umumnya, gejala flu akan mereda dalam waktu kurang dari 1 minggu. Namun, gejala berupa batuk dan lemas kemungkinan dapat berlangsung lebih lama sampai beberapa minggu.
Diagnosis Flu
Diagnosis flu dapat dilakukan melalui anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui keluhan dan riwayat penyakit yang dialami oleh pasien. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi tanda-tanda flu serta yang muncul secara fisik. Jika diperlukan, pemeriksaan penunjang berupa tes laboratorium juga dapat dilakukan, terutama jika gejala flu telah berlangsung selama lebih dari 10 hari.
Komplikasi Flu
Apabila tidak ditangani dengan tepat atau jika terjadi kekambuhan atau perburukan dari influenza, maka influenza juga berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti:
-
Infeksi telinga.
-
Serangan asma.
-
Gangguan jantung.
Pengobatan Flu
Flu adalah kondisi yang normalnya dapat mereda dengan sendirinya (self-limiting disease). Namun, untuk mempercepat proses pemulihan dari flu, terdapat sejumlah perawatan mandiri yang bisa dilakukan di rumah, di antaranya adalah:
-
Perbanyak istirahat.
-
Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
-
Mencuci tangan secara rutin untuk menghindari penyebaran virus flu dari dan ke orang lain.
-
Menutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin menggunakan tisu, lalu buang tisu tersebut ke tempat sampah.
-
Mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih kurang lebih 2 liter/hari serta mengonsumsi jus buah atau sup hangat untuk mencegah dehidrasi.
-
Mengonsumsi obat dekongestan sesuai anjuran dokter untuk membantu meredakan gejala hidung tersumbat.
-
Mengonsumsi obat penurun demam dan pereda nyeri, seperti misalnya parasetamol sesuai anjuran dokter untuk meredakan gejala demam dan nyeri otot.
Namun, ada beberapa jenis flu, seperti misalnya flu burung, yang dapat menimbulkan gejala yang tergolong berat sehingga tidak dapat ditangani secara mandiri. Karena itu, segera kunjungi dokter apabila mengalami gejala flu yang tergolong berat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.
Sebagai informasi lebih lanjut, apabila seseorang terkonfirmasi menderita flu burung, orang tersebut akan dirawat di ruang isolasi untuk meminimalkan risiko penyebaran virus. Lalu, dokter akan menangani pasien flu burung dengan meresepkan obat antivirus, seperti zanamivir atau oseltamivir untuk mempercepat penyembuhan serta mencegah risiko komplikasi.
Cara Mencegah Flu
Adapun sejumlah cara yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan flu adalah sebagai berikut:
-
Menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan di sekitar.
-
Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer saat sebelum dan sesudah makan, setelah memegang fasilitas umum, dan setelah menggunakan toilet.
-
Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan.
-
Tidak menggunakan barang pribadi dan alat makan bersama-sama.
-
Melakukan vaksinasi influenza secara rutin.
-
Menggunakan cairan disinfektan untuk membersihkan permukaan benda yang sering disentuh.
Namun, jika sudah terserang flu, terdapat sejumlah hal yang perlu dilakukan untuk meminimalkan penularan virus ke orang lain, di antaranya:
-
Menggunakan masker saat ke luar rumah.
-
Menghindari kontak langsung dengan orang lain, paling tidak hingga 24 jam setelah demam turun.
-
Menutup hidung dan mulut menggunakan tisu bersih saat sedang batuk dan bersin. Lalu, buanglah tisu tersebut dan cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer.
Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi flu. Artinya, penyebab atau gejala tersebut juga dapat serupa dengan kondisi medis lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis THT-BKL di Siloam Hospitals terdekat ketika Anda mengalami demam dan pilek disertai nyeri kepala, nyeri otot, dan lain-lain.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani dapat berbeda-beda tergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan tersebut telah sesuai dengan kondisi medis pasien.
Lebih lanjut, Siloam Hospitals juga menyediakan Paket Vaksinasi Influenza untuk membantu melindungi Anda dari penularan virus influenza. Paket kesehatan ini dapat Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Mari unduh aplikasinya sekarang dan nikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







