Kesehatan Tubuh
Kenali Perbedaan Selesma dan Flu, Jangan Sampai Salah

Table of Contents
Selesma dan flu sering kali dianggap sebagai kondisi yang sama karena memiliki gejala mirip, yaitu pilek, bersin, hidung tersumbat, dan badan terasa tidak nyaman. Padahal, keduanya memiliki perbedaan dalam sisi penyebab, tingkat keparahan gejala, hingga langkah pencegahannya. Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan selesma dan flu agar bisa memberikan penanganan yang tepat. Simak ulasan selengkapnya mengenai perbedaan keduanya di bawah ini.
Perbedaan Selesma dan Flu
Selesma adalah gangguan pada sistem pernapasan yang menyebabkan penderitanya bersin-bersin, hidung tersumbat, dan nyeri tenggorokan. Selesma dikenal juga dengan istilah batuk pilek di masyarakat dan merupakan kondisi yang cukup umum terjadi pada siapa saja. Kondisi ini umumnya bersifat ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7–10 hari.
Sementara itu, flu atau influenza adalah kondisi yang disebabkan oleh infeksi virus dengan gejala demam, batuk, pilek, hidung tersumbat, hingga sakit kepala. Gejala ini cukup mirip dengan selesma sehingga kedua kondisi ini sering kali disamakan. Lantas, apa perbedaan selesma dan flu?
Meski gejalanya mirip, perbedaan selesma dan flu bisa dilihat dari penyebab, tingkat keparahan gejala, hingga langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Berikut uraian selengkapnya mengenai perbedaan selesma dan flu:
1. Penyebab
Perbedaan pertama bisa dilihat dari penyebab utamanya. Umumnya, selesma disebabkan oleh infeksi virus jenis rhinovirus atau berbagai jenis virus lain. Selesma menular melalui percikan (droplet) ketika penderita bersin, batuk, atau berbicara. Sementara itu, flu disebabkan oleh infeksi virus influenza A, B, atau C. Seperti selesma, virus ini juga bisa menyebar dengan mudah melalui droplet.
2. Gejala
Meski selesma dan flu sama-sama menyerang saluran pernapasan, tingkat keparahan dan pola munculnya gejala biasanya berbeda.
Pada selesma, keluhan cenderung berkembang secara bertahap, seperti:
-
Hidung tersumbat atau berair.
-
Bersin berulang.
-
Nyeri tenggorokan ringan.
-
Batuk ringan hingga sedang, umumnya batuk kering.
-
Rasa tidak nyaman ringan pada tubuh tanpa kelelahan ekstrem.
Sementara pada flu, keluhan umumnya muncul secara tiba-tiba dan sering disertai:
-
Demam tinggi, terutama pada anak dan lansia.
-
Nyeri badan dan sakit kepala yang cukup berat.
-
Kelelahan yang signifikan hingga aktivitas sehari-hari terganggu.
-
Batuk yang dapat semakin berat dari waktu ke waktu.
-
Nyeri tenggorokan yang dapat menyertai keluhan sistemik.
Secara umum, penderita selesma masih dapat beraktivitas seperti biasa, sedangkan flu sering menyebabkan kondisi tubuh terasa jauh lebih lemah dan memerlukan waktu pemulihan yang lebih lama.
3. Pencegahan
Langkah pencegahan selesma dan flu umumnya sama, seperti rajin cuci tangan dengan air bersih dan sabun, mengonsumsi makanan higienis, memakai masker saat berada di luar rumah, memisahkan alat pribadi dengan orang lain, serta mengurangi kontak dengan orang yang terinfeksi.
Namun, pencegahan flu juga dapat dilakukan melalui vaksinasi. Seseorang yang telah menerima vaksin influenza memiliki risiko lebih rendah terkena atau tertular flu. Sementara itu, belum tersedia vaksin untuk selesma, mengingat ada begitu banyak jenis virus yang bisa menyebabkan selesma.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun sebagian besar selesma dan flu dapat membaik dengan istirahat, pemeriksaan medis perlu dilakukan bila muncul gejala tertentu yang dapat mengarah pada komplikasi. Segera hubungi dokter bila mengalami gejala selesma atau flu yang tidak membaik atau justru memburuk karena dikhawatirkan mengarah pada pneumonia. Adapun gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
-
Demam tinggi berkepanjangan.
-
Sesak napas disertai nyeri pada dada.
-
Nyeri tenggorokan yang hebat.
-
Batuk dengan dahak warna hijau.
Itulah penjelasan mengenai perbedaan selesma dan flu yang perlu Anda ketahui. Namun, penting untuk dipahami bahwa informasi di atas hanya bersifat edukatif sehingga tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter secara langsung.
Apabila Anda atau kerabat Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada selesma atau flu, seperti pilek, bersin, dan badan tidak nyaman, jangan ragu untuk mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Penting pula untuk dicatat bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit bisa berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara daring. Dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.
Sumber
Healthline. The Difference Between a Cold and the Flu. Diakses pada 2026 | MedicineNet. Cold vs. Flu: Differences, Similarities. Diakses pada 2026 | Harvard Health Publishing. Cold & flu. Diakses pada 2026 | Queensland Health. How to tell the difference between a cold and influenza. Diakses pada 2026 | WebMD. Flu or Cold Symptoms?. Diakses pada 2026 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







