Kesehatan Tubuh
Jangan Salah, ini Perbedaan Bell’s Palsy dan Stroke

Table of Contents
Bell's palsy dan stroke adalah dua kondisi medis yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada wajah. Meskipun keduanya dapat menunjukkan gejala yang serupa, kedua kondisi tersebut memiliki penyebab dan penanganan yang berbeda. Dalam artikel ini, akan dibahas secara rinci perbedaan bell's palsy dan stroke. Mari pahami penjelasan selengkapnya di sini.
Perbedaan Bell’s Palsy dan Stroke
Baik stroke maupun bell’s palsy, keduanya merupakan dua kondisi yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada struktur wajah. Namun, perlu diketahui bahwa keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan bell’s palsy dengan stroke dapat dilihat dari definisi, penyebab, gejala, hingga pengobatannya. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Definisi
Perbedaan stroke dan bell’s palsy yang pertama tampak dari definisinya. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa itu Bell’s Palsy?
Bell’s palsy adalah kondisi ketika saraf-saraf wajah (saraf ketujuh dari 12 pasang saraf kranial/saraf fasialis) mengalami kelemahan atau kelumpuhan akibat pembengkakan dan peradangan pada otot wajah. Kondisi ini dapat menyebabkan perubahan bentuk pada salah satu sisi wajah, sehingga membuat wajah tampak tidak simetris atau perot.
Gejala tersebut dapat menyebabkan aktivitas sehari-hari terganggu, terutama ketika penderitanya makan, minum, atau berkumur. Kondisi ini juga kerap menimbulkan keluhan berupa mata kering dan memerah karena bell’s palsy dapat membuat mata tidak dapat tertutup sempurna. Kondisi ini menyebabkan mata kering dan iritasi.
Apabila gejala yang ditimbulkan masih ringan, kondisi ini biasanya tidak membahayakan dan bisa disembuhkan total. Namun, apabila gejalanya sudah parah karena penanganannya yang terlambat, maka penderita berisiko mengalami kelemahan di wajah secara permanen.
Apa itu Stroke?
Stroke adalah kondisi yang dipicu oleh penyumbatan pada pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak terhambat (stroke iskemik). Stroke juga bisa terjadi karena pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Kedua kondisi ini dapat menyebabkan otak kekurangan suplai oksigen dan nutrisi, sehingga akhirnya terjadi kematian sel-sel otak.
Stroke termasuk dalam kondisi gawat darurat medis yang membutuhkan penanganan dengan segera dan tepat. Pasalnya, tanpa suplai oksigen dan nutrisi yang cukup, sel-sel di otak bisa mengalami kematian dalam beberapa menit. Akibatnya, bagian tubuh yang dikontrol oleh area otak yang mengalami kematian tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan normal.
2. Penyebab
Beda bell’s palsy dan stroke berikutnya terletak pada penyebabnya. Berikut masing-masing penjelasannya.
Penyebab Bell’s Palsy
Bell’s palsy adalah suatu kondisi yang sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus, yakni virus herpes, gondongan, influenza, epstein-barr, rubella, dan sejenisnya. Kondisi ini juga bisa dipicu oleh paparan udara dingin.
Penyebab Stroke
Seperti yang telah diungkapkan di atas bahwa stroke dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu gumpalan darah di pembuluh darah otak dan pecahnya pembuluh darah di otak. Adapun pecahnya pembuluh darah tersebut dapat terjadi karena beberapa faktor, antara lain penggunaan obat pengencer darah, tekanan darah tinggi, trauma otak, hingga aneurisma otak.
Sementara itu, beberapa kondisi yang dapat menyebabkan penggumpalan pada pembuluh darah dan memicu stroke, di antaranya atrial fibrilasi, aterosklerosis (penumpukan plak lemak di dinding pembuluh darah arteri), serta rusaknya pembuluh darah kecil di dalam otak.
3. Gejala
Meski beberapa gejalanya tampak mirip, terdapat sejumlah gejala penyerta yang membedakan bell’s palsy dan stroke. Berikut adalah perbedaan bell’s palsy dan stroke jika dilihat dari gejala yang ditimbulkan.
Gejala Bell’s Palsy
Sejumlah gejala bell’s palsy yang penting untuk diketahui di antaranya:
- Terjadi kelemahan di salah satu sisi wajah, misalnya di dagu atau dahi.
- Perubahan bentuk wajah menjadi tidak simetris atau perot.
- Mata sulit menutup.
- Kesulitan tersenyum.
- Tidak bisa mengangkat alis.
- Indra pendengaran di sisi wajah yang lumpuh menjadi lebih sensitif.
- Lidah menjadi lebih kebal dan mengalami penurunan kemampuan indra pengecap.
Gejala Stroke
Berbeda dengan gejala bell’s palsy hanya melibatkan bagian wajah, stroke bisa menyerang bagian tubuh mana saja. Gejala stroke meliputi:
- Salah satu sisi tubuh mengalami kelemahan (hemiparesis).
- Nyeri kepala yang bisa disertai dengan mual dan muntah.
- Disartria.
- Kesemutan atau mati rasa.
- Kesulitan berbicara dan memahami isi pembicaraan.
- Kesulitan mengangkat kedua lengan karena lemas atau mati rasa.
- Kesulitan berjalan.
- Penurunan fungsi penglihatan.
- Otot-otot wajah melemah.
- Prosopagnosia (kesulitan mengenali wajah).
4. Pengobatan
Pengobatan pada bell’s palsy dan stroke sebetulnya hampir sama, yaitu melibatkan pemberian obat-obatan dan terapi. Namun, pengobatan ini juga disesuaikan dengan kondisi pasien.
Pengobatan Bell’s Palsy
Dokter biasanya merekomendasikan kombinasi pengobatan berupa fisioterapi dan pemberian obat-obatan seperti kortikosteroid, antivirus, dan lain-lain pada pasien bell’s palsy. Jika segera dilakukan pengobatan yang tepat, umumnya kondisi pasien akan membaik dalam beberapa minggu atau bulan.
Selain menjalani pengobatan, penderita juga disarankan untuk menjalani hidup sehat, seperti berolahraga secara rutin, mengonsumsi makanan tinggi serat, dan melakukan pemeriksaan secara berkala untuk menghindari/mencegah serangan bell’s palsy datang kembali.
Pengobatan Stroke
Langkah pengobatan stroke yang biasanya dilakukan adalah pemberian obat-obatan atau tindakan operasi. Kemudian, untuk mendukung proses pemulihan, penderita stroke dianjurkan menjalani beberapa terapi yang meliputi terapi okupasi, fisioterapi, dan terapi psikologis.
Itulah penjelasan mengenai perbedaan bell’s palsy dan stroke yang perlu Anda ketahui. Bila mengalami gejala-gejala yang mengarah pada salah satu kondisi tersebut, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter.
Anda dapat memanfaatkan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai fitur kesehatan yang mudah dan cepat. Segera unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







