Stroke Hemoragik: Kenali Tandanya Sebelum Terlambat!
Kesehatan Tubuh

Stroke Hemoragik: Kenali Tandanya Sebelum Terlambat!

20 Januari 2026 5 menit waktu baca
stroke hemoragik adalah

 

Stroke hemoragik adalah suatu kondisi yang disebabkan pecahnya pembuluh darah di otak. Penyakit ini sangat berbahaya karena dapat mengancam fungsi otak akibat berhentinya aliran oksigen ke otak. Penyakit stroke hemoragik termasuk ke dalam kondisi darurat yang memerlukan perawatan medis dengan segera. Untuk mewaspadai penyakit ini, mari pahami penyebab, gejala, risiko, dan cara mencegahnya melalui ulasan berikut.

 

Apa Itu Stroke Hemoragik?

 

Stroke hemoragik adalah kondisi yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di daerah otak. Saat seseorang didiagnosis stroke hemoragik, maka diperlukan penanganan darurat, bahkan jika diperlukan akan dilakukan operasi. 

 

Penanganan secara cepat dibutuhkan untuk menghindari kemungkinan kerusakan otak yang semakin parah dan berisiko menyebabkan cacat hingga kematian. Karena itu, stroke hemoragik dianggap lebih diwaspadai daripada stroke iskemik. 

 

Lantas, apa perbedaan stroke iskemik dan hemoragik? Stroke iskemik adalah kondisi stroke yang disebabkan karena adanya penyumbatan pembuluh darah ke otak. Sedangkan, jika pembuluh darah tersebut sudah pecah, maka kondisi inilah yang disebut dengan stroke hemoragik

 

Jenis-Jenis Stroke Hemoragik

 

Berdasarkan letak perdarahannya, stroke hemoragik dapat dibedakan menjadi tiga jenis. Berikut penjelasannya.

 

1. Perdarahan Intraserebral: Perdarahan ini terjadi akibat pecahnya pembuluh darah arteri di dalam otak. Kondisi ini termasuk jenis stroke hemoragik yang paling sering terjadi.

 

2. Perdarahan Subarachnoid: Perdarahan ini terjadi pada pembuluh darah yang berada di ruang antara otak dan lapisan arachnoid (salah satu selaput pembungkus otak).

 

3. Perdarahan Intraventrikuler: Perdarahan ini terjadi pada pembuluh darah yang berada di permukaan ventrikel otak, sehingga darah yang keluar akan mengisi ventrikel otak. Perdarahan ini sering kali terjadi bersamaan dengan perdarahan intraserebral.

 

Penyebab Stroke Hemoragik

 

Secara umum, penyebab stroke hemoragik adalah pecahnya pembuluh darah dalam otak. Kondisi ini menyebabkan darah tidak mengalir dalam pembuluh darah otak untuk mengalirkan oksigen ke jaringan otak. Darah tersebut justru akan mengisi ruang ekstravaskuler sehingga jaringan otak tidak mendapatkan oksigen yang cukup dan mengalami penekanan dari darah yang mengisi ruang ekstravaskuler.

 

Adapun, beberapa kondisi yang dapat menyebabkan pembuluh darah pecah adalah sebagai berikut:

 

  • Penggembungan dinding pembuluh darah otak yang lemah akibat tekanan darah atau adanya kelainan sejak lahir (aneurisma otak).

  • Cedera kepala parah.

  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi.

  • Kelainan pada darah yang dapat menyebabkan risiko perdarahan, misalnya hemofilia.

  • Malformasi arteri vena (kelainan pembuluh darah sejak lahir).

  • Tumor otak yang berdampak ke pembuluh darah otak.

  • Efek samping penggunaan obat pengencer darah.

 

Gejala Stroke Hemoragik

 

Gejala stroke hemoragik bisa berbeda-beda tergantung dari jenis perdarahan yang dialami serta tingkat keparahannya.

 

A. Gejala Perdarahan Intraserebral

 

Perdarahan intraserebral pada kasus stroke hemoragik adalah yang paling umum terjadi. Gejala ini sering kali muncul secara tiba-tiba dan tanpa peringatan.Gejala perdarahan intraserebral akan bertambah makin parah seiring berjalannya waktu, setidaknya dalam kurun 30–90 menit saja. 

 

Karenanya, penting untuk mengenai gejalanya, berikut di antaranya:

 

  • Tiba-tiba menjadi lemah.

  • Kesulitan dalam berbicara.

  • Mengalami kelumpuhan di bagian tubuh tertentu.

  • Tidak dapat mengendalikan pergerakan bola mata.

  • Kesulitan berjalan, bahkan tidak bisa.

  • Muntah.

  • Napas tidak beraturan.

  • Pingsan.

  • Koma.

 

B. Gejala Perdarahan Subarachnoid

 

Perdarahan subarachnoid umumnya terjadi apabila ada pembuluh darah yang pecah setelah mengalami pembengkakan. Beberapa gejala yang akan muncul di antaranya sebagai berikut:

 

  • Kesadaran perlahan menghilang.

  • Sakit kepala secara mendadak dan terasa sangat sakit.

  • Mual dan muntah.

  • Tidak bisa menatap cahaya yang terlalu terang.

  • Leher terasa kaku.

  • Kejang.

 

Faktor Risiko Stroke Hemoragik

 

Stroke hemoragik adalah kondisi yang dapat terjadi pada setiap orang, bahkan di semua kelompok usia. Namun, risiko terjadinya stroke hemoragik dapat meningkat seiring bertambahnya usia.

 

Selain itu, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko stroke hemoragik, antara lain:

 

  • Memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

  • Kebiasaan merokok.

  • Mengonsumsi obat pengencer darah.

  • Membiasakan pola makan tidak sehat.

  • Menggunakan obat-obatan terlarang.

  • Mengalami kondisi yang menyebabkan hipertensi, seperti eklampsia atau gagal ginjal kronis.

 

Diagnosis Stroke Hemoragik

 

Stroke hemoragik adalah kondisi yang hanya bisa didiagnosis oleh dokter. Dalam kasus ini, dokter akan menegakkan diagnosis berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

 

Beberapa pemeriksaan penunjang yang umumnya dilakukan antara lain:

 

  • CT scan, untuk menemukan lokasi perdarahan, besarnya kerusakan pada otak serta mendeteksi kelainan pada jaringan otak (seperti tumor).

  • Pemeriksaan darah secara lengkap guna memeriksa pembekuan darah seberapa cepat bisa terjadi.

  • Angiografi otak, yaitu pemeriksaan yang dilakukan menggunakan sinar-X untuk menemukan pembuluh darah yang pecah dan mendeteksi kelainan.

  • Pungsi lumbal, untuk memastikan apakah cairan serebrospinal bercampur dengan darah.

 

Komplikasi Stroke Hemoragik

 

Stroke hemoragik adalah kondisi yang dapat menyebabkan kecacatan sementara atau bahkan permanen, tergantung dari keparahannya. Selain itu, beberapa komplikasi yang mungkin dapat terjadi akibat stroke hemoragik adalah sebagai berikut:

 

  • Mengalami kelumpuhan.

  • Hilang ingatan dan sulit berpikir.

  • Kesulitan berbicara dan menelan.

  • Merasakan nyeri di beberapa bagian tubuh.

  • Sensitif terhadap perubahan suhu.

  • Sulit mengontrol emosi.

 

Pengobatan Stroke Hemoragik

 

Dalam kasus stroke hemoragik, pengobatan secara cepat penting untuk dilakukan. Beberapa jenis obat yang umumnya diberikan meliputi:

 

  • Obat kejang.

  • Obat untuk menghilangkan rasa sakit pada kepala.

  • Obat pengontrol tekanan darah.

  • Prosedur pembedahan.

  • Terapi stroke hemoragik (rehabilitasi, seperti fisioterapi).

 

Pencegahan Stroke Hemoragik

 

Apakah stroke hemoragik bisa disembuhkan? Tidak ada jawaban pasti, tergantung dari seberapa parah gejala yang dialami. Maka dari itu, agar terhindar dari serangan stroke hemoragik, beberapa cara pencegahan yang bisa Anda lakukan adalah:

 

  • Olahraga secara rutin.

  • Menerapkan pola makan sehat.

  • Melakukan pemeriksaan secara rutin.

  • Mengonsumsi obat sesuai anjuran dari dokter.

 

Demikian penjelasan mengenai apa itu stroke hemoragik, mulai dari penyebab, gejala, faktor risiko, pengobatan hingga pencegahannya. Penting untuk diingat bahwa informasi yang disebutkan di atas tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran medis dari dokter. 

 

Semua jenis stroke tidak bisa diremehkan begitu saja. Penanganan stroke harus dilakukan secepat mungkin karena setiap detik sangat berharga dalam mencegah kerusakan otak yang lebih luas. Deteksi dini dan tindakan medis yang tepat dapat meningkatkan peluang pemulihan serta mengurangi risiko komplikasi jangka panjang. Oleh karena itu, penting bagi pasien dan keluarga untuk segera mencari pertolongan medis begitu gejala stroke muncul.

 

Siloam Hospitals Group memiliki layanan Stroke Ready Hospitals yang dilengkapi peralatan canggih seperti CT scan dan MRI dengan tingkat akurasi tinggi, dokter spesialis, serta tim medis yang siaga 24 jam untuk menangani stroke dengan cepat dan tepat. Jika terjadi gejala, segera hubungi stroke emergensi 1-500-911 untuk penanganan cepat dan tepat.

 

Tentunya, pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat dianjurkan untuk memantau kondisi tubuh dan mendeteksi penyakit sejak dini, terutama bagi individu dengan penyakit penyerta atau faktor risiko stroke. Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang pasien jalani terkait kondisi stroke dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Stroke Ready Article Banner

Dokter Kami
dr-donny-argie-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Donny Argie, SpBS, NVas, FINPS, FICS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ivanmorl-ruspanah-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ivanmorl Ruspanah, SpBS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Ambon

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-bagus-sasongko-spbs

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Bagus Sasongko, SpBS, M.Kes, FN-TB, FINSS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail