Eklampsia - Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan
Ibu dan Anak

Eklampsia - Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

24 November 2025 5 menit waktu baca
Mengenal Eklampsia

Eklampsia adalah sebuah komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan juga kejang selama masa kehamilan. Kondisi ini bisa membahayakan nyawa ibu dan janin jika tidak segera ditangani dengan tepat. 

 

Eklampsia adalah kondisi yang termasuk langka, namun sering dijumpai pada ibu hamil yang mengalami preeklampsia. Untuk mengetahui eklampsia lebih dalam, mari baca artikel ini dan dapatkan informasi mengenai penyebab, gejala, hingga pengobatannya.

 

Apa itu Eklampsia?

 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, eklampsia adalah komplikasi berat yang dapat terjadi selama masa kehamilan, saat persalinan, atau setelah persalinan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kejang. Kondisi ini merupakan komplikasi lanjutan dari preeklampsia yang terjadi sebelumnya. Preeklampsia yang tidak segera diobati dengan tepat dapat berkembang menjadi eklampsia. 

 

Eklampsia biasanya terjadi pada usia kandungan 20 minggu atau lebih. Berdasarkan data dari Mayo Clinic, hanya 3% dari penderita preeklampsia yang kondisinya berlanjut ke eklampsia. Hal ini dikarenakan penderita preeklampsia biasanya telah ditangani dengan tepat sehingga tidak berlanjut menjadi eklampsia.

 

Perbedaan eklampsia dan preeklampsia sendiri terletak pada tanda dan gejala yang ditimbulkan. Preeklampsia ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi dan protein pada urine tanpa disertai kejang, sedangkan eklampsia adalah komplikasi lanjutan dari preeklampsia yang ditandai dengan terjadinya kejang pada ibu hamil.

 

Penyebab Eklampsia

 

Sebenarnya, penyebab eklampsia belum diketahui secara pasti. Meski begitu, ada beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya eklampsia pada ibu hamil, seperti:

 

  • Memiliki riwayat preeklampsia atau eklampsia di kehamilan sebelumnya.
  • Memiliki riwayat keluarga yang mengalami preeklampsia atau eklampsia.
  • Kehamilan di usia kurang dari 17 tahun atau lebih dari 35 tahun.
  • Memiliki riwayat tekanan darah tinggi saat hamil atau riwayat hipertensi kronis.
  • Memiliki riwayat penyakit yang diderita seperti diabetes, obesitas, anemia sel sabit, penyakit autoimun seperti lupus, dan sindrom antifosfolipid.
  • Hamil kembar.
  • Sedang menjalani kehamilan yang pertama atau mempunyai jarak antar kehamilan yang sangat dekat kurang dari 2 tahun. 
  • Kehamilan yang dijalani merupakan hasil dari program bayi tabung (in vitro fertilization / IVF).

 

Gejala Eklampsia

 

Gejala eklampsia dapat bervariasi pada setiap orang. Namun, gejala yang paling khas adalah terjadinya kejang yang tidak terkontrol pada pasien eklampsia. Ibu hamil yang berpotensi mengalami eklampsia juga perlu diwaspadai dan dimonitor secara ketat jika sudah terdapat gejala-gejala seperti:

 

  • Tekanan darah semakin tinggi.
  • Sakit kepala hebat.
  • Mual dan muntah.
  • Kesulitan bernapas.
  • Pembengkakan pada kaki dan tangan.
  • Peningkatan kadar protein pada urine.
  • Gangguan penglihatan.
  • Berkurangnya jumlah urine.

 

Kejang yang dialami oleh ibu hamil dengan eklampsia ini dapat terjadi berulang kali, namun terdapat 2 fase kejang yang umumnya dialami. Berikut adalah penjelasannya.

 

  • Fase pertama: Biasanya terjadi selama 15–20 detik dan sering kali disertai dengan adanya kedutan pada wajah. Setelah itu, penderita juga akan mengalami kontraksi otot di seluruh tubuh.
  • Fase kedua: Pada fase kedua, kejang berlangsung lebih lama, yaitu sekitar 60 detik. Kejang dimulai dari rahang yang kemudian menyebar ke otot-otot wajah hingga ke seluruh tubuh.

 

Diagnosis Eklampsia

 

Untuk mendiagnosis eklampsia pada ibu hamil, dokter biasanya akan melakukan anamnesis (wawancara medis) seperti riwayat kejang yang dialami, riwayat pemeriksaan kehamilan, riwayat penyakit lainnya, serta riwayat preeklampsia sebelumnya. Kemudian dokter akan melanjutkan dengan pemeriksaan fisik serta terus memantau ketat tekanan darah pasien. 

 

Selanjutnya, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis. Adapun cara mendiagnosis atau mendeteksi risiko eklampsia pada ibu hamil adalah sebagai berikut:

 

  • Tes darah: Tes darah dilakukan untuk mengetahui jumlah sel darah merah atau trombosit pada ibu hamil.
  • Tes urine: Tes ini bertujuan untuk memeriksa kadar protein pada urine yang bisa menjadi salah satu gejala preeklamsia.
  • Tes fungsi ginjal: Pada kondisi tertentu, ginjal ibu hamil juga akan diperiksa untuk menilai kadar kreatinin dan ureum yang dapat menjadi tanda dari gagal ginjal.
  • Tes fungsi hati: Tes ini bertujuan untuk memeriksa fungsi hati. 
  • USG kehamilan: Pemeriksaan ini dilakukan untuk memantau kondisi janin dan kandungan secara keseluruhan. 

 

Pengobatan Eklampsia

 

Perlu dilakukan pengobatan yang tepat dan segera untuk menjaga keselamatan ibu dan janin dengan mencegah terjadinya komplikasi serius seperti solusio plasenta, persalinan prematur, stroke, bayi lahir mati, hingga kematian ibu dan janin. Adapun pengobatan eklampsia adalah sebagai berikut:

 

1. Terminasi Kehamilan

 

Penanganan eklampsia yang pertama adalah sesegera mungkin melakukan terminasi kehamilan atau melahirkan bayi yang dikandung. Dokter akan menentukan metode persalinan yang telah disesuaikan dengan usia kehamilan, kesehatan ibu, dan kondisi janin.

 

2. Obat-obatan

 

Jika kondisi ibu hamil tidak memungkinkan untuk segera dilakukan persalinan, maka dokter akan meresepkan beberapa obat untuk mengatasi kondisi ini. Berikut adalah beberapa obat yang dapat diresepkan oleh dokter:

 

  • Obat penurun tekanan darah seperti metildopa, nifedipin, atau obat lain yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil.
  • Antikonvulsan untuk mencegah terjadinya kejang. Salah satu obat antikonvulsan yang paling umum digunakan untuk eklampsia adalah magnesium sulfat. Obat ini biasanya diberikan melalui infus intravena (IV).
  • Kortikosteroid untuk memperkuat dan mempercepat pematangan paru-paru janin pada kehamilan yang belum cukup bulan. 

 

Cara Mencegah Eklampsia

 

Eklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang dapat dicegah melalui pengobatan preeklampsia yang cepat dan tepat. Berikut adalah langkah-langkah lainnya yang dapat membantu mengurangi risiko eklampsia:

 

  • Kontrol prenatal teratur: Melalui pemeriksaan rutin, kondisi preeklampsia dapat dideteksi lebih awal dan tindakan pencegahan dapat segera dilakukan.
  • Pola makan sehat dengan gizi seimbang: Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang selama kehamilan dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan janin. 
  • Istirahat yang cukup: Dalam masa kehamilan, istirahat yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.
  • Olahraga teratur: Konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan mengenai jenis olahraga untuk ibu hamil yang tepat. Aktivitas fisik yang cukup dan disesuaikan dengan kondisi kehamilan dapat membantu mengurangi risiko eklampsia.
  • Menghindari stres berlebihan: Stres yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan ibu hamil. Cobalah lakukan aktivitas yang dapat meningkatkan mood guna menjaga kesehatan mental ibu hamil, sehingga menurunkan risiko tekanan darah tinggi.

 

Itulah pembahasan mengenai eklampsia pada ibu hamil. Jika memiliki riwayat preeklampsia atau faktor risiko lainnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan  dokter spesialis kandungan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang fatal pada ibu dan janin.


Pastikan juga untuk melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin di Siloam Hospitals terdekat. Gunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter dan membuat janji temu. Atau, unduh aplikasi MySiloam untuk melakukan pemesanan paket kesehatan, telekonsultasi, hingga mendapatkan informasi kesehatan secara praktis. Mari unduh aplikasinya dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Nest Artikel Banner

Dokter Kami
dr-liem-eremius-arifin-spa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Liem Eremius Arifin, SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ifo-faujiah-sihite-mked-ped-spa

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Jambi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anggun-kusumasari-spa-msc

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail