Kenapa Masih Mual di Trimester Kedua? Ini Penjelasannya!
Ibu dan Anak

Kenapa Masih Mual di Trimester Kedua? Ini Penjelasannya!

12 Maret 2026 6 menit waktu baca
kenapa masih mual di trimester kedua

Umumnya, ibu hamil akan merasakan morning sickness selama masa awal kehamilan. Salah satu gejala morning sickness adalah mual dan muntah. Gejala ini biasanya terjadi pada trimester pertama dan berangsur menghilang saat kehamilan memasuki trimester kedua.

 

Namun, kenapa masih mual di trimester kedua? Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari usia ibu hamil hingga faktor genetik dan hormonal. Memahami penyebab mual di trimester kedua sangatlah penting untuk menentukan penanganan yang tepat. Oleh karena itu, simak informasinya di bawah ini.

 

Kenapa Masih Mual di Trimester Kedua?

 

Mual umumnya terjadi di trimester pertama. Pada sebagian besar ibu hamil, keluhan ini berangsur membaik setelah memasuki trimester kedua. Namun, beberapa ibu hamil dapat mengalami mual hingga awal trimester kedua karena berbagai alasan. Berikut beberapa penyebabnya.

 

1. Status Gravida

 

Status kehamilan atau status gravida dapat memengaruhi pengalaman mual selama kehamilan. Wanita yang baru pertama kali hamil (primigravida) cenderung mengeluhkan mual yang lebih berat dibandingkan dengan wanita yang pernah hamil sebelumnya (multigravida).

 

Penyebab pasti mengapa primigravida lebih sering mengalami mual yang lebih berat belum sepenuhnya diketahui. Secara umum, mual pada kehamilan berkaitan dengan perubahan hormon, terutama peningkatan kadar human chorionic gonadotropin (hCG) dan estrogen pada awal kehamilan.

 

Respons tubuh terhadap perubahan hormon tersebut dapat berbeda pada setiap individu. Perbedaan tingkat mual antara primigravida dan multigravida diduga berkaitan dengan variasi respons fisiologis tubuh serta faktor individual lainnya, bukan semata-mata karena proses adaptasi hormon.

 

2. Gizi Buruk

 

Asupan gizi yang buruk juga dapat menyebabkan mual di trimester kedua kehamilan. Hal ini didukung oleh penelitian dari Journal of Health and Nutrition Research (2025), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status gizi ibu hamil dan tingkat keparahan morning sickness.

 

Ibu hamil yang kekurangan atau kelebihan gizi cenderung mengalami gejala morning sickness yang lebih parah dibandingkan ibu hamil dengan gizi yang cukup. Ketika kondisi gizi ibu hamil tidak optimal, cadangan energi, protein, serta vitamin dan mineral di dalam tubuh menjadi terbatas. 

 

Akibatnya, kemampuan tubuh untuk beradaptasi terhadap perubahan hormon selama kehamilan menurun sehingga tubuh lebih mudah menunjukkan berbagai reaksi. Hal ini kemudian dapat membuat sensitivitas terhadap fluktuasi hormon menjadi lebih tinggi dan keluhan seperti mual dapat muncul atau terasa lebih berat.

 

3. Faktor Genetik dan Hormon

 

Perlu diketahui, faktor genetik juga berperan dalam terjadinya mual di trimester kedua. Wanita yang memiliki ibu atau saudara perempuan dengan riwayat hiperemesis gravidarum (HG) atau mual dan muntah selama kehamilan memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa.

 

Hiperemesis gravidarum sendiri adalah gejala mual dan muntah yang terjadi secara terus-menerus selama awal kehamilan. Selain itu, kondisi ini juga sering kali ditandai dengan penurunan berat badan yang signifikan, gangguan metabolisme, dan dehidrasi sehingga memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

 

Selain itu, faktor hormonal, khususnya hormon growth/differentiation factor 15 (GDF15), berperan signifikan dalam terjadinya mual dan muntah yang berlanjut hingga trimester kedua. Hormon ini diproduksi terutama oleh plasenta dan dapat memengaruhi area spesifik dalam otak yang berperan dalam memicu rasa mual dan muntah.

 

Cara Mengatasi Mual di Trimester 2 Kehamilan

 

Penanganan mual pada trimester kedua bergantung pada tingkat keparahan gejala dan kondisi kesehatan ibu secara keseluruhan. Pada sebagian besar kasus, keluhan dapat ditangani dengan langkah-langkah sederhana di rumah. Namun, apabila mual dan muntah semakin berat atau disertai dehidrasi, segera cari pertolongan medis.

 

1. Terapi Konservatif

 

Penanganan awal pada mual umumnya difokuskan pada cara-cara sederhana, yaitu dengan menyesuaikan kebiasaan sehari-hari. Berikut beberapa terapi konservatif yang umum diterapkan untuk meredakan gejala mual:

 

  • Penyesuaian konsumsi vitamin: Pada sebagian ibu hamil, kandungan zat besi dapat memperberat mual sehingga perlu penyesuaian waktu atau jenis suplemen dari dokter.

  • Konsumsi jahe: Jahe dikenal sebagai bahan alami yang dapat membantu mengurangi mual pada sebagian kasus. Efek ini terjadi karena jahe bekerja pada sistem pencernaan dan saraf yang memicu rasa mual.

  • Konsumsi porsi kecil tetapi lebih sering untuk menghindari lambung kosong terlalu lama.

  • Memilih makanan yang mudah dicerna dan tidak berbau tajam.

 

2. Terapi Obat-obatan

 

Jika cara alami tidak berhasil mengurangi mual, dokter biasanya akan memberikan obat secara bertahap, dari yang paling ringan sampai yang lebih kuat. Dokter dapat memberikan vitamin B6 untuk mengatasi mual pada kehamilan. 

 

Namun, jika mual terus berlanjut, dokter dapat meresepkan obat antimual yang lebih kuat. Pemilihan jenis obat menyesuaikan kondisi medis setelah mempertimbangkan manfaat dan potensi risikonya. Oleh karena itu, penggunaan obat sebaiknya dilakukan atas anjuran dan pengawasan tenaga medis.

 

3. Rawat Inap

 

Rawat inap biasanya dipertimbangkan apabila mual dan muntah berlangsung berat hingga menyebabkan ibu tidak mampu mempertahankan asupan makanan dan minuman, atau muncul tanda-tanda dehidrasi seperti lemas, jarang buang air kecil, dan penurunan berat badan.

 

Selama rawat inap, penanganan utama meliputi pemberian cairan infus untuk mengatasi dehidrasi dan gangguan elektrolit. Dokter juga akan memberikan vitamin, obat-obatan penurun asam lambung, serta melakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi ibu.

 

4. Dukungan Emosional

 

Mual yang berlangsung hingga trimester kedua dapat memengaruhi kualitas hidup dan kondisi emosional ibu. Rasa lelah yang berkepanjangan, gangguan makan, dan keterbatasan aktivitas sehari-hari dapat menimbulkan stres atau perasaan tertekan pada sebagian wanita.

 

Oleh karena itu, selain penanganan fisik, dukungan emosional dari lingkungan juga penting. Ibu hamil dianjurkan untuk:

 

  • Alihkan perhatian pada apa yang bisa dijalani hari ini. Daripada memikirkan kondisi ke depan yang belum tentu terjadi, memusatkan energi pada hari yang sedang dijalani dapat membantu ibu merasa lebih stabil secara emosional.

  • Isi waktu dengan hal sederhana yang memberi rasa nyaman. Kegiatan ringan, seperti menikmati musik, mendengarkan audiobook, atau menonton tayangan yang disukai dapat menjadi cara untuk menciptakan momen tenang di tengah situasi sulit.

  • Pertahankan hubungan dengan orang-orang terdekat. Kehadiran sahabat ibu, baik melalui pertemuan singkat maupun percakapan lewat telepon, dapat membantu menjaga kondisi emosional.

  • Bekali diri dengan informasi terkait perawatan. Mengetahui langkah-langkah penanganan yang dapat ditempuh memberi ibu ruang untuk berperan aktif dalam proses perawatan.

  • Mencari bantuan tenaga kesehatan apabila muncul perasaan cemas berlebihan, sedih berkepanjangan, atau kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.

 

Demikian penjelasan mengenai kenapa masih mual di trimester kedua. Namun, perlu diingat bahwa informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan pemeriksaan maupun saran medis dari dokter. Sebab, kondisi setiap ibu hamil dapat berbeda sehingga penyebab, tingkat keparahan, serta penanganan mual tidak selalu sama pada setiap orang.

 

Jika Anda masih mengalami gejala mual dan muntah yang tak kunjung mereda bahkan hingga trimester kedua, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) di Siloam Hospitals terdekat. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan penyebab pasti dan penanganan yang sesuai.

 

Sebagai informasi, tahap pemeriksaan di setiap rumah sakit dapat berbeda, tergantung pada fasilitas yang tersedia. Namun, dokter dan tenaga medis lainnya akan tetap memastikan pasien mendapatkan pemeriksaan yang diperlukan serta penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan medis masing-masing.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai layanan kesehatan, mulai dari mengecek jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta melihat hasil pemeriksaan medis secara online. Unduh MySiloam sekarang untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Hubungan Usia dan Status Gravida pada Ibu Hamil Trimester II dengan Kejadian Morning Sickness (Di PMB Siti Azizah Wijaya, S.ST Sukolilo Bangkalan). Diakses pada 2026 | Cleveland Clinic. Morning Sickness. Diakses pada 2026 | Journal of Health and Nutrition Research. Impact of Maternal Nutritional Status on Morning Sickness Severity and Fetal Health: A Correlational Study. Diakses pada 2026 | International Journal of Research in Medical Sciences. Comparative Analysis of Pregnancy Complications: Primigravida versus Multigravida. Diakses pada 2026 | Patient. Gravidity and Parity Definitions. Diakses pada 2026 | National Library of Medicine. Emerging Progress in Nausea and Vomiting of Pregnancy and Hyperemesis Gravidarum: Challenges and Opportunities. Diakses pada 2026 | National Library of Medicine. Hyperemesis Gravidarum. Diakses pada 2026 | Pregnancy Sickness Support. Coping with Hyperemesis Gravidarum. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail